KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA


DEPARTEMEN LUAR NEGERI
REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

No. 78/PR/XI/2004

 

Dialog Negara-Negara Pasifik Barat Daya Sangat Bermanfaat

 

Victor Harbor, Australia, 3 Desember 2004 : Menteri Luar Negeri RI, Hassan Wirajuda, mengatakan bahwa dialog yang dilakukan secara reguler dengan para Menlu dari negara-negara Pasifik Barat Daya telah terbukti sangat bermanfaat dan mendorong negara-negara tersebut untuk lebih memahami satu dan lainnya. "Forum Dialog Pasifik Barat Daya atau Southwest Pacific Dialogue memang didesain untuk menyediakan struktur bagi negara-negara di sub-kawasan agar dapat secara reguler bertukar informasi dan pandangan tentang masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama," kata Hassan Wirajuda.

Southwest Pacific Dialogue (SWPD) melakukan pertemuan tingkat menteri di Victor Harbor, Australia Selatan (sekitar 1 jam dengan mobil dari Adelaide) pada tanggal 3 Desember 2004. Pada pertemuan itu telah dilakukan tukar pikiran tentang situasi terorisme di kawasan, kerjasama kawasan untuk melawan terorisme, dan kerjasama keamanan maritim. Selain itu, isu-isu kejahatan lintas negara (seperti penyelundupan manusia, illegal fishing dan perompakan) serta tantangan pembangunan (seperti pertumbuhan dan peningkatan keterampilan sumber daya manusia, wabah HIV/AIDs, dan penyakit menular seperti flu burung) juga dibicarakan.

Indonesia telah menyampaikan informasi tentang Program Beasiswa Seni dan Budaya yang telah diadakan dua kali, masing-masing Juni­-Agustus 2003 dan September-Desember 2004. Program kedua akan ditutup secara resmi di Yogyakarta pada tanggal 5 Desember 2004. Pada tahun 2003 program telah diikuti oleh 14 peserta dari 6 negara SWPD, sedangkan pada tahun 2004 program telah diperluas sehingga menjangkau 27 peserta dari negara-negara SWPD, negara-negara ASEAN, dan Fiji. Program yang dilakukan di Angklung Saung Udjo Art Center (Bandung), Retno Aji Mataram Art Center (Yogyakarta), dan Taman Sari Art Center (Denpasar, Bali) telah disambut hangat dan sangat dihargai oleh negara-negara SWPD karena terbukti telah menjadi ajang saling-memperkaya budaya di antara para peserta maupun antara peserta dan penduduk setempat.

Para Menteri SWPD menyambut baik dan. memberi perhatian besar pada inisiatif Pemerintah Indonesia untuk bekerjasama dengan Pemerintah Australia dan PP Muhammadiyah, menyelenggarakan International Dialogue on Interfaith Cooperation di Yogyakarta pada tanggal 6 dan 7 Desember 2004. Interfaith Dialogue tersebut dihadiri oleh para tokoh dan pemimpin keagamaan dari negara-negara ASEAN dan SWPD, dan akan dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pagi hari Senin tanggal 6 Desember 2004.

Indonesia juga telah berbagi informasi tentang kemajuan penanganan terutama hasil-hasil proses peradilan dalam kasus-kasus terorisme seperti bom Bali, bom Marriott, dan bom Kuningan. Di samping itu, Indonesia juga telah menyampaikan informasi tentang berbagai kegiatan Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation.

SWPD kembali akan bertemu di New York, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB, pada bulan September 2005 dengan Indonesia bertindak sebagai tuan rumah. Untuk tahun 2006, telah disepakati untuk melakukan pertemuan di Filipina.

SWPD beranggotakan 6 negara, yaitu Indonesia, Australia, Selandia Baru, Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste. Atas inisiatif Indonesia, SWPD dibentuk pada tanggal 5 Oktober 2002 di Yogyakarta. Pertemuan SWPD tingkat menteri dilakukan setiap tahunnya, dengan berselang-seling antara diadakan di negara anggota dan di markas besar PBB di New York. Pada tahun 2003, pertemuan SWPD diselenggarakan di New York pada tanggal 27 September 2003.

 

Victor Harbor, 3 Desember 2004


Embassy of Indonesia, Canberra - Australia