KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA

 

PRESS RELEASE

No. 41/PR/VII/2003

 

TMENTERI LUAR NEGERI ASIA DAN EROPA
AKAN BERTEMU DALAM ASEM KE-5 DI BALI

 

        Para Menteri Luar Negeri dari negara Asia dan Eropa akan bertemu di Nusa Dua, Bali untuk menghadiri pertemuan para Menteri Luar Negeri Asia-Eropa kelima (5th ASEM Foreign Ministers' Meeting) yang menurut rencana akan dibuka secara resmi oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Sebelumnya pertemuan tingkat pejabat senior (Senior Official Meeting/SOM) diselenggarakan tanggal 22-23 Juli 2003.

        Hadir dalam pertemuan tersebut para Menteri Luar Negeri dari 10 negara Asia (Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, China, Jepang dan Korea Selatan), dan 15 negara Eropa (Belgia, Denmark, Jerman, Yunani, Spanyol, Perancis, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Austria, Portugal, Finlandia, Swedia dan Inggris), ditambah Komisi Eropa.

        ASEM merupakan suatu forum dialog informal bagi para pemimpin kepala negara/pemerintahan untuk saling bertukar pikiran dan berkonsultasi satu sama lain mengenai isu-isu penting yang disepakati oleh semua mitra ASEM. Selain itu, ASEM juga ditujukan untuk menjembatani perbedaan dan meningkatkan pemahaman di antara rakyat di kedua kawasan.promoting understanding between the people of the two regions.

        Kerjasama dalam kerangka ASEM didasarkan atas 3 pilar utama, yaitu politik, ekonomi, dan budaya; dan dilaksanakan dengan semangat saling menghormati (mutual respect) dan kemitraan yang setara (equal partnership).

        Di bidang politik, kerjasama diarahkan pada dialog politik mengenai isu internasional/regional yang disepakati oleh semua mitra, kegiatan kerjasama yang akan dilakukan ASEM, serta masa depan kerjasama ASEM. Dalam kaitan kerjasama politik inilah pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri ke-5 antara lain akan membahas beberapa isu misalnya perkembangan situasi internasional, situasi Semenanjung Korea, proses perdamaian Timur Tengah, SARS, dan lain-lain.

       Di bidang ekonomi, kerjasama diarahkan untuk menghapuskan hambatan tariff dalam perdagangan dan investasi, serta menciptakan suatu iklim investasi yang nyaman, aman dan terjamin antar kedua kawasan.

        Di bidang sosial dan budaya ASEM memusatkan perhatian pada upaya mengembangkan hubungan dan memperkuat kesadaran masyarakat di kedua kawasan sehingga tercipta kesadaran dalam membangun masa depan bersama.

        Para Menteri Luar Negeri juga akan menyelenggarakan pertemuan bilateral di antara mereka.


Jakarta, 21 Juli 2003