|
Pada
hari Kamis 6 Oktober 2005
pukul 17.30 waktu setempat KBRI Canberra
telah menyelenggarakan acara Memorial
Service di Balai Kartini untuk
menghormati, mengenang dan berdoa bagi para korban
yang meninggal dan cedera akibat kejadian tersebut.
Acara
Memorial
Service yang berlangsung secara khidmat selama
45 menit tersebut diikuti oleh sekitar 150 orang,
yang terdiri dari para pejabat pemerintahan
Australia, kalangan korps diplomatik, Perhimpunan
Pelajar Indonesia di Australia (PPIA), Dharma
Wanita Persatuan, segenap staf KBRI Canberra,
warga kota Canberra serta masyarakat Indonesia di
Canberra dan sekitarnya. Diantara para hadirin
terdapat Chief
of the Australian Defence Force (ADF) Angus
Houston (AH), Chief
of the Australian Police Force (AFP) Mick
Keelty (MK) dan Secretary of the Department of
Foreign Affairs and Trade (DFAT) Michael
L’Estrange (ME).
Acara
diawali dengan minute of silence bagi para korban dan diikuti dengan sambutan
singkat oleh Kuasa Usaha ad Interim KBRI Canberra
Y. Kristiarto S. Legowo, yang pada pokoknya
kembali menyampaikan ucapan terima kasih kepada
pemerintah dan masyarakat Australia atas
penyampaian ucapan belasungkawa, simpati dan
bantuan yang diberikan sehubungan dengan kejahatan
teroris tersebut serta seruan agar masyarakat
Australia tidak meninggalkan Bali dalam keadaan
yang sedang sulit ini. Disampaikan bahwa bangsa
Indonesia kini sedang diuji ketahanannya namun
Indonesia senantiasa tegar untuk tidak tunduk
menghadapi tindakan teror dan hal tersebut justru
memperkuat determinasi Indonesia untuk memburu dan
mengadili para pelaku, siapapun mereka.
Atas
nama pemerintah Australia, Secretary of the
Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Michael L’Estrange
juga telah menyampaikan sambutan singkat yang pada
pokoknya menyampaikan penghargaan kepada KBRI atas
inisiatif penyelenggaraan acara ini, menegaskan
Australia bersama-sama dengan Indonesia merasakan
suatu deep sense of loss atas hilangnya korban dan cederanya banyak orang
yang diakibatkan oleh kekerasan keji minggu lalu.
Untuk itu Australia akan terus mendukung Indonesia
dalam upaya menegakkan nilai-nilai demokratis dan moderation
di kalangan masyarakat. Tindakan keji minggu lalu
justru akan semakin menyatukan Indonesia dan
Australia dalam upaya menangkal the
forces of evil and violence.
Acara
pokok Memorial
Service adalah doa bersama (interfaith
prayer) masing-masing dipimpin oleh Sdr.
Taufick Prabowo mewakili umat Islam, Sdr. I Wayan
Arka mewakili umat Hindu dan Reverend
James Haire (President of the Uniting
Church, Australia) mewakili umat Kristiani. Para
hadirin telah mengikuti acara doa bersama tersebut
secara khidmat dan khusuk.
Selain
acara Memorial Service, KBRI Canberra juga telah
membuka pengisian buku duka cita selama dua hari
yang dilakukan pada hari Kamis 6 Oktober hingga
Jumat 7 Oktober 2005 di Ruang Tamu KBRI Canberra.
Acara tersebut telah mendapat perhatian media TV
Australia dengan penayangan gambar saat pejabat
Australia dan kalangan diplomatik di Australia
datang untuk mengisi buku duka cita tersebut.
Canberra, 7 October 2005
Media inquiries
: contact the Information Officer of the Embassy
at + 612 62508642
|