SIARAN PERS
PERTEMUAN AUSTRALIA-INDONESIA MINISTERIAL
FORUM KE-IX
CANBERRA
Hubungan bilateral Indonesia dan Australia
semakin kuat dan stabil dengan dihasilkannya sejumlah
kesepakatan penting dalam Pertemuan Forum Tingkat Menteri
Australia-Indonesia (Australia-Indonesia Ministerial
Forum/AIMF) ke-IX yang berlangsung pada tanggal 10-12
November 2008 di Canberra, Australia.
Dalam pertemuan
yang berlangsung konstruktif, Menlu RI Dr. N. Hassan
Wirajuda dan Menlu Australia Stephen Smith, MP sebagai
ketua masing-masing Delegasi berhasil menandatangani
Joint Ministerial Statement AIMF IX yang mencakup seluruh
aspek yang menjadi kepentingan bersama dalam bidang
keamanan, hukum, pendidikan, lingkungan hidup, pertanian,
perikanan, perdagangan dan investasi, transportasi,
ketenagakerjaan serta kerjasama pembangunan lainnya,
disamping Joint Ministerial Statement yang khusus mengenai
"People Smuggling and Trafficking in Persons".
Dalam aspek
kerjasama keamanan, pertemuan AIMF ini juga berhasil
menandatangani Rencana Aksi (Plan of Action) sebagai
landasan hukum implementasi Perjanjian Kerangka Kerjasama
Keamanan Indonesia - Australia (Lombok/Perth Treaty)
guna memperkuat kerjasama keamanan kedua negara yang
telah ada. Para Menteri kedua negara juga menyambut
baik berbagai kerjasama penegakan hukum, termasuk kerjasama
antar kepolisian dalam penanganan kejahatan lintas batas
(transnational crime), utamanya yang terkait dengan
people smuggling and trafficking in persons, illicit
trafficking in drugs dan terorisme. Dalam kerangka kerjasama
ini pula, kedua negara menyambut baik kelanjutan program
capacity building dalam kerangka kerjasama penegakan
hukum melalui Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation
(JCLEC). Terkait isu illegal fishing, kedua negara menyepakati
adanya keterkaitan penanganan isu dimaksud dengan masalah
kejahatan lintas batas yang terorganisir (transnational
organized crimes) sehingga perlu mengeksplorasi cara
dan langkah-langkah penanganan secara efektif. Selain
itu, kedua negara mencatat perlu dikembangkannya cara-cara
yang inovatif untuk memajukan segenap aspek pengelolaan
perikanan yang tertuang dalam MOU Box 1974 dengan mengakui
adanya kepentingan nelayan tradisional dan keberlanjutan
sumberdaya perikanan.
Salah satu
terobosan penting lainnya dalam pertemuan ini adalah
disepakatinya pembahasan lebih lanjut mengenai "Bilateral
Arrangement on Consular Assistance" yang merupakan
usulan Indonesia dalam rangka perlindungan warganegara
kedua negara.
Selain pembahasan mengenai kerjasama bilateral, kedua
belah pihak turut mendiskusikan hal-hal yang menjadi
kepentingan bersama dalam menghadapi tantangan regional
dan global, antara lain mengenai krisis keuangan global,
perubahan iklim, lingkungan hidup, keamanan pangan dan
energi, serta masalah keamanan manusia.
Secara khusus,
Australia juga memberikan apresiasi atas peran dan prakarsa
penting Indonesia, yakni kepemimpinan Indonesia dalam
pembahasan isu perubahan iklim khususnya keberhasilan
Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan Para Pihak Konvensi
PBB mengenai Perubahan Iklim pada bulan Desember 2007;
Coral Triangle Initiative (CTI) on Coral Reefs, Fisheries
and Food Security; serta rencana penyelenggaraan World
Ocean Conference bulan Mei tahun 2009; dan pembentukan
Bali Democracy Forum yang bertujuan untuk mempromosikan
kerjasama regional dalam isu demokrasi dan memperkuat
institusi demokrasi melalui dialog dan lessons learned.
Di bidang kehutanan,
kedua negara telah berhasil menandatangani Letter of
Intent mengenai Kerjasama di bidang Kehutanan termasuk
capacity building dalam pencapaian Sustainable Forest
Management (SFM), penanganan masalah illegal logging,
memperkuat penegakan hukum di bidang kehutanan dan governance,
serta upaya pemberantasan illicit international trafficking
produk-produk hutan.
Terkait dengan
upaya pemajuan hubungan di tingkat masyarakat, Indonesia
dan Australia memiliki komitmen yang sama dan menyambut
baik berbagai kerjasama dan inisiatif penting yang dirancang
untuk menumbuhkembangkan saling pengertian dan mendorong
pemajuan aspek people-to-people links di bidang pendidikan,
kerjasama antar parlemen, penyelenggaraan Interfaith
Dialogue dan intercultural dialogue, termasuk peran
Australia-Indonesia Institute (AII) dan prakarsa Australia
untuk menyelenggarakan konferensi mengenai hubungan
bilateral pada tahun 2009. Selain itu, kedua negara
menyepakati untuk menandatangani Work and Holiday Visa
Memorandum of Understanding pada akhir tahun ini yang
diharapkan dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk
menimba pengalaman bekerja di kedua negara.
Pertemuan AIMF
ke-IX diakhiri dengan press conference bersama antara
Menteri Luar Negeri RI dan Australia di hadapan kalangan
sejumlah wartawan dari Indonesia dan Australia bertempat
di Parliament House. Pada kesempatan tersebut kedua
Menteri menyampaikan hasil-hasil pertemuan AIMF ke-IX
dan hubungan bilateral kedua negara.
Sehari sebelum
diselenggarakannya pertemuan AIMF ini, di tempat terpisah
telah ditandatangani MoU on Cooperation in Education
and Training antara Menteri Pendidikan Nasional Republik
Indonesia Prof. Dr. Bambang Sudibyo dengan Menteri Pendidikan
Australia Julia Gillard MP. Kesepakatan ini bertujuan
untuk mendorong semakin tingginya interaksi di tingkat
masyarakat.
Disamping Menteri
Luar Negeri RI, turut hadir Menteri Perdagangan Dr.
Mari Elka Pangestu; Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta;
Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar; Menteri
Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi; dan Menteri Pertanian
Anton Apriyantono.
AIMF ke-IX
ini merupakan pertemuan pertama antara Pemri dengan
Pemerintah Australia di bawah pemerintahan Partai Buruh
yang memenangkan Pemilu pada November 2007. Kedua pihak
menyepakati untuk mengadakan AIMF ke-X di Indonesia
pada tahun 2009.
Perwakin Canberra, 12 November 2008
Media inquiries
: contact the Information Officer of the Embassy
at + 612 62508642
|
|
EMBASSY
OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T.
2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273 6017
|