KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273 6017


PRESS RELEASE

No. 36/PR/PEN/V/2007

ADJIE NOTONEGORO MENGGELAR “BATIK, HERITAGE OF INDONESIA

DI CANBERRA, AUSTRALIA

         Perancang busana Batik ternama Indonesia, Adjie Notonegoro dari House of Adjie, telah menyelenggarakan pagelaran busana (fashion show) Batik, Heritage of Indonesiapada tanggal 4 Mei 2007 bertempat di Playhouse, Canberra Theatre Centre. Kegiatan public diplomacy ini yang diselenggarakan bekerjasama dengan Kedutaan Besar RI di Canberra dimaksudkan untuk mempromosikan Batik Indonesia, yang merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa Indonesia, kepada masyarakat luas Australia serta untuk membuka peluang pasar bagi produk Batik dan tekstil Indonesia di Australia.

          Antusiasme dan sambutan masyarakat Australia, khususnya di Canberra, tampak dari pengunjung yang hadir yang berjumlah lebih dari 600 orang dan berasal dari berbagai kalangan. Sejumlah Duta Besar/High Commissioners dan Korps Diplomatik, para pejabat Pemerintah Australia, para pengusaha boutique, pemerhati fashion, pengusaha retail pakaian jadi, masyarakat umum Australia dan masyarakat Indonesia memenuhi ruang Playhouse Theatre.

          Adjie menampilkan koleksi yang terdiri dari lima buah kebaya modern terbuat dari bahan lace dipadankan dengan kain songket; lima buah kebaya klasik terbuat dari bahan velvet dan silk dengan padanan kain Batik; sepuluh gaun Batik haute couture (evening gown); sebuah kebaya pengantin tradisional; dan dua gaun pengantin (bridal gown) dan diperagakan oleh 10 orang model dari Indonesia. Dua model pria warga Australia juga ikut memperagakan kemeja Batik rancangan Adjie, yakni Mannix Foster dan Stephan Kennedy, untuk menunjukkan bahwa Batik juga serasi untuk dikenakan oleh masyarakat Australia.

          Penampilan gaun Batik haute couture memperlihatkan bahwa kain Batik tidak hanya digunakan sebagai padanan dengan kebaya atau sebagai kain sarung yang biasa dikenakan sebagai busana nasional Indonesia untuk acara-acara tertentu saja, melainkan dari kain Batik dapat pula dirancang menjadi sebuah gaun malam yang mewah dan menawan (adi busana).

          Acara pagelaran yang diselingi dengan tarian klasik “Gending Sriwijaya” dari Palembang dan tari “Saman” dari Aceh yang dibawakan oleh Sanggar Tari Isti di Canberra, telah memikat seluruh pengunjung. Kebaya modern yang dipadu dengan kain songket, oleh Adjie ditaburkan dengan payet. Penaburan payet dilakukan secara manual dan disesuaikan dengan warna bahan kebaya dan kain songket itu sendiri. Pemasangan/penaburan payet khususnya pada bahan songket memerlukan waktu sampai dua bulan lamanya. Sementara itu, bahan kebaya klasik yang ditampilkan dihiasi dengan bordir (hand embroidered) yang terbuat dari benang emas atau silver

          Pagelaran busana ini juga dirangkaikan dengan pameran bertempat di lobby Playhouse menyajikan berbagai bahan/kain Batik, peralatan membuat Batik, presentasi powerpoint mengenai proses pembuatan Batik secara terus-menerus, berbagai jenis produk furniture dan kerajinan khas Indonesia dari Java Style Warehouse di Canberra dan beragam brosur mengenai Batik, kerajinan dan furniture Indonesia yang difasilitasi oleh Atase Perdagangan KBRI Canberra. Digelar pula berbagai kain Batik dan peralatan membatik yang diperoleh atas dukungan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra maupun dari koleksi pribadi para staf KBRI Canberra serta Sanggar Tari Isti. 

Acara yang berlangsung selama dua jam diakhiri dengan Adjie Notonegoro menyerahkan seperangkat gaun pengantin rancangannya kepada Australian National Gallery yang diwakili oleh Ms. Lucie Folen, Curator Asian Art. Gaun pengantin warna putih yang terbuat dari chiffon dan organza dengan padanan kain Batik tersebut akan menambah koleksi tekstil Indonesia yang dimiliki National Gallery. Acara ditutup dengan cocktail function bagi pengunjung untuk berinteraksi dengan perancang Adjie Notonegoro sekaligus menikmati beragam hidangan kecil khas Indonesia dan melihat-lihat pameran. Para pengunjung menyatakan sangat terkesan atas koleksi Adjie yang ditampilkan malam itu dan mengagumi bahwa Batik dapat menjadi sebuah busana  yang sangat indah. Seorang pengunjung bahkan menegaskan pihaknya telah membuka usaha impor Batik.

Selain jajaran KBRI Canberra, acara ini telah melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak. Dukungan Garuda Indonesia, Altelindo (perusahaan IT Indonesia), Java Style Warehouse (perusahaan Australia/importir furniture kayu dan kerajinan Indonesia), Indocafé Canberra (restoran Indonesia), Indomedia (tabloid masyarakat Indonesia di Australia) dan Kabelvision (pay-tv Indonesia) telah turut mensukseskan penyelenggaraannya. Peran Dharma Wanita Persatuan KBRI Canberra dan Persatuan Pelajar Indonesia-Australia (PPIA) Canberra juga sangat besar dalam kegiatan ini.

          Sebelum pagelaran, Helen Musa, Arts Editor dari the Canberra Times, mengadakan wawancara dengan Adjie Notonegoro mengenai acara “Batik, Heritage of Indonesia.” Berita yang diturunkan dalam the Canberra Times edisi 3 Mei 2007 telah semakin memperluas pemberitaan tentang kegiatan ini. Sementara Adjie sendiri berkesempatan untuk menjadi guest lecturer di Faculty of Design di Canberra Institute of Technology (CIT) dan School of Art di Australian National University (ANU) yang dikoordinasikan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra. Presentasi di kedua universitas tersebut telah mendapat perhatian mendalam dan dimaksudkan sebagai upaya pengenalan Batik kepada mahasiswa Australia, khususnya yang mendalami tekstil, sekaligus untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki banyak ragam budaya yang sangat unik dan memiliki nilai estetika yang tinggi.

         Perwakin Canberra,    8 Mei 2007

--------------------- 


Media inquiries : contact the Information Officer of the Embassy at + 612 62508642

EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273 6017