KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273 6017


SIARAN PERS

NO.  611/PR/PEN/VIII/08

         PENYELENGGARAAN FESTIVAL INDONESIA DIPENUHI OLEH WARGA AUSTRALIA DAN DIHADIRI PARA DUTA BESAR NEGARA SAHABAT

 ___________________________________________________________________

          Festival Indonesia bertajuk “Pesta Rakyat Tanah Airku” yang digelar pada tanggal 23 Agustus 2008 sebagai puncak acara perayaan HUT RI ke-63 di KBRI Canberra berlangsung sangat meriah. Bertempat di halaman KBRI Canberra, kegiatan pesta masyarakat yang dikemas dalam bentuk Festival ini merupakan kali pertama digelar dan dihadiri lebih dari seribu pengunjung dari masyarakat Indonesia di Canberra dan sekitarnya, warga Australia dan kalangan Korps Diplomatik, termasuk enam Duta Besar negara sahabat dari Filipina, Myanmar, Venezuela, Belanda, Mauritius dan Makedonia.

            Acara yang digelar sejak pukul 10.30 pagi hingga 4.00 sore tersebut dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI dan menampilkan beragam pertunjukan seni budaya, makanan khas Indonesia, dan pakaian tradisional, serta pertunjukan musik kontemporer. Dalam sambutan singkatnya, Dubes Hamzah Thayeb menyampaikan bahwa maksud penyelenggaraan Festival Indonesia tersebut selain dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-63, juga memberikan kesempatan bagi masyarakat Canberra untuk menikmati dan mengenal keragaman seni dan budaya Indonesia guna menumbuhkembangkan saling pengertian di antara masyarakat kedua negara. Oleh karena itu, menurut Dubes Hamzah Thayeb, kegiatan Festival Indonesia merupakan bentuk lain dari interaksi dalam hubungan antar masyarakat (people-to-people contact) kedua negara.

            Festival yang dipadati oleh mayoritas warga asing tersebut dibuka dengan penampilan tunggal tari Baris oleh Yohanes Martin, siswa Sekolah Teologi di Canberra yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Para pengunjung tampak terpukau dengan penampilan tarian asal Bali tersebut yang enerjik dan menggambarkan keberanian seorang kesatria. Selain dari Bali, ditampilkan pula tari Giring-Giring dari Kalimantan Timur dan Jaipong dari Jawa Barat yang dibawakan oleh para mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA). Selain tarian, Festival turut dimeriahkan pula dengan pertunjukan Gamelan Jawa yang dimainkan oleh 15 anggota yang sebagian besar merupakan warga Australia yang terhimpun dalam  Indonesia Australia Association (AIA) di bawah bimbingan guru gamelan KBRI, Sdr. Sugito. 

           Suasana semakin semarak dengan pertunjukan group band KBRI Canberra yang membawakan jenis musik oldies Indonesia, dan penampilan kelompok musik mahasiswa “Tiga Roda Band” yang menghentak para pengunjung dengan lagu-lagu Indonesia berjenis pop, rock dan dangdut. Sebagian para pengunjung yang memenuhi lokasi panggung terlihat ikut bergoyang menikmati lagu-lagu yang dibawakan oleh kedua group band tersebut.

           Kemeriahan acara semakin lengkap dengan pagelaran busana (fashion show) tenun ikat khas Sumatra Utara yang dibawakan oleh para siswa Australian Defence Force Academy (ADFA) dan Australian-Indonesian Families Association (ADFA), serta pertunjukan busana daerah oleh para pelajar Narrabundah College dan Melrose High School. Para pengunjung pun menyambut meriah ketika dua pelajar Australia yang belajar bahasa Indonesia dari Narrabundah College dan Melrose High School menunjukkan kemahiran mereka berpidato dalam bahasa Indonesia tentang HUT RI.

           Tujuh gerai yang menyajikan makanan, minuman dan jajanan pasar khas Indonesia dari dua restoran Indonesia di Canberra, masyarakat Indonesia, Dharma Wanita Persatuan, KORPRI dan satu restoran dari Melbourne terus dipadati para pengunjung yang mengantri sejak acara dibuka.  Semua makanan yang tersaji pun habis terjual menjelang acara berakhir. Bahkan salah satu restoran Indonesia di Canberra, “Sanur Balinese Restaurant”, terpaksa berulang kali menambah makanan mereka guna memenuhi permintaan yang terus meningkat.

           Selain menikmati wisata kuliner Indonesia yang tersaji dalam Festival ini, para pengunjung pun terlihat memadati gerai non-makanan, seperti gerai handicraft milik Dharma Wanita Persatuan, gerai Trash & Treasure yang menyajikan barang-barang bekas dan baru, gerai pameran foto Indonesia oleh Fotografer professional Refi dan Liga Fotografi PPIA-ACT, gerai Fungsi Pensosbud, dan gerai AIA. Guna mendukung persiapan Pemilu 2009, Tim PPLN KBRI Canberra turut membuka gerai PPLN yang menerima pendaftaran pemilih.

           Dalam kesempatan acara ini, Dubes Hamzah Thayeb memberikan penghargaan kepada dua orang staf Atdikbud, yakni Sdr. Sugito atas dedikasi dan partisipasi aktifnya dalam mengembangkan budaya Indonesia khususnya Gamelan Jawa, dan kepada Mr. John Davenport atas jasanya sebagai pemandu Balai Budaya bagi para pelajar dan turis  Australia yang berkunjung ke KBRI.

            Dalam acara Festival ini, KBRI bekerjasama dengan para mahasiswa Australian National University (ANU) yang tergabung dalam Australian Sidoarjo Assistance Project (ASAP) melakukan penggalangan dana bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana lumpur Sidoarjo, Jawa Timur, melalui penjualan raffle ticket. Bagi para pemenang undian raffle ticket disediakan berbagai hadiah menarik dari sponsor dan donatur, antara lain dua buah tiket pesawat ekonomi untuk Sydney-Jakarta-Sydney dari Garuda Indonesia dan Netfare Travel, serta hadiah lainnya dari Duta Besar RI, para staf KBRI, AIFA, dan toko furnitur Indonesia “Java Style”. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan dana sebesar A$ 2045 (dua ribu empat puluh lima dollar Australia) atau senilai Rp 15,4 juta.      

             Dalam Festival ini dilakukan pula pembagian hadiah bagi para pemenang pertandingan olahraga dari berbagai cabang yakni gaple, bola voli, tenis lapangan, futsal, tenis meja dan bulutangkis yang telah dipertandingkan sejak bulan Juli sampai pertengahan bulan Agustus sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.

             Tidak dapat dipungkiri bahwa peran masyarakat Indonesia, Friends of Indonesia, dan para sponsor acara yang sangat besar bagi kesuksesan acara Festival ini, serta strategi publikasi yang efektif melalui berbagai media promosi termasuk dalam SKH Canberra Times pada tanggal 22 Agustus 2008, tabloid Indomedia, Radio ABC AM 666, Radio Mix FM 106 dan Radio Indonesia FM 91.1. Kemeriahan Festival ini telah diliput kantor berita ANTARA dan diberitakan pula dalam siaran berita TV Canberra WIN News pukul 18.30 pada tanggal 25 Agustus 2008.

            Selain sebagai media untuk memperkuat people-to-people contact, penyelenggaraan Festival Indonesia tersebut digunakan pula sebagai sarana untuk mempromosikan seni, budaya dan pariwisata Indonesia dalam rangka mendukung kesuksesan program Visit Indonesia Year (VIY) 2008 kepada publik Australia. Mempertimbangkan kesuksesan dan keinginan sebagian besar pengunjung Festival Indonesia, kami berkomitmen untuk menjadikan acara ini sebagai ajang tahunan KBRI Canberra.

 

 

Perwakin Canberra, 25 Agustus 2008

 

 

Media inquiries : contact the Information Officer of the Embassy at + 612 62508642

EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273 6017