TRANSKRIPSI
PRESIDEN RI, DR. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
MENGENAI PENYANDERAAN DUA WARTAWAN METRO TV

TANGGAL 19 FEBRUARI 2005

 

 

Presiden RI: Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarokatuh. Tadi pagi saya menerima laporan bahwa dua warga negara Indonesia yaitu Sdr. Budiyanto dan Sdri. Meutia Hafid, keduanya adalah wartawan profesional dinyatakan hilang ketika menjalankan tugas di Irak. Kemudian dalam perkembangannya dari pihak jajaran Departemen Luar Negeri Indonesia serta unsur-unsur pemerintah Iainnya di luar negeri menyampaikan bahwa besar kemungkinan dua wartawan itu berada dalam penyanderaan di sebuah tempat di Irak.

Kami terus mencari tahu dimana yang bersangkutan dan sedang menjalani kegiatan apa. Dan konfirmasi kembali saya dapatkan sekitar setengah jam yang lalu bahwa kedua warga negara Indonesia itu dipastikan berada dalam sebuah penyanderaaan di sebuah tempat di Irak. Saya Doktor Haji Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia, menyampaikan bahwa kedua wartawan itu benar-benar menjalankan tugas profesinya. Mereka sama sekali tidak melibatkan diri dalam masalah politik ataupun masalah konflik yang sekarang sedang terjadi di Irak. Sebelumnya kedua wartawan itu juga meliput kegiatan kemanusiaan menyangkut tenaga kerja Indonesia di Malaysia dan juga meliput bencana Tsunami di Aceh, juga dari sisi kemanusiaan. Dan kali ini sedang meliput kegiatan masyarakat dan saudara-saudara kita yang ada di Irak, karena bangsa Indonesia dan negara Indonesia yang berpenduduk Islam terbesar di dunia tentu ingin tahu keadaan saudara saudaranya yang ada di Irak,

OIeh karena itulah saya sungguh-sungguh berharap agar kedua orang yang tidak bersalah dan menjalankan tugas profesinya itu dapat dibebaskan, kemudian kembali dengan selamat ke Indonesia bertemu dengan sanak keluarga dan saudara-saudaranya di tanah air. Saya sudah berkomunikasi dengan kedua keluarga wartawan itu dan mereka sangat mencemaskan nasibnya. Demikian juga kami, semua rakyat Indonesia.

OIeh karena itu sekali lagi saya mengetuk hati dan meminta agar kedua wartawan itu dapat dibebaskan dan kemudian dapat kembali ke Indonesia dengan selamat. Dan tentunya atas kemurahan hati dan jasa baii semua pihak terutama bagi selamat dan bebasnya kembali kedua warga negara Indonesia itu, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan.

Semoga Tuhan membalas amal bakti dan jasa baik mereka. Sekian.

Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarokatuh.

 


EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273 6017