TRANSKRIPSI
MENTERI LUAR NEGERI RI
DR. N. HASSAN WIRAJUDA
MENGENAI PENYANDERAAN DUA WARTAWAN METRO TV

JUMAT, TANGGAL 18 FEBRUARI 2005
PUKUL 18:00 WIB

 

Menteri Luar Negeri RI: Pada tahapan ini kita masih mencoba mencari informasi dan meng-establish kontak dengan pihak-pihak di berbagai kota di Irak untuk mengetahui keberadaan kedua warga negara kita itu. Kalau itu disandera oleh pihak tertentu, dimana mereka disandera dan oleh kelompok siapa. Jadi sejak tadi pagi tadi, tim pengendali krisis ini juga sudah memberikan petunjuk-petunjuk instruksi dan guidance kepada perwakilan kita terutama di Jordan karena kehadiran kedatangan kedua warga negara kita ini pertama kali ke Jordan kemudian menuju Irak untuk meliput Pemilu di Irak, tapi setelah dan dari pengalarnan pertama merasa aman, kembali lagi untuk meliput acara 10 Syura di Karbala. Dalam perjalanan itulah kita memperoleh inforrnasi warga kita ini, seperti disampaikan oleh Presiden tadi, nampaknya dicegat oleh kelompok bersenjata dan sejak itu, sejak dua hari kemarin, kontaknya hilang.

Berbagai jalur kita akan tempuh, kami sudah merancang malam ini agar dari pihak keluarga, istri dan Sdr. Budiyanto dan ibunda dan Saudari Meutia untuk mengeluarkan seruan, appeal, dan juga seperti yang sudah disampaikan oleh Presiden tadi bahwa kami juga mempertimbangkan tokoh-tokoh lain yang kami harapkan dapat melakukan appeal seperti juga yang telah kanil lakukan pada upaya pernbebasan 2 sandera tenaga kerja kita tahun lalu. Kami akan menghubungi tokoh-tokoh di luar negeri yang kami tahu siap membantu dalam hal seperti ini, seperti halnya juga terjadi pada rnasa pembebasan dua sandera tenaga kerja kita.

Jalur lain yang kami tempuh adalah menghubungi negara-negara sahabat di sekitar Irak khususnya Jordan, Suriah, Uni Arab Emirat, serta Qatar, melalui jalurnya masing-masing untuk mernperoleh akses dan mempengaruhi proses ke arah pembebasan. Jadi dengan kata lain, dalam upaya pembebasan dua sandera kita sebelumnya jalur-jalur yang telah kita bangun saat ini masih sangat bermanfaat dan karena itu kami akan bekerja secara maksimal, termasuk mengirim Ketua Tim Penanggulangan Krisis dari Deplu besok untuk segera berangkat ke Jordan dalam kerangka untuk mengendalikan operasi dari dekat dan membuat hubungan dan kontak dengan berbagai pihak yang kita perhitungkan akan bermanfaat dalam upaya, kalau itu betul disandera, dalam upaya ke arah pembebasannya tentunya.

Saya kira demikian, terima kasih.

 


EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273 6017