|
Departemen
Luar Negeri memberikan "Penghargaan Adam Malik" kepada
media massa yang dinilai terbaik dalam menyajikan masalah-masalah
luar negeri. Penghargaan tahunan ini untuk pertama kalinya diberikan
untuk liputan media massa pada tahun 2002, sebagai ungkapan terima
kasih Deplu atas kerjasama dan kemitraan yang telah terjalin baik
antara diplomasi dengan kalangan media massa nasional.
Gagasan
tentang Penghargaan ini muncul pada waktu Menteri Luar Negeri
mengadakan "Foreign Policy Breakfast" untuk pertama
kalinya pada tanggal 16 Januari 2002 bersama para pemimpin redaksi
dan tokoh media massa nasional. Tujuan dan tema pokoknya adalah
untuk membangun kemitraan antara diplomasi dan media massa, dua
bidang profesi yang karakter dasarnya kontradiktif satu sama lain.
Di
satu sisi, diplomasi adalah satu bidang profesi yang banyak diselimuti
elemen kerahasiaan. Sedangkan, di sisi lain, media massa memiliki
kewajiban untuk menyampaikan informasi secara cepat, tepat dan
luas kepada publik. Padahal, diplomasi juga membutuhkan pemahaman
masalah dan dukungan dari publik di dalam negeri. Sementara itu,
bagi media massa, bidang luar negeri merupakan wilayah pemberitaan
yang semakin menarik. Bahkan, dengan semakin dekatnya jarak antara
faktor-faktor internasional dan domestik, masalah-masalah luar
negeri semakin memiliki keterkaitan langsung dengan kepedulian
dan kepentingan publik di dalam negeri.
Nama
"Adam Malik" sengaja dipilih sebagai penghargaan dan
kenangan atas jasa-jasa tokoh media massa nasional yang juga sekaligus
tokoh diplomasi. Adam Malik sebagai wartawan profesional dan pendiri
LKBN Antara yang kemudian menjabat Menteri Luar Negeri adalah
personifikasi utuh dari kedekatan antara diplomasi dan media massa.
Penghargaan
Adam Malik diberikan kepada masing-masing satu media massa terbaik
dari kelompok harian, kelompok majalah berita mingguan kelompok
televisi, kelompok radio, dan kelompok media internet. Penilaian
didasarkan pada tiga tolok ukur. Pertama, penyajian fakta yang
tepat (factually correct). Ke dua, bangunan opini yang seimbang
dan obyektif (objective and balanced opinion). Ke-tiga, muatan
edukasi publik yang baik (public education).
Untuk
tahun 2002, di samping pengamatan atas liputan media massa atas
keseluruhan masalah luar negeri fokus penilaian juga dilakukan
terhadap penyajian berita, feature, opini dan editorial tentang
penyelesaian sengketa Sipadan-Ligitan. Hal ini tidak berarti mengurangi
penghargaan Deplu kepada kalangan media massa yang pada umumnya
telah menyajikan dengan baik berbagai masalah luar negeri penting
lainnya yang menjadi perhatian dan kepedulian masyarakat pada
tahun yang lalu. Pertimbangannya, sebagai isu, masalah Sipadan-Ligitan
adalah isu yang sensitif karena menyangkut klaim kedaulatan negara.
Demikian pula, sebagai proses hukum dalam penyelesaian sengketa
antar negara, tidak mudah menyajikan pemberitaan yang didasarkan
pada pemahaman akan fakta, pemahaman atas argumen hukum kedua
pihak, dan pemahaman atas alasan keputusan yang diambil Mahkamah
Internasional. Ini adalah tantangan yang tidak ringan bagi media
massa untuk menyajikannya secara populer dan dapat dimengerti
secara tepat oleh publik. Dalam hal ini, Departemen Luar Negeri
telah memberikan materi dan informasi yang cukup dan sama kepada
semua media massa nasional.
Dari
pemantauan dan penilaian yang dilakukan secara seksama, maka Departemen
Luar Negeri memutuskan untuk memberikan Penghargaan Adam Malik
tahun 2002 kepada:
1. Dari kelompok
harian, adalah Harian "KOMPAS";
2. Dari kelompok majalah berita, adalah Majalah Berita Mingguan
"TEMPO";
3. Dari kelompok televisi, adalah "METRO TV";
4. Dari kelompok radio, adalah Radio "EL SHINTA"; dan
5. Dari kelompok media internet, adalah "DETIKCOM".
Penghargaan
Adam Malik disampaikan oleh Menteri Luar Negeri kepada Pemimpin
Redaksi masing-masing media massa pada kesempatan acara Pernyataan
Pers Akhir Tahun 2002 Menteri Luar Negeri, yang diselenggarakan
di Departemen Luar Negeri pada tanggal 8 Januari 2003. Penghargaan
ini akan dilembagakan sebagai kegiatan tahunan Departemen Luar
Negeri.
Departemen
Luar Negeri menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggitingginya
kepada semua insan pers dan media massa nasional atas kerjasama
yang terjalin baik selama tahun 2002 dan akan terus meningkatkan
pelayanan informasi dan media massa di tahun-tahun yang akan datang.
Jakarta,
8 Januari 2003
|