|
SIARAN PERS
NO: 310/PR/PEN/v/2008
PENONTON BERPOCO-POCO BERSAMA PADA FESTIVAL
BUDAYA INDONESIA DI QUEANBEYAN, NEW SOUTH WALES
Masyarakat Indonesia di Queanbeyan, New South
Wales, yang tergabung dalam Indonesian
Community of Queanbeyan Association
bekerjasama dengan KBRI Canberra, KJRI Sydney,
Queanbeyan City Council dan Persatuan Pelajar
Indonesia di Australia (PPIA) wilayah ACT telah
menyelenggarakan Festival Budaya Indonesia
bertempat di Queanbeyan Conference Centre pada
tanggal 18 Mei 2008.
Acara yang dihadiri oleh sekitar 300 pengunjung
tersebut dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut adalah
Wakil Walikota Queanbeyan, Mrs. Ann Rocca dan
beberapa councillors Dewan Kota
Queanbeyan.
Dalam sambutannya mewakili Walikota Queanbeyan,
Mrs. Ann Rocca (Deputy Mayor of Queanbeyan)
menyambut baik kegiatan Festival Budaya
Indonesia yang digagas oleh komunitas Indonesia
di Queanbeyan dan berjanji akan terus memberikan
dukungan khususnya pendanaan bagi kegiatan
kebudayaan semacam ini yang turut memperkaya
kehidupan multikultural di wilayah Queanbeyan.
Sementara itu, Duta Besar RI dalam sambutannya
menyatakan bahwa penyelenggaraan Festival
Budaya Indonesia tersebut memberikan kesempatan
bagi masyarakat Australia untuk menikmati
kekayaan dan keragaman seni budaya Indonesia,
menumbuhkembangkan saling pengertian diantara
masyarakat kedua negara, dan mendorong pemajuan
people-to-people contact bagi penguatan
hubungan bilateral Indonesia-Australia. Selain
itu, Duta Besar RI menyampaikan bahwa kegiatan
ini dimaksudkan pula untuk mendukung program
“Visit Indonesia Year 2008” yang dicanangkan
oleh Pemerintah.
Pagelaran kesenian yang berlangsung sejak pukul
11.00 hingga 14.00 tersebut ini menampilkan Tari
Gembira dan Tari Piring dari Sumatera Barat yang
dibawakan oleh para pelajar Yarralumla Primary
School, serta Tari Saman (Aceh) dan Tari Ngibeng
(Jawa Barat) yang dibawakan secara atraktif oleh
para mahasiswa PPIA. Acara dimeriahkan pula
dengan unjuk kemampuan berbahasa Indonesia oleh
empat pelajar sekolah dasar dari Turner School.
Para pelajar yang rata-rata telah mempelajari
bahasa Indonesia selama tiga tahun tersebut
memperkenalkan diri dalam bahasa Indonesia
kepada hadirin.
Selain menampilkan tarian tradisional, acara
diisi pula dengan presentasi dari Indonesianis
Australian National University (ANU), Dr.
George Quinn yang menyampaikan pemaparan
mengenai “A Pilgrimage Through Java in Search of
Islam”.
Para pengunjung yang hadir juga tampak antusias
memadati gerai makanan Indonesia yang disajikan
oleh restoran Indonesia di Canberra, Indo Cafe.
Sejumlah brosur wisata Indonesia, baju daerah,
wayang dan workshop gamelan turut digelar dalam
festival ini.
Festival Budaya Indonesia semakin semarak dengan
diadakan pengundian raffle ticket dengan
hadiah vouchers belanja dari sejumlah
sponsor. Sebelum ditutup, para penonton diajak
untuk menari Poco-poco bersama yang dipandu oleh
event coordinator. Walaupun sebagian
besar penonton warga Australia baru pertama kali
menyaksikan tarian ini, namun mereka tampak
bersemangat dan tidak terlalu menemui kesulitan
untuk mengikuti gerakan tari Poco-poco yang
ringan dan lincah ini.
Para pengunjung warga Australia yang sebagian
besar berasal dari wilayah Queanbeyan dan
sekitarnya tampak terkesan dengan pagelaran
kesenian tersebut. Mereka mengharapkan agar
acara serupa dapat diselenggarakan kembali bagi
publik Australia.
Canberra, 21 Mei 2008
|