KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA

 


 

SIARAN PERS

PERKEMBANGAN EVALUASI PELAKSANAAN OPERASI TERPADU DI
PROPINSI NANGROE ACEH DARUSSALAM
KADARMIL - II, PERIODE 19 NOPEMBER 2003 - 18 FEBRUARI 2004

Pendahuluan

Sampai pada tiga bulan pelaksanaan Keppres No. 97 Tahun 2003 tentang Perpanjangan Keadaan Bahaya dengan Tingkatkan Keadaan Darurat Militer di Propinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dan digelarnya Operasi Terpadu Tahap II, dapat dikatakan berhasil ditandai dengan mulai pulihnya kehidupan sosial ekonomi masyarakat, meningkatnya jumlah pemerintahan tingkat kecamatan dan desa yang berfungsi serta peningkatan keberanian masyarakat dalam melawan pemberontak GAM.

Keberhasilan Operasi Terpadu ini ini sangat penting pula untuk mendukung kegiatan Pemilu 2004 yang harus berjalan dengan aman, netral, dan demokratis.

Situasi Umum

Meskipun GAM masih terus melakukan intimidasi, penculikan, perampasan, penembakan dan pembunuhan terhadap masyarakat terutama yang membantu TNI, sebagian besar masyarakat sudah mulai kembali bekerja. Pemda NAD telah memperluas lapangan kerja secara bertahap dan terpadu (misalnya dengan menetapkan Kawasan Industri Perkebunan Jantho, Soru, Simpang Kanan, dan Babahrot), memenuhi kebutuhan sembako dengan harga yang relatif normal, dan memperbaiki sarana transportasi sehingga masyarakat sudah banyak menggunakan jalur darat untuk bepergian ke luar kota maupuan untuk jalur distribusi sembako.

Jumlah para pengungsi di NAD juga sudah berkurang. Sampai dengan tanggal 18 Februari 2004, jumlah warga yang masih mengungsi tinggal 5.096 orang atau 1.196 kepala keluarga.

Roda pemerintahan juga terus berjalan, ditandai dengan bertambahnya pemerintahan kecamatan dan desa yang berfungsi. Pemerintahan di tingkat Kecamatan yang berfungsi meningkat menjadi 214 kecamatan, yang kurang berfungsi menurun menjadi 13 kecamatan. Sementara itu di tingkat desa, sejumlah 5028 desa telah berfungsi, 826 desa kurang berfungsi, dan 93 desa tidak berfungsi. Untuk mendukung kinerja pemerintah, terdapat 97.788 Pegawai Negeri Sipil yang telah didata ulang.

Sementara dalam memerangi GAM, TNI telah berhasil melumpuhkan 1.095 anggota GAM sehingga seluruh anggota GAM yang dilumpuhkan berjumlah 4.462 orang, dan 318 senjata disita sehingga secara keseluruhan terdapat 819 pucuk senjata yang telah ditahan TNI.

Sejak pelaksanaan operasi terpadu periode ini, terdapat 30 orang anggota TNI/Polri yang gugur sehingga total korban dari pihak TNI/Polri berjumlah 124 orang, sedangkan yang terluka tembak berjumlah 81 orang (sehingga total luka adalah 294 orang) dan sebuah senjata TNI telah dirampas sehingga menjadi 29 senjata TNI yang dirampas GAM.

Dalam operasi penegakan hukum, TNI telah menahan 415 anggota GAM (secara total TNI telah menahan 3.982 orang anggota GAM), menerima penyerahan diri anggota GAM sebanyak 186 orang (terdapat 1.767 anggota GAM yang menyerahkan diri). TNI telah pula melakukan penyelidikan terhadap 411 orang yang dicurigai terlibat GAM (sehingga 4.744 orang diperiksa). Sedangkan Polri sampai dengan tanggal 18 Februari 2004 telah menahan 1.770 orang dimana 959 orang telah diputus pengadilan, 663 orang telah diserahkan kepada Pemda untuk dibina, dan 172 orang dibebaskan karena tidak ada bukti yang cukup. Sebanyak 9 anggota TNI dan 33 anggota Polri yang melakukan pelanggaran juga telah dihukum.

Penanganan gangguan Kamtibmas dan tindak pidana yang telah dilakukan adalah sbb:

a. Perampasan SIM/STNK : 19 kasus
b. Pembakaran Bangunan : 159 buah
c. Pembakaran alat berat/mobil : 10 unit
d. Sweeping : 80 kasus
e. Penculikan : 146 orang
f. Peledakan bom : 44 kasus
g. Temu mayat : 552 orang

 

 

 

 

 

Dalam rangka menghadapi Pemilu 2004, sampai dengan tanggal 18 Februari 2004 terdapat 3.899.367 orang penduduk dengan jumlah penduduk yang berhak untuk memilih pada Pemilu 2004 adalah 2.476.533 orang. Untuk persiapan Pemilu 2004 tersebut, telah disediakan 11.024 tempat pemungutan suara dengan 2.339 rayon daerah pemilihan.


Canberra, 9 Maret 2004

 


Embassy of Indonesia, Canberra - Australia

 

Related Links:
:: 4 Mei 2004: Perkembangan Evaluasi Pelaksanaan Operasi Terpadu di Propinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai Periode 18 April 2004
:: 10 Februari 2004: Perkembangan Evaluasi Pelaksanaan Operasi Terpadu di Propinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai Periode Februari 2004