KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
        
EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
         8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA

        

 

 

MARKAS BESAR
TENTARA NASIONAL INDONESIA
PUSAT PENERANGAN

 

 

 

SIARAN PERS


Jakarta, 28 Mei 2003
Nomor: SP-19/V/2003/MC

 

PERKEMBANGAN SITUASI PELAKSANAAN OPERASI PEMULIHAN
KEAMANAN TANGGAL 28 MEI 2003


        

  1. ACEH UTARA
            
             Pada tanggal 27 Mei 2003 pukul 14.30 Tim Sri Gunting Yon parako pimpinan Kapt. Inf. Henri Wijaya saat melaksanakan patroli keamanan pengintai-1 tersandung bom dan meledak di Kec. Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara. Akibat kejadian tersebut, satu anggota Tim Parako gugur A.n. Prada Purwanto yang mengalami luka pada bagian kaki kanan hingga putus.
            
             Pada tanggal 27 Mei pukul 06.10 WIB Tim-4 Detasemen Pemukul 2 Yon 432 Kompi-B pimpinan Letda Inf. Gunawan saat melaksanakan patroli menemukan dan menggeledah gubuk di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Akibat kejadian tersebut, ditemukan 1 buah kartu bertuliskan Komando Pusat Wilayah, 1 buah toples isi kopi, 1 buah toples isi gula pasir, 30 karung padi dan 1 karung alat dapur.
            
             Pada tanggal 27 Mei 2003 pukul 15.30 WIB Kompi-A Detasemen Pemukul-2 Yonif 432 pimpinan Serka Samsul saat melaksanakan patroli pembersihan menemukan bivak di Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Akibat kejadian tersebut, ditemukan 6 buah aki mobil, 2 buah Handset SSB, 1 buah travo kopel dan barang perlengkapan.
            
             Pada tanggal 27 Mei 2003 pukul 15.30 WIB Kompi-C Detasemen Pemukul 4 Yonif 432 pimpinan Lettu Inf. Jajang Kurniawan, saat selesai melaksanakan pendorongan logistik mendapat gangguan tembakan dari kelompok separatis berkekuatan 10 orang senjata campuran di kampung Sidomulyo Kabupaten Aceh Utara.
            
            
            
  2. ACEH SELATAN
            
             Pada tanggal 27 Mei 2003 pukul 17.30 WIB 9 orang kelompok separatis bersenjata menyerahkan diri dan bergabung dengan NKRI di Pos Marinir di Desa Panton, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan. Kelompok separatis bersenjata tersebut A.n. Sabar (25 th), Amrizal (12 th), Musdar Bin M. Duki, Fajri Bin Alam, Faryadi, Zusman, Kurniadi, Atim dan Emi Ade.
            
            
            
  3. ACEH BESAR
            
             Pada tanggal 27 Mei 2003 pukul 15.30 WIB telah menyerahkan diri 10 orang kelompok separatis bersenjata kepada Polsek Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Kelompok separatis tersebut A.n. Nasrul Bin Muhammad (27 th), Syahrul Bin Ridwan (26 th), Mutadi Bin Muhammad (24 th), Ayua Bin Ucok (30 th), Purnawansyah Bin Ali (24 th), Bahtiar Bin Ali (27 th), Fardi Bin M. Nur (23 th), Bukhari Usman (40 th), Nasaib Bin Abdullah (45 th), Mulyadi Bin M. Musa (20 th).
            
            
  4. ACEH TIMUR

             Pada tanggal 27 Mei 2003 pukul 14.30 WIB kelompok separatis bersenjata melakukan penembakan terhadap 1 unit mobil kendaraan yang menyangkut barang dan penumpang di Jalan Raya Langsa Lhouksemawe (Idi Cut). Akibat kejadian tersebut 1 orang penumpang A.n. Yus Rizal (27 th) meninggal.
            
---