|
Australia
tetap memiliki keinginan yang besar untuk meningkatkan
perdagangan dan investasi dengan Indonesia. Hal tersebut
merupakan hasil pertemuan antara Menteri Perdagangan RI
(Mendag), Dr. Mari Elka Pangestu, dengan Mendag Australia,
Mark Vaile, serta para pengusaha Australia dalam kunjungan
Mendag RI ke Australia pada tanggal
8-15 Agustus yang lalu.
Kunjungan Mendag RI tersebut merupakan yang pertama kali
dilaksanakan sejak kedua menteri menandatangani Kerangka
Hubungan Perdagangan dan Investasi (Trade and
Investment Framework) bulan Nopember 2005 di Hanoi,
Vietnam. Pertemuan tersebut juga merupakan rangkaian dari
upaya pemulihan hubungan resmi kedua negara, yang diawali
dengan pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
dengan PM John Howard di Batam dan Pertemuan Tingkat
Menteri Indonesia-Australia di Bali pada bulan Juni
lalu.
Dalam pertemuan Mendag kedua negara telah disepakati,
antara lain: perlunya komitmen yang kuat dalam
meningkatkan perdagangan dan investasi kedua negara,
kesediaan Australia untuk memberikan bantuan kerjasama
teknik bagi produsen dan eksportir Indonesia guna dapat
memenuhi standar pasar Australia terhadap tiga komoditas
ekspor utama: produk dari kayu, pertanian dan
perikanan.
Untuk meningkatkan investasi Australia di Indonesia, kedua
pihak sepakat melakukan serangkaian program bersama dalam
pertukaran informasi dan misi yang mendorong perbaikan
iklim dan kepercayaan pengusaha terhadap potensi hubungan
ekonomi kedua negara, melaksanakan program bersama dalam
rangka mempromosikan investasi Australia ke Indonesia,
meningkatkan peran dan kualitas produk, desain dan
pemasaran UKM Indonesia.
Kedua Menteri juga menyetujui pembentukan Kelompok Ahli
Bersama (Joint Expert Group) untuk mengkaji dan
merumuskan lebih lanjut pemikiran, gagasan dan
langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan
hubungan ekonomi dan perdagangan serta investasi kedua
negara.
Pemerintah dan Pengusaha Australia juga menanggapi positif
dan menyatakan kesiapannya untuk menghadiri Infrastructur
Conference yang akan dilaksanakan di Jakarta pada
tanggal 1-3 November 2006 .
Pertemuan simultan juga dilakukan oleh para pengusaha dari
kedua negara yang telah membahas kebijakan dan
perkembangan kesempatan investasi di berbagai sektor di
Indonesia. Pada akhir pertemuan para pengusaha
menyampaikan usul dan komitmennya kepada kedua Menteri
Perdagangan masing-masing, yaitu: percepatan perbaikan
iklim investasi di Indonesia; b) pengkajian mengenai
perlu-tidaknya Persetujuan Perdagangan Bebas antara
RI-Australia (FTA/Free Trade Area); c) kesiapan
para pengusaha mendukung UKM, dan; d) pengembangan dan
pengkajian bersama industri energi alternatif.
Selain melakukan kunjungan ke Canberra, Mendag RI juga
melakukan kunjungan ke Brisbane dan Melbourne serta
menjadi pembicara dalam seminar bisnis dan investasi di
Indonesia. Seminar mendapatkan sambutan yang besar dari
para pengusaha Australia yang berminat mengembangkan
hubungan bisnisnya dengan Indonesia. Mereka umumnya
menyampaikan keyakinannya bahwa iklim investasi di
Indonesia dapat diperbaiki guna meningkatkan daya
saingnya menghadapi negara-negara lain di kawasan yang
terus berkompetisi menarik investasi internasional.
|
|
EMBASSY
OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T.
2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273 6017
|