|
Menindaklanjuti
laporan sebelumnya, hingga tanggal 19 September 2005
Dana Sosial Departemen Luar Negeri RI yang terkumpul
sebagai dana bantuan untuk Korban Bencana Alam Gempa
Bumi dan Tsunami di Propinsi NAD dan Sumatera Utara
tersisa sebesar Rp. 67.889.214.888,00 (Enam Puluh
Tujuh Milyar Delapan Ratus Delapan Puluh Sembilan
Juta Dua Ratus Empat Belas Ribu Delapan Ratus
Delapan Puluh Delapan Rupiah).
Dari jumlah tersebut, sebesar Rp.
3.912.775.578,00 (Tiga Milyar Sembilan Ratus Dua
Belas Juta Tujuh Ratus Tujuh Puluh Lima Ribu Lima
Ratus Tujuh Puluh Delapan Rupiah) telah disalurkan
untuk membantu masyarakat yang menjadi korban
bencana alam tersebut, yang terdiri dari:
1. Sumbangan
dana Rp. 500.000.000,00 (Lima Ratus Juta Rupiah)
kepada Pondok Pesantren Khusus Yatim Piatu
As-Syafi’iyah di Bekasi, Jawa Barat pimpinan Dr.
Hj. Tuty Alawiyah. Pesantren ini menampung sekitar
190 anak yatim piatu korban bencana alam di Propinsi
NAD.
2. Pembangunan
kembali 92 unit rumah, dua Mushalla, satu Gedung
Sekolah (delapan ruangan), sarana air bersih untuk
publik, pengadaan peralatan pembuatan garam industri
rumah tangga, dan penghijauan komplek perumahan di
Blang Pidie, Aceh Barat Daya. Keseluruhannya
memerlukan dana sebesar Rp.3.331.250.000,- (Tiga
Milyar Tiga Ratus Tiga Puluh Satu Juta Dua Ratus
Lima Puluh Ribu Rupiah).
3. Sumbangan
beasiswa sebesar Rp. 25.000.000,- (Dua Puluh Lima
Juta Rupiah) kepada Sdr. Basri, utusan dari
Pemerintah Daerah NAD, mahasiswa S-2 Fakultas
Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia yang semula
mendapat beasiswa dari Pemerintah Daerah NAD dan
terputus karena peristiwa bencana alam.
4. Bantuan
dana sebesar Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)
kepada Sdr. Amirza Muslim, korban bencana alam
tsunami di Aceh dan mahasiswa Fakultas Ekonomi
Jurusan Akuntansi, Universitas Syi’ah Kuala di
Banda Aceh, untuk menyelesaikan skripsinya. Ybs
bekerja sebagai pengemudi di Posko Deplu RI di Banda
Aceh.
5. Bantuan
beasiswa selama dua tahun sebesar US $ 4627,93
kepada Sdr. Johar Jayadi alias Ye Yao Hai untuk
melanjutkan kuliahnya di Semester Enam di South
China University
of Technology, Guangzhou.
6. Bantuan
pembiayaan proyek kerjasama antara KBRI London
dengan Universitas Brawijaya, Malang mengenai
Penelitian Pendidikan Pasca Gempa Bumi dan Tsunami
di Propinsi NAD, sebesar Rp 479.800.000,- (Empat
Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Delapan Ratus Ribu
Rupiah).
7. Bantuan
beasiswa kepada dua mahasiswa asal Aceh yang sedang
mengikuti program S2 di London, Inggris sebesar
5.000,00 (Lima Ribu Pound Sterling). Bantuan
beasiswa mereka terputus karena bencana alam.
8. Bantuan
pengadaan/pembelian buku-buku referensi untuk
Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Syi’ah
Kuala, Banda Aceh, dan biaya pengirimannya ke Banda
Aceh, total sebesar Rp. 52.525.578,00 (Lima Puluh
Dua Juta Lima Ratus Dua Puluh Lima Lima Ratus Tujuh
Puluh Delapan Rupiah).
Selanjutnya Dana Bantuan Sosial Departemen
Luar Negeri RI (Deplu RI) untuk korban bencana gempa
bumi dan gelombang tsunami di Propinsi NAD dan
Sumatera Utara, yang pengumpulannya didapat dari
sumbangan masyarakat di seluruh dunia, rencananya
akan disalurkan untuk beberapa kegiatan dan tujuan
antara lain: pembangunan sarana dan Kampus
Politeknik NAD di Blang Bintang, Kabupaten Aceh
Besar; pembangunan sarana pendidikan Madrasah
Ibtidayah Negeri di Dayah Tgk. Chik Dipante,
Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Pidie; pembangunan
balai latihan atau pusat ketrampilan untuk
siswa-siswa putus sekolah, dan kebutuhan alat peraga
pendidikan SD/MI, SMP/MT, dan SMA/MA di 21 Kabupaten
di Propinsi NAD; serta rencana pembangunan Pesantren
Terpadu Teuku Nyak Arif di Banda Aceh.
Saat ini Deplu RI sedang memproses kelayakan
proyek-proyek tersebut, dan rencana dana bantuan
sosial yang akan disalurkan kepada korban bencana
alam untuk proyek-proyek di atas akan berjumlah
total Rp. 219.496.185.500,- (Dua Ratus Sembilan
Belas Milyar Empat Ratus Sembilan Puluh Enam Juta
Seratus Delapan Puluh Lima Ribu Lima Ratus Rupiah).
Deplu RI merupakan salah satu instansi
Pemerintah RI yang pertama membantu
pembangunan/penyediaan sarana perumahan dan sarana
umum lainnya yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat
korban bencana alam di Blang Pidie, Kabupaten Aceh
Barat Daya. Menteri Luar Negeri RI telah meresmikan
penyelesaian dan pemakaian komplek perumahan
tersebut pada tanggal 3 September 2005. Ungkapan
penghargaan masyarakat di perumahan tersebut
diwujudkan dalam bentuk penamaan beberapa Jalan
dengan nama “Jalan Deplu Raya”, Jalan
Pejambon”, dan “Caraka Buana” yang terletak di
jalan masuk utama komplek perumahan tersebut.
Canberra, 29 September 2005
|