KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273 6017


 

 PRESS RELEASE
 

PERTEMUAN APEC ECONOMIC LEADERS
 SYDNEY, 2-9 SEPTEMBER 2007


APEC SEPAKATI AGENDA AKSI PENGURANGAN

 EMISI GAS RUMAH KACA GLOBAL DAN PENINGKATAN INTEGRASI EKONOMI REGIONAL.

Para Pemimpin Ekonomi Anggota APEC telah mengakhiri Pertemuan Tingkat Pemimpin Ekonomi APEC di Sydney pada tanggal 9 September 2007. Sebagai hasil dari rangkaian pertemuan APEC tersebut, para Pemimpin Ekonomi APEC telah menyepakati agenda aksi pengurangan emisi gas rumah kaca global melalui suatu deklarasi yang disebut Sydney APEC Leaders’ Declaration on Climate Change, Energy Security and Clean Development.  Dalam agenda aksi tersebut, ekonomi anggota APEC telah memutuskan diantaranya rencana untuk meningkatkan jumlah hutan di kawasan Asia-Pasifik sebanyak 20 juta hektar pada tahun 2020, dengan maksud mengurangi 1.4 trilyun ton karbon, atau mengurangi 11% emisi global.  Selain itu, para pemimpin ekonomi APEC juga telah memutuskan agenda aksi untuk mengurangi intensitas energi sebanyak 25% pada tahun 2030.  

Dalam pembahasan isu perubahan iklim tersebut, Presiden RI yang mendapatkan kehormatan sebagai pembicara pertama pada retreat sesi pertama, telah menyampaikan inisiatif Indonesia untuk menyelamatkan terumbu karang di kawasan melalui suatu Coral Triangle Initiatives: Coral Reef, Fisheries and Food Security.  Inisiatif Indonesia tersebut telah mendapatkan sambutan positif dari para pemimpin ekonomi APEC lainnya dan masuk sebagai bagian dari agenda aksi deklarasi tersebut.

Presiden RI secara khusus juga menekankan pentingnya pengintegrasian dimensi pembangunan dan pengentasan kemiskinan dalam pembahasan perubahan iklim.   Selain itu, Presiden RI telah menyampaikan rencana Indonesia untuk menyelenggarakan Pertemuan 8 Negara Pemilik Hutan Terbesar di Dunia (F8) di sela sela High-Level Meeting on Climate Change di UN pada bulan September 2007 serta rencana pertemuan Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan di sela pertemuan konferensi negara pihak UNFCCC di Bali pada tanggal 3-12 Desember 2007.

Salah satu keputusan penting para Pemimpin APEC lainnya sebagaimana yang tercantum dalam Deklarasi Pertemuan Para Pemimpin Ekonomi APEC ke 15 adalah kesepakatan untuk mempercepat upaya-upaya untuk mendorong integrasi ekonomi regional, termasuk mengeksplorasi gagasan Free Trade Area in Asia Pacific (FTAAP). Hal ini diharapkan dapat tercapai melalui upaya pengurangan lebih jauh hambatan di bidang perdagangan dan investasi, perbaikan lingkungan bisnis, efisiensi ekonomi serta  peningkatan integrasi di sejumlah sector khususnya transportasi, telekomunikasi, pertambangan dan energi.

Selain mengeluarkan deklarasi yang bersifat umum dan mengenai Climate Change, para Pemimpin Ekonomi APEC telah mengeluarkan Statement on the WTO Negotiations sebagai bentuk dukungan politis bagi upaya penyelesaian perundingan DDA di WTO. Pada kesempatan tersebut, Presiden Amerika Serikat dan Rusia telah mengumumkan secara resmi keputusannya untuk menjadi tuan rumah pertemuan APEC masing-masing pada tahun 2011 dan 2012. Mengenai moratorium keanggotaan APEC, para Pemimpin Ekonomi APEC sepakat untuk memperpanjang moratorium keanggotaan APEC paling tidak hingga tahun 2010.

Rangkaian Pertemuan Tingkat Para Pemimpin Ekonomi APEC tersebut telah berlangsung dari tanggal 2-9 September 2007. Pertemuan diawali oleh Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi (CSOM) pada tanggal 2-3 September 2007, Pertemuan Tingkat Menteri (AMM) tanggal 5-6 September 2007 dan Pertemuan Tingkat Para Pemimpin Ekonomi APEC, tanggal 8-9 September 2007.

Rangkaian pertemuan tersebut dihadiri oleh delegasi dan pemimpin dari 21 ekonomi anggota APEC yaitu Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Chile, China, Hong Kong, Indonesia, Japan, Korea, Malaysia, Mexico, New Zealand, Papua Nugini, Peru, Filipina, Russia, Singapore, Chinese Taipei, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Delegasi Indonesia yang hadir pada rangkaian Pertemuan APEC tersebut terdiri dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Luar Negeri Dr. N. Hassan Wirajuda dan Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Deplu selaku Ketua SOM APEC serta anggota delegasi yang terdiri dari pejabat dan wakil instansi terkait di Indonesia.

 

Sydney,9 September007


Media inquiries : contact the Information Officer of the Embassy at + 612 62508642

EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273 6017