|
SIARAN PERS
NO. 611/PR/PEN/VIII/08
PENYELENGGARAAN FESTIVAL INDONESIA DIPENUHI
OLEH WARGA AUSTRALIA DAN DIHADIRI PARA DUTA
BESAR NEGARA SAHABAT
___________________________________________________________________
Festival Indonesia bertajuk “Pesta Rakyat Tanah
Airku” yang digelar pada tanggal 23 Agustus 2008
sebagai puncak acara perayaan HUT RI ke-63 di
KBRI Canberra berlangsung sangat meriah.
Bertempat di halaman KBRI Canberra, kegiatan
pesta masyarakat yang dikemas dalam bentuk
Festival ini merupakan kali pertama digelar dan
dihadiri lebih dari seribu pengunjung dari
masyarakat Indonesia di Canberra dan sekitarnya,
warga Australia dan kalangan Korps Diplomatik,
termasuk enam Duta Besar negara sahabat dari
Filipina, Myanmar, Venezuela, Belanda, Mauritius
dan Makedonia.
Acara yang digelar sejak pukul 10.30 pagi hingga
4.00 sore tersebut dibuka secara resmi oleh Duta
Besar RI dan menampilkan beragam pertunjukan
seni budaya, makanan khas Indonesia, dan pakaian
tradisional, serta pertunjukan musik kontemporer.
Dalam sambutan singkatnya, Dubes
Hamzah Thayeb menyampaikan bahwa maksud
penyelenggaraan Festival Indonesia tersebut
selain dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan
RI ke-63, juga memberikan kesempatan bagi
masyarakat Canberra untuk menikmati dan mengenal
keragaman seni dan budaya Indonesia guna
menumbuhkembangkan saling pengertian di antara
masyarakat kedua negara. Oleh karena itu,
menurut Dubes Hamzah Thayeb, kegiatan Festival
Indonesia merupakan bentuk lain dari interaksi
dalam hubungan antar masyarakat
(people-to-people contact) kedua negara.
Festival yang dipadati oleh mayoritas warga
asing tersebut dibuka dengan penampilan tunggal
tari Baris oleh Yohanes Martin, siswa Sekolah
Teologi di Canberra yang berasal dari Nusa
Tenggara Timur. Para pengunjung tampak terpukau
dengan penampilan tarian asal Bali tersebut yang
enerjik dan menggambarkan keberanian seorang
kesatria. Selain dari Bali, ditampilkan pula
tari Giring-Giring dari Kalimantan Timur dan
Jaipong dari Jawa Barat yang dibawakan oleh para
mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam
Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA).
Selain tarian, Festival turut dimeriahkan pula
dengan pertunjukan Gamelan Jawa yang dimainkan
oleh 15 anggota yang sebagian besar merupakan
warga Australia yang terhimpun dalam
Indonesia Australia Association (AIA) di
bawah bimbingan guru gamelan KBRI, Sdr. Sugito.
Suasana semakin semarak dengan pertunjukan
group band KBRI Canberra yang membawakan
jenis musik oldies Indonesia, dan
penampilan kelompok musik mahasiswa “Tiga Roda
Band” yang menghentak para pengunjung dengan
lagu-lagu Indonesia berjenis pop, rock
dan dangdut. Sebagian para pengunjung yang
memenuhi lokasi panggung terlihat ikut bergoyang
menikmati lagu-lagu yang dibawakan oleh kedua
group band tersebut.
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan
pagelaran busana (fashion show) tenun
ikat khas Sumatra Utara yang dibawakan oleh para
siswa Australian Defence Force Academy (ADFA)
dan Australian-Indonesian Families
Association (ADFA), serta pertunjukan busana
daerah oleh para pelajar Narrabundah College dan
Melrose High School. Para pengunjung pun
menyambut meriah ketika dua pelajar Australia
yang belajar bahasa Indonesia dari Narrabundah
College dan Melrose High School menunjukkan
kemahiran mereka berpidato dalam bahasa
Indonesia tentang HUT RI.
Tujuh gerai yang menyajikan makanan, minuman dan
jajanan pasar khas Indonesia dari dua restoran
Indonesia di Canberra, masyarakat Indonesia,
Dharma Wanita Persatuan, KORPRI dan satu
restoran dari Melbourne terus dipadati para
pengunjung yang mengantri sejak acara dibuka.
Semua makanan yang tersaji pun habis terjual
menjelang acara berakhir. Bahkan salah satu
restoran Indonesia di Canberra, “Sanur Balinese
Restaurant”, terpaksa berulang kali menambah
makanan mereka guna memenuhi permintaan yang
terus meningkat.
Selain menikmati wisata kuliner Indonesia yang
tersaji dalam Festival ini, para pengunjung pun
terlihat memadati gerai non-makanan, seperti
gerai handicraft milik Dharma Wanita
Persatuan, gerai Trash & Treasure yang
menyajikan barang-barang bekas dan baru, gerai
pameran foto Indonesia oleh Fotografer
professional Refi dan Liga Fotografi PPIA-ACT,
gerai Fungsi Pensosbud, dan gerai AIA. Guna
mendukung persiapan Pemilu 2009, Tim PPLN KBRI
Canberra turut membuka gerai PPLN yang menerima
pendaftaran pemilih.
Dalam kesempatan acara ini, Dubes Hamzah Thayeb
memberikan penghargaan kepada dua orang staf
Atdikbud, yakni Sdr. Sugito atas dedikasi dan
partisipasi aktifnya dalam mengembangkan budaya
Indonesia khususnya Gamelan Jawa, dan kepada Mr.
John Davenport atas jasanya sebagai pemandu
Balai Budaya bagi para pelajar dan turis
Australia yang berkunjung ke KBRI.
Dalam acara Festival ini, KBRI bekerjasama
dengan para mahasiswa Australian National
University (ANU) yang tergabung dalam
Australian Sidoarjo Assistance Project
(ASAP) melakukan penggalangan dana bantuan
kemanusiaan bagi para korban bencana lumpur
Sidoarjo, Jawa Timur, melalui penjualan
raffle ticket. Bagi para pemenang undian
raffle ticket disediakan berbagai
hadiah menarik dari sponsor dan donatur, antara
lain dua buah tiket pesawat ekonomi untuk
Sydney-Jakarta-Sydney dari Garuda Indonesia dan
Netfare Travel, serta hadiah lainnya dari Duta
Besar RI, para staf KBRI, AIFA, dan toko
furnitur Indonesia “Java Style”. Kegiatan
ini berhasil mengumpulkan dana sebesar A$ 2045 (dua
ribu empat puluh lima dollar Australia) atau
senilai Rp 15,4 juta.
Dalam Festival ini dilakukan pula pembagian
hadiah bagi para pemenang pertandingan olahraga
dari berbagai cabang yakni gaple, bola voli,
tenis lapangan, futsal, tenis meja dan
bulutangkis yang telah dipertandingkan sejak
bulan Juli sampai pertengahan bulan Agustus
sebagai bagian dari rangkaian kegiatan
memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.
Tidak dapat dipungkiri bahwa peran masyarakat
Indonesia, Friends of Indonesia, dan para
sponsor acara yang sangat besar bagi
kesuksesan acara Festival ini, serta strategi
publikasi yang efektif melalui berbagai media
promosi termasuk dalam SKH Canberra Times
pada tanggal 22 Agustus 2008, tabloid Indomedia,
Radio ABC AM 666, Radio Mix FM 106 dan Radio
Indonesia FM 91.1. Kemeriahan Festival ini telah
diliput kantor berita ANTARA dan diberitakan
pula dalam siaran berita TV Canberra WIN News
pukul 18.30 pada tanggal 25 Agustus 2008.
Selain sebagai media untuk memperkuat
people-to-people contact, penyelenggaraan
Festival Indonesia tersebut digunakan pula
sebagai sarana untuk mempromosikan seni, budaya
dan pariwisata Indonesia dalam rangka mendukung
kesuksesan program Visit Indonesia Year (VIY)
2008 kepada publik Australia.
Mempertimbangkan kesuksesan dan keinginan
sebagian besar pengunjung Festival Indonesia,
kami berkomitmen untuk menjadikan acara ini
sebagai ajang tahunan KBRI Canberra.
Perwakin Canberra, 25 Agustus 2008
|