KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273 6017



PRESS BRIEFING

PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

“TERJALINNYA KEMBALI KERJASAMA PERTAHANAN ANTARA 

INDONESIA DAN AMERIKA SERIKAT”

 New Delhi, 23 November 2005
__________________________

Para wartawan yang saya cintai.

Saya baru mendapat laporan dan informasi bahwa sekitar enam-tujuh jam yang lalu di Washington DC, Amerika Serikat telah dikeluarkan pemyataan, yang intinya bahwa sanksi atau embargo yang diberikan kepada Indonesia oleh Amerika Serikat itu sudah dihapus.

Sasarannya adalah program-progarn yang kita kenal, IMET (International Military and Education Training) itu, kembali normal, kemudian Foreign Military Sales (FMS) juga kembali normal, dan yang terakhir yang penting adalah Foreign Military Financing (FMF) yang selama ini mengganjal juga telah dihapus.

Tentu ini merupakan lembaran baru, babak baru, dalam hubungan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat, yang sejak tahun 1999 itu mengalami masa pasang surut yang cukup tajam menyangkut kerja sama di bidang pertahanan.

Saya membaca alasan-alasan Amerika Serikat dalam rnengambil keputusan ini, berkaitan dengan perkembangan yang ada di Indonesia dalam rangka demokratisasi dan juga peran Indonesia di kawasan, Asia Tenggara khususnya, dalam menjaga tertib kawasan.

Juga kesungguhan Indonesia dalam menyelesaikan berbagai persoalan dalam negeri secara damai dan demokratis. Sebagai contoh, bagaimana kita menyelesaikan konflik yang ada di Aceh dan tentunya beberapa agenda bersama yang merupakan agenda-agenda global seperti pemberantasan terorisme dan pemberantasan kejahatan trans-nasional.

Tentu saya menyambut baik atas suasana baru ini dan yang perlu saya sampaikan kepada saudara-saudara di Indonesia, bahwa agenda kita dalam reformasi dan demokratisasi sekarang ini adalah: pertama kita ingin menjadikan negara kita betul-betul aman dan selamat dari berbagai ancaman keamanan seperti terorisme dan kejahatan trans-nasional.

Dengan semangat demokratisasi kita juga ingin menyelesaikan persoalan dalam negeri kita secara damai dan demokratis. Itu yang berlangsung di Aceh dan Insya-AIlah ini juga yang akan kita laksanakan untuk menyelesaikan masalah di Papua.

Kemudian, Indonesia tentu ikut berperan secara aktif di dalam menjaga ketertiban kawasan, termasuk penjagaan keamanan di Selat Malaka dan wilayah-wilayah yang tentu merupakan kepentingan nasional Indonesia sekaligus merupakan kepentingan negara-negara di kawasan. Dan tentu saja, dalam semangat reformasi TNI dan Kepolisian, kita akan terus membangun satu kultur baru bahwa TNI dan Polisi kita betul-betul menghormati hak asasi manusia dan menghormati hukum.

Itu semua adalah agenda kita, dengan harapan Indonesia akan tumbuh menjadi negara yang lebih balk, lebih demokratis dengan rule of law yang mapan di waktu yang akan datang. Bahwa itu juga dicatat oleh masyarakat internasional termasuk Amerika Serikat, tentunya saya senang dan berterima kasih.

Dengan demikian saudara-saudara, dengan prinsip politik Indonesia yang bebas dan aktif, kita tentu harus membangun kerja sama dan partnership dengan negara-negara sahabat termasuk Amerika Serikat sebagai salah satu partner yang strategis, karena selama ini kita bekerja sama dalam bidang ekonomi, dalam bidang teknologi, pendidikan dan lain-lain, tentunya termasuk kerja sama teknis pertahanan, yang alhamdulilah telah diadakan pembaharuan setelah terus terang tahun-tahun yang lalu kita mengalami masalah yang krucial di antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Saya kira itu, dan harapan saya, dengan cairnya, kembali normalnya hubungan dan kerja sama kita dengan Amerika Serikat, maka kapasitas tentara kita, balk itu dalam pemilikan sistem senjata, perlengkapan dan peralatan militer termasuk pendidikan latihan dan lain-lain, itu semakin dikuatkan. Sekali lagi untuk mengemban tugas kita sendiri, tugas menjaga keamanan dalam negeri maupun tugas menjaga keamanan di Kawasan Asia Tenggara khususnya dan di belahan dunia Iainnya.

Demikian pernyataan saya, terima kasih.

   New Delhi, 23 November 2005

 

Media inquiries : contact the Information Officer of the Embassy at + 612 62508642


EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273 6017