Pada tanggal 14 dan 15 Februari 2004 di Garema
Place dan Glebe Park, Canberra, Tim Kesenian IRIANTOS
dari Manokwari, Irian Jaya, telah turut memeriahkan acara
Canberra Multicultural Festival 2004 dengan menampilkan lagu-lagu
tradisional Irian Jaya untuk mengiringi Tari Tifa,
Tari Mayai Marowa dan Tari Api.
Penampilan kesenian dari Irian Jaya yang juga
diselingi oleh tarian tradisional Tandak Ganjen dari Jakarta
dan Tari Rantak dari Sumatra Barat oleh para remaja Indonesia
di Canberra tersebut, telah mendapat sambutan yang sangat
meriah dari sekitar lima ratus pengunjung festival.
Tim Kesenian dari Manokwari ini terdiri dari
26 orang dan dipimpin oleh Sdr. Ocky Raubaba, yang khusus
datang ke Canberra untuk memenuhi undangan KBRI mengikuti
Multicultural Festival yang setiap tahunnya diadakan di Canberra.
Maksud dari ditampilkannya kesenian khas Irian Jaya di tengah-tengah
masyarakat Canberra adalah untuk menunjukkan kepada publik
Australia bahwa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika memiliki
kesenian yang beragam dan masih tetap dipelihara dengan baik
seperti yang ditampilkan oleh kelompok Iriantos tersebut.
Dalam acara makan makam di Wisma Indonesia
atas undangan Duta Besar RI, Imron Cotan, tanggal 14 Februari
2004, tim kesenian Iriantos, disamping menarikan Tari Api,
telah juga menampilkan tarian lainnya yaitu Tari Sajojo dan
menyanyikan lagu-lagu Irian Jaya yang penuh semangat serta
energik. Pada kesempatan tersebut, lagu-lagu yang dinyanyikan
dilelang dihadapan hadirin yang terdiri dari staf KBRI dan
tokoh-tokoh masyarakat Indonesia di Canberra. Dari pelelangan
lagu-lagu ini berhasil terkumpul dana sebesar Aus $ 1800,
yang akan disumbangkan untuk membantu korban bencana alam
di Nabire, Irian Jaya. Sumbangan tersebut akan diserahkan
langsung oleh Sdr. Ocky Raubaba, pimpinan Tim Kesenian Iriantos,
setibanya dari Australia.
Disamping tampil dalam acara Canberra Multicultural
Festival 2004, Tim Kesenian Iriantos juga mengadakan 'workshop'
di beberapa sekolah di Canberra antara lain Narrabundah College,
Merici College, Burgmann Anglican School, dan St. Gregory
Primary School, Queanbeyan. Workshop ini dimaksudkan untuk
memperkenalkan kesenian dari Irian Jaya sebagai salah satu
jenis kesenian di Indonesia, kepada murid-murid sekolah Australia.
Sementara itu, akhir pekan sebelumnya,
tanggal 7 Februari 2004, Tim Kesenian Indonesia dari Canberra
juga telah tampil dalam Festival Multicultural tersebut dengan
mempersembahkan Tari Kuda Lumping dan Tari Ngarojeng. Pertunjukan
tersebut telah pula mendapat sambutan yang sangat meriah dari
publik di Canberra.