Pada tanggal
24 Oktober 2002 mulai jam 10 s/d 11.30 pagi bertempat di Great
Hall Gedung Parlemen Australia Canberra, pemerintah Australia
mengadakan do'a bersama secara nasional (National Memorial Service)
untuk menghormati para korban ledakan bom di Bali yang dihadiri
oleh sekitar 1000 orang. Nampak hadir dalam acara ini Gubernur
Jenderal Peter Hollingworth, PM John Howard, Ketua Parlemen
Neil Andrew, Ketua Senat Paul Calvert, Panglima Angkatan Perang
Jenderal Peter Cosgrove, Kepala Polisi Michael Keelty, para
Menteri, Gubernur, dan Premier dari seluruh Negara Bagian di
Australia, para Senator, Anggota Parlemen, keluarga para korban,
para diplomat asing di Canberra, dan tamu-tamu lainnya.
Semua pemimpin agama yang
hadir dalam acara ini bersama-sama dengan Gubernur Jenderal,
Perdana Menteri, dan Pemimpin Oposisi telah memberikan sambutan
serta kata-kata penghiburan bagi hadirin dan keluarga korban.
Mereka juga menghimbau agar warga Australia tetap teguh berjuang
melawan terorisme dan tetap menjaga identitas warga Australia
sebagai masyarakat yang terbuka, bertoleransi, dan multi kultur.
Para pemimpin agama Islam
dan Hindu juga diberi waktu khusus untuk turut menyalakan lilin
yang kemudian diikuti oleh seluruh keluarga korban untuk menhormati
para korban bom di Bali.
Sebagai wakil dari Negara
dan bangsa Indonesia, Kuasa Usaha Ad Interim RI (KUAI RI) di
Canberra Imron Cotan, diberi kesempatan untuk memberikan sambutan,
yang pada intinya menyampaikan kembali rasa simpati dan duka
cita yang mendalam dari seluruh rakyat dan Pemerintah Indonesia
kepada pemerintah dan rakyat Australia, khususnya bagi mereka
yang telah menjadi korban ledakan bom di Bali. KUAI RI selanjutnya
mengatakan bahwa hanya dengan pengertian dan solidaritaslah
kita semua dapat melewati saat-saat yang sulit ini. Dan hanya
dengan keteguhan serta ketetapan hati dalam mencari pemecahan
maka kita dapat melawan segala kekuatan jahat guna mendapatkan
kedamaian dan harmoni.
Dalam kesempatan tersebut
KUAI RI juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Australia
dan rakyatnya atas bantuannya dalam mengatasi musibah pemboman
di Bali, baik kepada korban maupun membantu melakukan investigasi
terhadap pelaku peledakan bom tersebut.