|
Para
wartawan yang saya cintai.
Saya
baru mendapat laporan dan informasi bahwa sekitar
enam-tujuh jam yang lalu di Washington DC, Amerika
Serikat telah dikeluarkan pemyataan, yang intinya
bahwa sanksi atau embargo yang diberikan kepada
Indonesia oleh Amerika Serikat itu sudah dihapus.
Sasarannya
adalah program-progarn yang kita kenal, IMET
(International Military and Education Training)
itu, kembali normal, kemudian Foreign Military
Sales (FMS) juga kembali normal, dan yang terakhir
yang penting adalah Foreign Military Financing (FMF)
yang selama ini mengganjal juga telah dihapus.
Tentu
ini merupakan lembaran baru, babak baru, dalam
hubungan strategis antara Indonesia dan Amerika
Serikat, yang sejak tahun 1999 itu mengalami masa
pasang surut yang cukup tajam menyangkut kerja
sama di bidang pertahanan.
Saya
membaca alasan-alasan Amerika Serikat dalam
rnengambil keputusan ini, berkaitan dengan
perkembangan yang ada di Indonesia dalam rangka
demokratisasi dan juga peran Indonesia di kawasan,
Asia Tenggara khususnya, dalam menjaga tertib
kawasan.
Juga
kesungguhan Indonesia dalam menyelesaikan berbagai
persoalan dalam negeri secara damai dan demokratis.
Sebagai contoh, bagaimana kita menyelesaikan
konflik yang ada di Aceh dan tentunya beberapa
agenda bersama yang merupakan agenda-agenda global
seperti pemberantasan terorisme dan pemberantasan
kejahatan trans-nasional.
Tentu
saya menyambut baik atas suasana baru ini dan yang
perlu saya sampaikan kepada saudara-saudara di
Indonesia, bahwa agenda kita dalam reformasi dan
demokratisasi sekarang ini adalah: pertama kita
ingin menjadikan negara kita betul-betul aman dan
selamat dari berbagai ancaman keamanan seperti
terorisme dan kejahatan trans-nasional.
Dengan
semangat demokratisasi kita juga ingin
menyelesaikan persoalan dalam negeri kita secara
damai dan demokratis. Itu yang berlangsung di Aceh
dan Insya-AIlah ini juga yang akan kita laksanakan
untuk menyelesaikan masalah di Papua.
Kemudian,
Indonesia tentu ikut berperan secara aktif di
dalam menjaga ketertiban kawasan, termasuk
penjagaan keamanan di Selat Malaka dan
wilayah-wilayah yang tentu merupakan kepentingan
nasional Indonesia sekaligus merupakan kepentingan
negara-negara di kawasan. Dan tentu saja, dalam
semangat reformasi TNI dan Kepolisian, kita akan
terus membangun satu kultur baru bahwa TNI dan
Polisi kita betul-betul menghormati hak asasi
manusia dan menghormati hukum.
Itu
semua adalah agenda kita, dengan harapan Indonesia
akan tumbuh menjadi negara yang lebih balk, lebih
demokratis dengan rule of law yang mapan di waktu
yang akan datang. Bahwa itu juga dicatat oleh
masyarakat internasional termasuk Amerika Serikat,
tentunya saya senang dan berterima kasih.
Dengan
demikian saudara-saudara, dengan prinsip politik
Indonesia yang bebas dan aktif, kita tentu harus
membangun kerja sama dan partnership dengan
negara-negara sahabat termasuk Amerika Serikat
sebagai salah satu partner yang strategis,
karena selama ini kita bekerja sama dalam bidang
ekonomi, dalam bidang teknologi, pendidikan dan
lain-lain, tentunya termasuk kerja sama teknis
pertahanan, yang alhamdulilah telah diadakan
pembaharuan setelah terus terang tahun-tahun yang
lalu kita mengalami masalah yang krucial di antara
Indonesia dan Amerika Serikat.
Saya
kira itu, dan harapan saya, dengan cairnya,
kembali normalnya hubungan dan kerja sama kita
dengan Amerika Serikat, maka kapasitas tentara
kita, balk itu dalam pemilikan sistem senjata,
perlengkapan dan peralatan militer termasuk
pendidikan latihan dan lain-lain, itu semakin
dikuatkan. Sekali lagi untuk mengemban tugas kita
sendiri, tugas menjaga keamanan dalam negeri
maupun tugas menjaga keamanan di Kawasan Asia
Tenggara khususnya dan di belahan dunia Iainnya.
Demikian
pernyataan saya, terima kasih.
New Delhi, 23 November 2005
Media inquiries
: contact the Information Officer of the Embassy
at + 612 62508642
|