SIARAN PERS
No. 48/PEN/VII/2009
PASANGAN CAPRES/CAWAPRES SBY- BOEDIONO
MENANG MUTLAK DI TPSLN CANBERRA
Setelah pemungutan suara Pilpres ditutup
tepat pukul 18.00, satu jam kemudian dilanjutkan dengan
penghitungan suara di TPSLN Canberra ini, pasangan Capres/Cawapres
SBY-Boediono menang mutlak dengan 318 suara (77%), sedangkan
JK-Wiranto mendapatkan 58 suara (14%) dan Megawati-Prabowo
mendapatkan 21 suara (5%). Acara penghitungan suara
yang disaksikan oleh Bapak Duta Besar RI, pelajar/mahasiswa
dan masyarakat Indonesia ini berlangsung dengan meriah
bersorak sorai walaupun mendebarkan karena masyarakat
harus sabar dalam mengikuti penghitungan satu per satu
surat suara.
Pelaksanaan
Pemilu Presiden/Wapres tahun 2009 pada TPSLN Canberra
di Balai Kartini KBRI Canberra telah berjalan dengan
aman dan lancar dan diikuti oleh 412 WNI pemilih yang
terdiri dari 343 yang terdaftar dalam DPT serta 69 WNI
Pemilih Tambahan. Acara pemungutan suara diadakan tepat
pada 8 Juli 2009, tepat pukul 09.00 yang dimulai dengan
pengangkatan sumpah pelantikan 6 anggota KPPSLN Canberra
dan 2 anggota keamanan oleh Ketua KPPSLN Canberra M.
Muliadi Ridwan.
Dalam pemungutan
suara Duta Besar RI untuk Australia merangkap Vanuatu
Bapak Primo Alui Joelianto dan Ibu Susilowati Joelianto
mendapat kehormatan untuk memberikan suaranya pada urutan
pertama dan kedua di TPS ini dan selanjutnya diikuti
oleh seluruh staf KBRI Canberra dan masyarakat Indonesia
yang bermukim di Canberra dan sekitarnya.
Dibandingkan
dengan Pemilu Legislatif April 2009 lalu, pelaksanaan
Pemilu Presiden/Wapres di KBRI Canberra ini mendapat
animo dari masyarakat Indonesia di Canberra lebih besar.
Hal ini terlihat dalam jumlah pemilih dalam DPT yang
naik hampir 25% (pada Pemilu Legeslatif jumlah pemilih
467 orang, sekarang 603 orang). Bagi pemilih Pilpres
2009 yang berhalangan hadir karena bertepatan dengan
jadwal kuliah atau bekerja, PPLN Canberra telah mengirimkan
surat suara kepada 56 orang melalui pos. Sementara itu,
sebanyak 36 orang telah mengajukan surat pindah untuk
memilih ke TPS di Indonesia karena telah selesai studi
atau pindah bekerja ke Indonesia.
Ketua PPLN
Canberra Dr. Supomo Suryo Hudoyo menjelaskan ketertarikan
masyarakat Indonesia di Canberra meningkat pada Pemilu
Presiden/Wapres. Hal ini disebabkan karena masyarakat
merasa lebih "pasti" dan cukup "mengenal"
ketiga kandidat Capres/Cawapres bila dibanding dengan
banyaknya nama partai politik dan deretan daftar nama
dan foto calon Legislatif pada Pemilu Legislatif lalu.
Selain itu, keputusan Mahkamah Konstitusi yang memperbolehkan
WNI untuk memilih hanya dengan menunjukkan KTP atau
paspor pada hari H, Ketua PPLN menanggapi hal tersebut
secara positif dan memandang keputusan tersebut telah
mengakomodir hak konstitusional setiap WNI dalam proses
demokrasi yang jujur, adil, transparan dan dapat dipertanggung
jawabkan. Hal ini ditunjukkan dengan jumlah WNI yang
hadir dengan membawa paspor berjumlah 52 orang dan diikuti
pula oleh 3 orang TKW yang tengah bekerja pada majikannya
yang bertugas di Kedutaan Saudi Arabia dan Kantor Kamar
Dagang Taiwan di Canberra.
Duta Besar
Primo Alui Joelianto menyatakan kegembiraannya atas
besarnya partisipasi pemilih pada Pilpres 2009 yang
menggunakan hak pilihnya di Canberra sebesar 73%. Hal
ini merupakan hasil PPLN KBRI Canberra yang aktif menyelenggarakan
serangkaian Sosialisasi dan Simulasi Pemilu 2009 kepada
masyarakat Indonesia baik di KBRI Canberra maupun melalui
siaran Radio CMS 91.1 FM. Pada pesta demokrasi yang
meriah ini, para pemilih diramaikan juga dengan penjualan
aneka makanan dan jajanan khas Indonesia yang merupakan
partisipasi dari masyarakat Indonesia, Dharma Wanita
Persatuan KBRI Canberra dan Persatuan Pelajar Indonesia
Australia (PPIA) yang bertempat di halaman parkir KBRI
Canberra.
Perwakin Canberra, 8 Juli 2009
Media inquiries
: contact the Information Officer of the Embassy
at + 612 62508642
|
|
EMBASSY
OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T.
2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273 6017
|