Hingga
tanggal 31 Juli 2005, Departemen Luar Negeri
Republik Indonesia telah menerima dana sejumlah
Rp. 73.495.255.320,90 (tujuh puluh tiga milyar
empat ratus sembilan puluh lima juta dua ratus
lima puluh lima ribu tiga ratus dua puluh rupiah
dan sembilan puluh sen). Dana ini terkumpul dari
berbagai perwakilan Pemerintah RI di seluruh
dunia, dan berasal dari sumbangan sukarela
masyarakat seluruh dunia, baik secara individu
maupun kelompok. Jumlah ini termasuk bunga bank
dan belum dikurangi biaya operasional bank.
Hingga
tanggal 26 Juli 2005, dana yang telah disalurkan
dan dikeluarkan untuk membantu para korban
bencana alam tersebut berjumlah Rp.
7.851.613.933,50 (tujuh milyar delapan ratus
lima puluh satu juta enam ratus tiga belas ribu
sembilan ratus tiga puluh tiga rupiah dan lima
puluh sen), sehingga tersisa dana Rp.
65.643.591.387.40 (enam puluh lima milyar enam
ratus empat puluh tiga juta lima ratus sembilan
puluh satu ribu tiga ratus delapan puluh tujuh
rupiah dan empat puluh sen). Sisa dana ini
tersimpan di Bank BNI Cabang Dukuh Bawah,
Jakarta, dengan Nomor Rekening 14474181.
Uang
yang dikeluarkan tersebut disalurkan untuk
keperluan:
-
Pondok Pesantren Yatim Piatu As
Syafi’iah (Pimpinan Hj. Dr. Tuti Alawiyah)
yang menampung anak-anak yatim korban
tsunami dari Propinsi Nanggroe Aceh
Darussalam (NAD).
-
Pembangunan kembali 92 rumah, masjid,
gedung sekolah tingkat dasar, dan sarana air
bersih di tiga desa wilayah Blangpidie, Aceh
Barat Daya.
-
Beasiswa 2(dua) mahasiswa Aceh yang
terputus bantuan bea siswa dan biaya
kuliahnya akibat bencana. Kedua mahasiswa
yang sedang kuliah di Fakultas Ekonomi
Universitas Syiah Kuala dan Program Pasca
Sarjana (S2) Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Indonesia ini, semula mendapat
bea siswa dari Pemda Aceh.
-
Pembelian buku referensi untuk
Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Syah
Kuala, Banda Aceh.
-
Pembiayaan operasional Posko
Depertemen Luar Negeri RI di Banda Aceh dan
Medan.
-
Biaya pajak dan operasional bank.
Departemen Luar Negeri RI juga sedang
memproses rencana bantuan lain yang
dikoordinasikan dengan Badan Rekonstruksi dan
Rehabilitasi (BRR), dan Pemerintah Daerah NAD.
Rencana bantuan tersebut untuk membangun Gedung
Pendidikan Politeknik di Banda Aceh, dimana
Yayasan Pena (Banda Aceh) akan menyediakan
lahannya.
Dana Sosial Departemen Luar Negeri RI ini
dikelola secara transparan dengan memperhatikan
prinsip akuntabilitas. Pengelolaan dilakukan
dibawah pengawasan Menteri Luar Negeri RI,
dibantu oleh Sekretaris Jenderal dan Inspektur
Jenderal, serta para Kepala Biro yaitu Kepala
Biro Administrasi Menteri, Kepala Biro Keuangan,
dan Kepala Biro Hukum. Dana Sosial ini juga
telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan
(BPK) dan Inspektorat Jenderal Departemen Luar
Negeri RI, serta dilaporkan secara tertulis
kepada Wakil Presiden RI selaku Ketua Bakornas
Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP),
Ketua BPK, dan Menteri Koordinator Bidang
Kesejahteraan Rakyat selaku Wakil Ketua PBP.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI)
di Canberra telah mengirimkan dana sumbangan
masyarakat Australia dan Indonesia kepada
pengelola Dana Sosial Departemen Luar Negeri RI
agar disalurkan untuk membantu korban bencana
alam di Propinsi NAD dan Sumatera Utara. Dana
yang dikirim oleh KBRI Canberra tersebut
berjumlah A$92,500.00 (sembilan puluh dua ribu
lima ratus dollar Australia) atau Rp.
690.370.000,- (enam ratus sembilan puluh juta
tiga ratus tujuh puluh ribu rupiah). Hingga kini
KBRI Canberra masih membuka rekening di
Commonwealth Bank untuk menampung keinginan
masyarakat yang masih berniat untuk membantu
korban bencana alam gempa bumi dan tsunami di
Propinsi NAD dan Sumatera Utara.
Pada
kesempatan ini, Kedutaan Besar Republik
Indonesia di Canberra mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada semua pihak di
Australia yang telah memberikan perhatian,
partisipasi, bantuan, dan sumbangan untuk korban
bencana alam gempa bumi dan tsunami di Propinsi
NAD serta Sumatera Utara. Laporan
pertanggungjawaban penggunaan dana sumbangan
tersebut akan terus diperbarui dari waktu ke
waktu dan dimuat dalam Website KBRI Canberra www.kbri-canberra.org.au
Canberra, 9 Agustus 2005