JUNI 2007

BRR ACEH DAN NIAS MODEL REKONSTRUKSI TERBAIK DI DUNIA

Medan - Kerja keras Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) dan berbagai lapisan masyarakat Aceh dan Nias mendapat pujian dari berbagai negara dan dijadikan model karena dianggap sukses dalam melakukan rekonstruksi kawasan terkena bencana.

Menteri Pembangunan Kerjasama Internasional Inggris, Menteri Pembangunan Jerman dan pihak PBB menyampaikan itu kepada Ketua BRR Aceh dan Nias, Kuntoro Mangkusubroto ketika berkunjung ke Eropa baru-baru ini yang diungkapkan mantan Mentamben itu di Medan, Kamis (21/06).

Dalam pertemuan dengan para pimpinan media massa di Medan, Kuntoro mengatakan, pertanyaan yang muncul dari kalangan Eropa bukan lagi pencapaian program kerja melainkan mengapa Indonesia melalui BRR bisa berhasil berbuat demikian ditengah banyaknya kritik tajam pers dari dalam negeri sendiri.

Pendapat dan harapan dari pihak PBB maupun kalangan pemerintahan dan lembaga-lembaga internasional itu, menurut dia, sudah disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan SBY meminta BRR agar mengapresiasinya dengan baik dan terus bekerja lebih keras lagi.

Kuntoro menambahkan, bencana tsunami di Aceh dan Nias telah menjadi laboratorium dunia baik dari dahsyatnya musibah atau luar biasanya bencana yang tidak ada di tempat lain maupun keberhasilan dalam melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi yang baru berjalan dua tahun dari empat tahun yang direncanakan.

Menteri Pembangunan Kerjasama Internasional Inggris mengapresiasi keberhasilan itu dengan menjanjikan pemberian bantuan bencana tambahan kepada BRR untuk mempercepat dan meningkatkan hasil rekonstruksi di Aceh dan Nias melalui PBB, sementara di dalam negeri sendiri BRR selalu mendapat sorotan tajam, ujarnya.

Ia tidak membantah sorotan tajam dari pers itu bukan tidak mungkin telah menjadi "spirit" dan dorongan bagi jajaran BRR dalam melaksanakan beban berat ditengah-tengah kondisi masyarakat yang baru dilanda musibah dan infrastruktur yang sudah luluh lantak dihantam gempa dan gelombang tsunami dua tahun lalu.

Menjawab pertanyaan, Kuntoro mengungkapkan pula bahwa dari sejumlah negara yang sudah menyatakan komitmennya membantu rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dan Nias dengan total nilai mencapai 7 miliar dollar AS sekitar 85 persen sudah direalisasi yang digunakan untuk program BRR antara lain pembangunan infrastruktur dan berbagai fasilitas pendukungnya.

Beberapa dari hasil pembangunan yang sudah diserahkan kepada pemerintah atau departemen perhubungan justru yang berada di Nias, seperti pengelolaan bandara dan pelabuhan sedangkan yang lainnya masih dalam proses termasuk menyiapkan sumberdaya manusia di bidang kesehatan dengan mengirimkan tenaga dokter belajar ke daerah lain.

Khusus tenaga birokrat pemerintahan dari Aceh sebanyak 30 orang sudah dikirim belajar ke Australia dan satu orang ke India, karena sistem administrasi dan pemerintahan negara bekas jajahan Inggris itu dinilai cukup baik, kata Kuntoro yang didampingi Kepala BRR Perwakilan Nias, William P Sahbandar dan Kepala Bainfokom Sumut, Eddy Syofian.

Dia mengungkapkan pula sebanyak 71 ribu unit rumah layak huni telah ditempati masyarakat Aceh dan Nias dan saat ini 31 ribu lagi sedang dalam proses pembangunan yang pada November tahun ini rumah ke 100 ribu selesai dibangun. (Antara, 21/6/07)


Back

Embassy of the Republic Indonesia in Canberra