![]() |
|
|
Duta Besar Republik Indonesia |
|
|
SAMBUTAN DUTA BESAR R.I. UNTUK AUSTRALIA |
|
|
Saudara-saudara warga Kristiani
Indonesia Canberra, Assalammu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,
dan Pertama-tama marilah kita panjatkan puji-syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya karena kuasa-Nya kita kembali dapat berkumpul bersama pada hari yang berbahagia ini untuk menghadiri Perayaan Natal Tahun 2003 keluarga besar warga Kristiani Indonesia di Canberra. Atas nama pimpinan Kedutaan Besar RI Canberra beserta seluruh jajarannya, ijinkanlah saya menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Natal diiringi harapan agar perayaan tersebut dijadikan sebagai suatu momentum baru (new momentum) untuk menyegarkan kembali ajaran-ajaran suci Yesus Kristus di tengah-tengah kalangan ummat Kristiani yang hadir pada kesempatan ini, sehingga mereka diberi kemampuan dan kekuatan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi di dalam hidup dan kehidupannya. Dengan perkataan lain, Hari Natal yang setiap tahun dirayakan oleh ummat Kristiani tidaklah merupakan suatu kegiatan yang bersifat rutinitas - seremonial, yang semata-mata diselenggarakan untuk sekedar memenuhi kebutuhan keduniawian, seperti bernyanyi, bergembira-ria, menyantap hindangan yang lezat serta membagi-bagikan hadiah. Makna Hari Natal tentulah tidak sesederhana itu. Keluhuran tujuan yang ingin dicapai
oleh perayaan Hari Natal tersebut terekam dan tergambar dengan jelas di
dalam thema yang telah ditentukan, yakni: 'Damai sejahtera di bumi
diantara manusia yang berkenan kepada-Nya'. Thema tersebut sungguh
memiliki makna yang mendalam dan tidak pelak lagi, membutuhkan upaya keras
untuk mengejah-wantahkannya. Intinya adalah bagaimana sebagai makhluk
Tuhan yang Kristiani, seseorang mampu membantu menciptakan kedamaian dan
kesejahteraan di muka bumi yang amat beraneka-ragam ini. Saudara-saudara yang saya hormati, Pencapaian tujuan tersebut sungguh mudah diucapkan tetapi sulit untuk dilakukan. Itu menuntut ketabahan, kesungguhan, kasih-sayang, kesabaran, dan yang paling hakiki lagi adalah toleransi. Pemaksaan kehendak, penggunaan kekerasan, penghakiman sepihak bukanlah nilai-nilai yang dikenal di dalam ajaran Kristiani. Berdiri di tengah-tengah keluarga yang terpilah agamanya - Kristiani dan Muslim - saya memiliki keberanian untuk menegaskan bahwa sesungguhnya ketidak-mampuan dan keterbatasan pemahaman segelintir manusia atas nilai-nilai luhur ajaran dua agama agung tersebut telah mendorong dan menjerumuskan kita ke dalam jurang pertikaian, seperti yang telah kita saksikan bersama terjadi di Indonesia (Poso dan Maluku), Balkan (Serbia, Bosnia - Herzegovina, Kosovo), Russia (Chechnya), dan bahkan di Inggris (Irlandia Utara), dimana pembunuhan berskala massal terjadi. Ironisnya, pihak-pihak yang terlibat pertikaian di pelbagai belahan dunia tersebut, selalu menggunakan simbol-simbol suci keagamaan untuk merangsang anggota masyarakat untuk menebar kerusakan, bencana, dan kesedihan di muka bumi. Hal tersebut menggambarkan betapa dangkalnya pemahaman mereka atas nilai-nilai luhur keagamaan, termasuk Kristiani, yang sungguh tidak ternilai luhurnya itu. Oleh karena itu, sebagai wakil Pemerintah RI, saya
ingin kembali menghimbau seluruh warga Kristiani Indonesia Australia untuk
lebih mencurahkan perhatian di dalam mendalami ajaran Kristus agar terhindar
dari dosa-dosa yang telah ditentukan sebagai tidak terampunkan (Ten
Commandments). Apabila hal tersebut dapat diwujudkan, maka saya yakin
kita akan mampu mencapai tujuan yang termaktub di dalam thema perayaan
Hari Natal Tahun 2003 ini. Saudara-saudara yang saya hormati, Seperti tahun yang lalu, perayaan Natal tahun ini juga sungguh sangat istimewa karena berdekatan dengan Hari Raya Idul Fitri yang baru saja dirayakan oleh saudara-saudara kita ummat Islam. Jika kita simak secara mendalam, berdekatannya kedua hari agung kaum Kristiani dan Muslim tersebut menyiratkan suatu pesan yang mendalam, yaitu ajakan bagi para pemeluk agama-agama Ibrahim tersebut untuk saling mendekatkan diri, bekerjasama, dan berlomba-lomba menciptakan kedamaian dan perdamaian dunia yang akhir-akhir ini dilanda berbagai kesulitan, prahara perang, dan pertikaian yang tiada hentinya, terutama di Timur Tengah, daerah asal kedua agama agung tersebut. Saya yakin, sebagai anak bangsa yang dikenal tinggi budayanya, halus tutur-katanya, kita mampu menyumbangkan tenaga dan pikiran bagi terciptanya dunia yang penuh kedamaian dimana anak-cucu Adam dan Hawa mampu hidup berdampingan, terbebas dari perbedaan-perbedaan agama, ras, suku, dan warna kulit yang mereka miliki. Keaneka-ragaman itu merupakan hikmah yang diturunkan oleh Tuhan YME untuk dihayati dan dinikmati, tidak untuk dijadikan sebagai akar munculnya pertikaian. Sebagai penutup, sekali lagi saya menyampaikan selamat merayakan Natal kepada seluruh warga Kristiani Indonesia di Canberra. Semoga apa yang menjadi tujuan perayaan ini dapat kita wujudkan bersama. Selamat Tahun Baru 2004 dan terima kasih. Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. |
|
|
|
Canberra, 13 Desember 2003 ttd Imron Cotan |