SIARAN PERS
KONFERENSI BILATERAL INDONESIA-AUSTRALIA
"PARTNERS IN A NEW ERA"
SYDNEY, 19-21 FEBRUARI 2009
Era baru kemitraan Indonesia dan Australia
semakin bergulir dan memasuki babak baru yang lebih
erat dengan diselenggarakannya "Australia-Indonesia
Major Bilateral Conference: Partners in A New Era"
yang berlangsung dari tanggal 19-21 Februari 2009 di
Sydney.
Konferensi dibuka secara
resmi oleh Menlu Australia Stephen Smith, MP dan Menlu
RI Dr. N. Hassan Wirajuda pada tanggal 20 Februari 2009
dan menghadirkan 145 peserta dari kalangan pemerintah,
parlemen, bisnis/industri, akademisi/pendidikan, media,
kelompok agama, dan organisasi masyarakat kedua negara.
Sebagaimana maksud penyelenggaraan Konferensi ini, berbagai
ide-ide dan buah pikir telah dikemukakan selama kegiatan
berlangsung yang menyiratkan keinginan kedua pihak untuk
meningkatkan hubungan, khususnya dalam kerangka pemajuan
people-to-people links.
Empat tema besar menjadi
pembahasan dalam Konferensi ini, yakni (i) Common Challenges
as Democracies: dynamics and opportunities in a new
political era; (ii) Economic Development, Business and
Investment: Economic engagement - new opportunities;
(iii) Environment: Challenges and opportunities to work
together; dan (iv) People and Perceptions: strengthening
the social fabric.
Sebagai rangkaian kegiatan,
sehari sebelum pembukaan Konferensi yaitu pada tanggal
19 Februari 2009, telah diadakan jamuan makan malam
oleh PM Kevin Rudd untuk menyambut peserta Konferensi
sekaligus memperingati hari jadi Australia Indonesia
Institute (AII) yang ke-20. Dalam acara tersebut, PM
Kevin Rudd, Menlu Smith dan Menlu RI telah memberikan
pidato singkat.
Sementara itu, sejumlah
Menteri Australia telah pula menggunakan kesempatan
Konferensi untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan
Menteri RI terkait, yaitu pertemuan bilateral antara
Menlu Smith dan Menlu RI pada tanggal 19 Februari 2009,
pertemuan bilateral antara Menteri Perdagangan Simon
Crean dan Menteri Perdagangan RI dalam kerangka the
8th Trade Ministers' Meeting pada tanggal 19 Februari
2009, dan pertemuan bilateral antara Menteri Climate
Change and Water Senator Penny Wong dan Menteri Lingkungan
Hidup RI pada tanggal 20 Februari 2009.
Setelah pertemuan bilateral
Menlu Smith dan Menlu RI, serta Mendag Simon Crean dan
Mendag RI, para menteri tersebut mengadakan joint press
conference dalam kesempatan terpisah.
Selama Konferensi telah
dibahas secara terbuka sejumlah isu hubungan bilateral
kedua negara seperti travel advice, iklim investasi,
penegakan hukum, masalah mispersepsi dan misunderstanding
yang masih mewarnai cara pandang masyarakat kedua negara,
termasuk isu Papua. Diakui bahwa hubungan kedua negara
masih terfokus pada tingkat pemerintah, karenanya perlu
mengembangkan hubungan ke arah yang lebih seimbang antar
pemerintah dan masyarakat (people-to-people links).
Selain itu, sejalan dengan upaya untuk mengubah persepsi
yang keliru mengenai Indonesia, cara pandang Australia
mengenai Indonesia selayaknya menggunakan yardstick
baru yaitu Indonesia yang demokratis (A New Indonesia).
Lebih lanjut, kedua
pihak memiliki pandangan yang sama akan pentingnya "adding
the ballast" dalam hubungan kedua negara di lingkup
internasional/regional misalnya melalui APEC, G-20 dan
isu perubahan iklim, serta di tingkat bilateral antara
lain melalui pertukaran pemuda, tokoh agama, program
beasiswa, perundingan FTA dan kerjasama penegakan hukum.
Selain itu, peserta Konferensi mengakui pentingnya memahami
adanya perbedaan antara kedua negara dan masyarakat
namun tidak perlu menjadikan perbedaan ini sebagai suatu
masalah yang dapat mengganggu landasan hubungan bilateral
kedua negara.
Di sela-sela Konferensi
telah dilakukan pula penandatanganan Progress Report
Bali Process on People Smuggling, Trafficking in Persons
and Related Transnational Crimes by the Co-Chairing
Ministers oleh Menlu RI dan Menlu Smith yang berisikan
laporan Co-Chairs mengenai perkembangan Bali Process
dan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan selama
ini.
Kegiatan ini memperoleh
liputan luas dari media kedua negara. Selain Menlu Stephen
Smith, MP, tokoh-tokoh Australia yang turut berpartisipasi
antara lain Menteri Perdagangan Simon Crean, Menteri
Climate Change and Water Senator Penny Wong, dan Ketua
Parlemen Harry Jenkins. Indonesianis dari kalangan akademisi
Australia seperti Professor Jamie MacKie (Australian
National University), Professor Greg Barton (Monash
University), Dr. Greg Fealy (Australian National University)
dan Professor Tim Lindsey (Ketua AII) juga tampak hadir
di antara para peserta. Kepala Perwakilan RI di Australia
yang hadir dalam Konferensi ini adalah Duta Besar RI
Canberra, Konsul Jenderal RI Sydney, dan Konsul RI Darwin.
Kedutaan Besar RI di
Canberra bersama-sama dengan Konsulat Jenderal RI di
Sydney memfasilitasi peserta dan delegasi Indonesia
selama Konferensi berlangsung.
Penyelenggaraan Konferensi
ini merupakan prakarsa Pemerintah Australia yang disampaikan
PM Kevin Rudd pertama kali dalam kesempatan kunjungan
bilateralnya yang pertama ke Indonesia pada bulan Juni
2008, dan hal ini disambut positif oleh Pemerintah Indonesia.
Perwakin Canberra, 24 Februari 2009
Media inquiries
: contact the Information Officer of the Embassy
at + 612 62508642
|
|
EMBASSY
OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T.
2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273 6017
|