| Lokakarya Nasional dengan tema "Indonesia:
Tantangan bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam menghadapi
Integrasi Global dan Otonomi Daerah" diselenggarakan
pada tanggal 8 - 9 Juni 2004 di Hotel Aryaduta Jakarta dan
dibuka secara resmi oleh Menteri Luar Negeri RI, Dr. Hassan
Wirajuda. Lokakarya ini terselenggarakan atas kerjasama
antara Departemen Luar Negeri RI, UNCTAD-UNDP Global Programme
on Globalization, Liberalization and Sustainable Human Development,
dan didukung oleh United Nations Special Facility for Indonesian
Recovery (UNSFIR). Hadir pada acara lokakarya sejumlah pejabat
pemerintah dan organisasi internasional antara lain, Prof.
Dr. Eriyatno, Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan
UKM, Zainal Arifin, Direktur Jenderal Industri dan dagang
Kecil Deperindag, Susanto Sutoyo, Direktur Jenderal Multilateral
Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Departemen Luar Negeri,
dan United Nations Development Programme (UNDP) Resident
Representative, Bo. Asplund, pejabat United Nations Conference
on Trade and Development (UNCTAD) dan UNDP lainnya.
Lokakarya ini merupakan kelanjutan dari program bersama
UNCTAD-UNDP Global Programme on Globalization, Liberalization
and Sustainable Human Development". Adapun tujuan
pelaksanaan program tersebut adalah membantu negara-negara
berkembang dalam membangun ekonominya untuk berintegrasi
ke dalam perekonomian global dan sekaligus memberikan
dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan berkelanjutan
khususnya di sektor UKM serta memperkuat daya swing UKM
dalam konteks globalisasi dan liberalisasi.
Adapun sasaran dari penyelenggaraan lokakarya nasional
ini, antara lain pertama, meningkatkan kemampuan pemerintah
untuk memformulasikan strategi yang memungkinkan pengembangan
UKM sehingga dapat berintegrasi ke dalam perekonomian
global. Kedua, mendukung upaya pemerintah dan semua pihak
yang terkait dalam penanganan dan pengembangan UKM dalam
pelaksanaan otonomi daerah. Ketiga, memberikan peningkatan
kemampuan kapasitas dengan pencarian solusi yang praktis
bagi UKM dan keempat, memperkuat kelembagaan guna penataan
ekonomi yang efektif dan manajemen kebijakan liberalisasi
dalam rangka menuju pembangunan manusia berkelanjutan
(sustainable human deveiopment).
Diharapkan lokakarya nasional ini dapat merangkum pula
berbagai "lesson learnt" dan "best practices"
yang beranekaragam dari berbagai daerah, dan mampu merumuskan
rekomendasi praktis dan realistis mengenai strategi nasional
yang komprehensif untuk ditawarkan kepada Pemerintah bagi
peningkatan kemampuan UKM dalam bidang kelembagaan, manajemen
dan sumber daya manusia.
Peserta lokakarya nasional berasal dari berbagai pemangku
kepentingan (stakeholders) antara lain Pemerintah, LSM,
Swasta, Akademisi, Think-tank, Bisnis terutama UKM, Perbankan,
serta peserta dari Jayapura, Medan, Makassar, Padang,
Samarinda dan Bandung.
|