|
Pada
tanggal 14 Juni 2006, KBRI Canberra
bekerjasama dengan Hassal & Associates
Pty Ltd, telah menyelenggarakan acara
pemutaran film “Swapping Lives” dan
diskusi mengenai substansi film tersebut,
bertempat di National Museum, Canberra.
Acara yang dibuka oleh Duta Besar RI
Canberra, Hamzah Thayeb, dihadiri oleh
sekitar 150 masyarakat Australia dan
Indonesia. Acara tersebut juga menghadirkan
dua gadis pemeran utama film tersebut, Dewi
(23 tahun) asal Yogyakarta dan Violet Rish
(19 tahun) asal Sydney, Australia, serta
sutradara, David Goldie.
Film
dokumenter yang berdurasi selama 1 jam
tersebut menggambarkan pertukaran kehidupan
dua gadis yang berasal dari dua negara
selama 10 minggu serta kegiatan sehari-hari
mereka di lingkungan keluarga dan masyarakat
yang memiliki latar belakang sosial dan
budaya yang sangat berbeda. Dalam hal ini,
Dewi digambarkan seorang gadis berasal dari
negara mayoritas Muslim yang tinggal di
tengah-tengah masyarakat Australia,
sementara Violet tinggal di tengah-tengah
keluarga Muslim di Yogyakarta. Dalam
kegiatannya, mereka mencoba untuk
menampilkan pengalaman mereka sehari-hari
dan pendapat keluarga dan masyarakat
setempat mengenai berbagai isu mulai dari
pergaulan bebas hingga isu-isu global,
seperti terorisme yang selalu dikaitkan kaum
Muslim.
Dalam
sambutannya, Duta Besar Hamzah Thayeb,
antara lain mengemukakan bahwa dengan
penayangan berbagai pengalaman yang dialami
oleh kedua gadis seperti yang terdapat dalam
film tersebut, para
penonton
diharapkan akan mendapatkan pengertian yang
lebih baik terhadap berbagai aspek kehidupan
masyarakat dari dua negara yang berbeda
termasuk tantangan-tantangannya. Film
tersebut juga mendorong upaya-upaya
terciptanya peningkatan people-to-people
contact antar kedua Negara dan
pemahaman antar budaya yang lebih mendalam (a
greater cross-cultural understanding).
Sementara
itu, sutradara David Goldie mengemukakan
bahwa maksud dari pembuatan film tersebut
adalah untuk mencoba menguji pengalaman dua
gadis yang mewakili dua negara yang berbeda
latar belakang sosial dan budaya dalam
kaitannya dengan rasisme, toleransi dan
potensi-potensi bagi terciptanya keharmonian
ditengah-tengah terdapatnya perbedaan.
Menurutnya bahwa pembuatan film tersebut
adalah untuk memberikan persepsi yang
positif sejak awal kepada generasi muda
khususnya mengenai hal-hal yang positif
dalam kehidupan bermasyarakat antar negara.
Dalam
acara diskusi dengan pemeran utama dan
sutradara film tersebut, para undangan
pada umumnya menyampaikan apresiasi yang tinggi
terhadap prakarsa pembuatan film tersebut,
yang telah memberikan manfaat positif bagi
para penonton, khususnya untuk lebih
memahami karateristik masyarakat
masing-masing negara yang memiliki latar
belakang sosial dan budaya yang berbeda.
Film
Swapping Lives tersebut pertama kali
ditayangkan oleh TV SBS Australia pada
tanggal 6 Oktober 2005. |