KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273 6017


 

SIARAN PERS

KONFERENSI BILATERAL INDONESIA-AUSTRALIA
"PARTNERS IN A NEW ERA"
SYDNEY, 19-21 FEBRUARI 2009

Era baru kemitraan Indonesia dan Australia semakin bergulir dan memasuki babak baru yang lebih erat dengan diselenggarakannya "Australia-Indonesia Major Bilateral Conference: Partners in A New Era" yang berlangsung dari tanggal 19-21 Februari 2009 di Sydney.

Konferensi dibuka secara resmi oleh Menlu Australia Stephen Smith, MP dan Menlu RI Dr. N. Hassan Wirajuda pada tanggal 20 Februari 2009 dan menghadirkan 145 peserta dari kalangan pemerintah, parlemen, bisnis/industri, akademisi/pendidikan, media, kelompok agama, dan organisasi masyarakat kedua negara. Sebagaimana maksud penyelenggaraan Konferensi ini, berbagai ide-ide dan buah pikir telah dikemukakan selama kegiatan berlangsung yang menyiratkan keinginan kedua pihak untuk meningkatkan hubungan, khususnya dalam kerangka pemajuan people-to-people links.

Empat tema besar menjadi pembahasan dalam Konferensi ini, yakni (i) Common Challenges as Democracies: dynamics and opportunities in a new political era; (ii) Economic Development, Business and Investment: Economic engagement - new opportunities; (iii) Environment: Challenges and opportunities to work together; dan (iv) People and Perceptions: strengthening the social fabric.

Sebagai rangkaian kegiatan, sehari sebelum pembukaan Konferensi yaitu pada tanggal 19 Februari 2009, telah diadakan jamuan makan malam oleh PM Kevin Rudd untuk menyambut peserta Konferensi sekaligus memperingati hari jadi Australia Indonesia Institute (AII) yang ke-20. Dalam acara tersebut, PM Kevin Rudd, Menlu Smith dan Menlu RI telah memberikan pidato singkat.

Sementara itu, sejumlah Menteri Australia telah pula menggunakan kesempatan Konferensi untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri RI terkait, yaitu pertemuan bilateral antara Menlu Smith dan Menlu RI pada tanggal 19 Februari 2009, pertemuan bilateral antara Menteri Perdagangan Simon Crean dan Menteri Perdagangan RI dalam kerangka the 8th Trade Ministers' Meeting pada tanggal 19 Februari 2009, dan pertemuan bilateral antara Menteri Climate Change and Water Senator Penny Wong dan Menteri Lingkungan Hidup RI pada tanggal 20 Februari 2009.

Setelah pertemuan bilateral Menlu Smith dan Menlu RI, serta Mendag Simon Crean dan Mendag RI, para menteri tersebut mengadakan joint press conference dalam kesempatan terpisah.

Selama Konferensi telah dibahas secara terbuka sejumlah isu hubungan bilateral kedua negara seperti travel advice, iklim investasi, penegakan hukum, masalah mispersepsi dan misunderstanding yang masih mewarnai cara pandang masyarakat kedua negara, termasuk isu Papua. Diakui bahwa hubungan kedua negara masih terfokus pada tingkat pemerintah, karenanya perlu mengembangkan hubungan ke arah yang lebih seimbang antar pemerintah dan masyarakat (people-to-people links). Selain itu, sejalan dengan upaya untuk mengubah persepsi yang keliru mengenai Indonesia, cara pandang Australia mengenai Indonesia selayaknya menggunakan yardstick baru yaitu Indonesia yang demokratis (A New Indonesia).

Lebih lanjut, kedua pihak memiliki pandangan yang sama akan pentingnya "adding the ballast" dalam hubungan kedua negara di lingkup internasional/regional misalnya melalui APEC, G-20 dan isu perubahan iklim, serta di tingkat bilateral antara lain melalui pertukaran pemuda, tokoh agama, program beasiswa, perundingan FTA dan kerjasama penegakan hukum. Selain itu, peserta Konferensi mengakui pentingnya memahami adanya perbedaan antara kedua negara dan masyarakat namun tidak perlu menjadikan perbedaan ini sebagai suatu masalah yang dapat mengganggu landasan hubungan bilateral kedua negara.

Di sela-sela Konferensi telah dilakukan pula penandatanganan Progress Report Bali Process on People Smuggling, Trafficking in Persons and Related Transnational Crimes by the Co-Chairing Ministers oleh Menlu RI dan Menlu Smith yang berisikan laporan Co-Chairs mengenai perkembangan Bali Process dan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan selama ini.

Kegiatan ini memperoleh liputan luas dari media kedua negara. Selain Menlu Stephen Smith, MP, tokoh-tokoh Australia yang turut berpartisipasi antara lain Menteri Perdagangan Simon Crean, Menteri Climate Change and Water Senator Penny Wong, dan Ketua Parlemen Harry Jenkins. Indonesianis dari kalangan akademisi Australia seperti Professor Jamie MacKie (Australian National University), Professor Greg Barton (Monash University), Dr. Greg Fealy (Australian National University) dan Professor Tim Lindsey (Ketua AII) juga tampak hadir di antara para peserta. Kepala Perwakilan RI di Australia yang hadir dalam Konferensi ini adalah Duta Besar RI Canberra, Konsul Jenderal RI Sydney, dan Konsul RI Darwin.

Kedutaan Besar RI di Canberra bersama-sama dengan Konsulat Jenderal RI di Sydney memfasilitasi peserta dan delegasi Indonesia selama Konferensi berlangsung.

Penyelenggaraan Konferensi ini merupakan prakarsa Pemerintah Australia yang disampaikan PM Kevin Rudd pertama kali dalam kesempatan kunjungan bilateralnya yang pertama ke Indonesia pada bulan Juni 2008, dan hal ini disambut positif oleh Pemerintah Indonesia.



Perwakin Canberra, 24 Februari 2009


Media inquiries : contact the Information Officer of the Embassy at + 612 62508642

EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273 6017