KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273 6017


 

 

PERKEMBANGAN TERAKHIR SITUASI DI DAERAH BENCANA ALAM
HINGGA 30 DESEMBER 2004

1. Menurut data dari Departemen Kesehatan RI, sampai tanggal 30 Desember 2004 tercatat jumlah korban 45.268 jiwa meninggal dunia, 1240 orang hilang, dan 80.231 orang penduduk mengungsi. Jumlah korban terbesar berada di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
2. Perincian jumlah korban sementara sebagai berikut:
  Propinsi NAD:
 
a. Kota Banda Aceh
:
9.032
orang (meninggal)  
b. Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat
:
3.400
orang (meninggal)  
c. Krueng Mane, Kebupaten Bireun
:
117
orang (meninggal)  
d. Kabupaten Aceh Timur
:
41
orang (meninggal)  
e. Kabupaten Lhokseumawe
:
157
orang (meninggal), 89 hilang
f. Kabupaten Pidie
:
1.359
orang (meninggal)  
g. Kabupaten Aceh Utara
:
1.540
orang (meninggal), 443 hilang
h. Kabupaten Aceh Besar
:
9.000
orang (meninggal)  
i. Kabupaten Aceh Jaya
:
15.000
orang (meninggal)  
j. Calang, Kab. Aceh Jaya
:
5.000
orang (meninggal)  
k. Kabupaten Nagan Raya
:
168
orang (meninggal), 700 hilang
l. Kabupaten Simeuleu
:
4
orang (meninggal)  
  Propinsi Sumatera Utara:
 
a. Kabupaten Nias
:
227
orang (meninggal)  
b. Serdang Bedagai, Pantai Cermin
:
8
orang (meninggal), 3 hilang
c. Tapanuli Tengah (Sibolga)
:
1
orang (meninggal)  
3. Situasi di daerah bencana pada umumnya masih dalam tahap 'rescue' untuk mencari, mengumpulkan, dan menguburkan ribuan jenazah. Pada tahapan ini sangat diperlukan sekali tenaga-tenaga sukarelawan dalam jumlah besar, khususnya dari daerah lain di sekitar NAD, karena Pemerintah Daerah, aparat dan masyarakat di NAD selain banyak yang menjadi korban juga mengalami trauma dan kelelahan fisik dan mental yang serius.
4. Selain memerlukan tenaga sukarelawan, yang sangat dibutuhkan di daerah bencana adalah masker dan sarung tangan, mengingat jenazah-jenazah yang sudah beberapa hari belum terkubur banyak yang mulai membusuk dan berbahaya untuk kesehatan. Karena itu Pemerintah Indonesia sangat menghargai dan memfasilitasi tenaga medis atau sukarelawan kesehatan asing yang sudah berdatangan dan masih akan datang.
5. Hingga saat ini bantuan kemanusiaan, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri masih terus mengalir. Namun kendala serius yang dihadapi terutama adalah kurangnya sarana transportasi dan komunikasi untuk mengangkut dan mendistribusikan bantuan kemanusiaan yang ada ke daerah-daerah bencana alam. Karena itu cukup banyak bantuan kemanusiaan yang masih belum dapat terangkut dan didistribusikan, sehingga masih berada di Jakarta atau Medan. Pengangkutan dan pendistribusiannya terpaksa dilakukan secara bertahap, meskipun sesungguhnya kebutuhan masyarakat di daerah-daerah bencana alam sangat mendesak. Namun demikian, upaya pendistribusian mendapatkan prioritas untuk mencegah meningkatnya korban lebih lanjut.
6. Mengingat kondisi lapangan di daerah-daerah bencana alam, khususnya di NAD, sangat berat dan pada umumnya mengalami kehancuran sarana dan pra-sarana, alat transportasi yang cocok digunakan adalah pesawat helikopter, pesawat udara ringan, alat transportasi darat berupa sepeda, dan sepeda motor serta gerobak angkut (meskipun sebagian jalan darat ada yang terputus).


EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273 6017

________
Related:

Press Release: Indonesia Tsunami Relief Fund
Recent Development in Aceh as of 17 November 2005 (pdf)


Kembali