Pada tanggal 3 Januari
2005, Kedutaan Besar RI Canberra telah menyelenggarakan
malam renungan untuk mengenang para korban bencana
Tsunami yang melanda provinsi Aceh dan Sumatera
Utara, 26 Desember 2004 yang lalu. Tiga tokoh
agama Islam, Katolik, dan Hindu turut memimpin
dan memberikan doa bagi keselamatan bangsa Indonesia.
Selain mengenang para korban, para peserta juga
mengumpulkan dana senilai Rp. 110.390.658,8 yang
akan disalurkan kepada para korban di daerah yang
terkena dampak bencana tersebut.
Di tengah-tengah lebih dari
250 peserta, tampak hadir antara lain Ric
Smith, Kepala Departemen Pertahanan Australia,
Angus Houston, Kepala Staf Angkatan Udara
Australia, Philip Flood, mantan Dubes
Australia untuk Indonesia, Annette Ellis,
Anggota Parlemen Federal Australia, Paul
Grigson, Pejabat Senior Kementerian Luar
Negeri Australia, kalangan korps diplomatik,
serta sejumlah tokoh-tokoh agama dan masyarakat
Australia lainnya.
Dalam kesempatan tersebut,
Duta Besar RI Imron Cotan, kembali menyampaikan
rasa terima kasih Pemerintah RI dan rakyat Indonesia
kepada Pemerintah Australia dan rakyatnya yang
telah memberikan tanggapan cepat dan bantuan
besar di dalam upaya menanggulangi dampak dari
bencana tersebut, sementara sejumlah negara
lain masih berupaya mencernakan apa yang sedang
terjadi. Duta Besar RI menyatakan dapat memahami
lambannya reaksi dunia karena akhir-akhir ini
ancaman memang selalu dianggap datang dari manusia
(teroris) tidak dari alam. Terlepas dari banyaknya
korban yang jatuh, badai tsunami tersebut telah
menumbuhkan solidaritas diantara negara-negara
di dunia terutama antara Indonesia dan Australia.
Untuk itu dihimbau pula agar Australia terus
memberikan kontribusinya di dalam upaya mensukseskan
program tiga-langkah Presiden RI yang terdiri
dari: upaya penyelamatan, rehabilitasi, dan
rekonstruksi daerah-daerah yang terkena dampak
bencana dimaksud. Pemerintah RI telah memutuskan
penyelenggaraan ASEAN Tsunami Summit, Jakarta,
6 Januari 2005 yang diharapkan mampu menyediakan
dana bagi keperluan tersebut.
Dalam sambutan balasannya,
mewakili Pemerintah Australia, Paul Grigson
menegaskan bahwa Australia telah memberikan
komitmen penuh untuk terus membantu Pemerintah
RI dan rakyat Indonesia tidak hanya untuk membangun
kembali infrastuktur yang hancur, tetapi juga
kehidupan para korban yang selamat dari bencana
alam dimaksud.
Canberra, 5 Januari 2005