Mei 2007

DUA TAHUN BRR ACEH-NIAS, SEPARUH DANA SUDAH TERSERAP

Jakarta - Lebih separuh anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan pembangunan kembali Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Nias, Sumatera Utara (Sumur) akibat bencana alam gempa bumi dan tsunami sudah dibelanjakan serta terserap bagi berbagai proyek di daerah tersebut.

"Sekitar 3,8 miliar dollar AS dari 7,1 miliar dollar AS alokasi anggaran bagi pembangunan kembali NAD-Nias sudah dibelanjakan dalam berbagai proyek dan kegiatan," kata Kepala BRR NAD-Nias Kuntoro Mangkusubroto dalam forum koordinasi Aceh-Nias di Jakarta..

"Coordination Forum for Aceh and Nias (CFAN)-3 ini dimaksudkan untuk memberi informasi mengenai semua permasalahan dan rekonstruksi sektor maupun tematis dalam sebuah represntasi sehingga bisa mendapatkan jawaban dan komentar dari para pemimpin yang mewakili lembaga-lembaga donor.

Peserta yang ikut dalam CFAN-3 ini antara lain Perwakilan PBB, Duta Besar yang ikut membantu tugas kemanusiaan, Wakil Gubernur (Wagub) Muhammad Nazar, sejumlah utusan Kabupaten/Kota, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM/NGO) regional, nasional dan internasional serta sejumlah wakil organisasi dari negara donor.

Kuntoro Mangkusubroto mengatakan, pertemuan koordinasi antar pelaku rekonstruksi Aceh-Nias ini membahas sejumlah tema utama, antara lain masalah pembangunan rumah korban bencana alam gempa dan tsunami, infrastruktur, ekonomi dan usaha yang hancur akibat musibah tersebut.

Pendanaan yang dibutuhkan untuk rekonstruksi dua daerah Aceh-Nias diperkirakan sebesar 6,1 miliar dolar AS. Nilai ini mencakup estimasi kerusakan dan kerugian akibat bencana tsunami sebesar 4,5 miliar dollar AS, 400 juta dollar AS untuk bencana gempa Nias 2005 dan 1,2 miliar untuk menyesuaikan dengan laju inflasi.

Dari 7,1 miliar dollar AS komitmen Pemerintah Indonesia, donor internasional dan lembaga lain, 5,8 miliar dollar AS di antaranya telah dialokasikan dalam berbagai rencana proyek. Dari jumlah tersebut, 3,8 miliar dollar (sekitar Rp30 triliun) telah dibelanjakan dalam berbagai bentuk proyek dan kegiatan selama dua tahun terakhir.

Ini merupakan pencapaian yang menggembirakan. Setelah dua tahun rekonstruksi dan rehabalitasi Aceh dan Nias, di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi, separuh anggaran telah terserap untuk membangun berbagai sarana fisik dan non fisik yang rusak akibat bencana alam tersebut, kata Kuntoro.

Pada kesempatan itu, Kuntoro sebagai Kepala BRR NAD-Nias menyampaikan terima kasih kepada semua pihak termasuk dunia internasional yang tetap memiliki komitmen yang tinggi untuk membantu kegiatan rekonstruksi di provinsi ujung paling Barat di Indonesia dan pulau Nias tersebut.

Selain masalah rekonstruksi fisik seperti infrastruktur, perumahan, gedung pemerintah dan fasilitas lainnya, dalam forum tersebut berkembang isu mengenai transisi penyerahan “mandat” kepada Pemerintah Provinsi pasca berakhirnya tugas BRR di Aceh. Persoalan mendapat perhatian serius dari peserta CFAN-3.

Wakil Gubernur Provinsi NAD Muhammad Nazar menyatakan siap menerima seluruh kegiatan pasca berakhirnya masa tugas BRR di Aceh. Pemerintah daerah bersama semua instansi yang ada sudah mempersiapkan segala sesuatu berkaitan dengan penyerahan mandat tersebut, katanya. (Antara, 24/4/07)


Back

Embassy of the Republic Indonesia in Canberra