Sembilan
belas anak-anak Aceh korban tsunami dan 6 pejabat
pedamping serta artis Neno Warsiman telah berkunjung ke
Canberra pada tanggal 10-15 September 2006. Kunjungan yang
diorganisir oleh Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Youth Off
The Street (YOTS) Sydney bekerjasama dengan KBRI Canberra
tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan ucapan terima
kasih kepada Pemerintah dan Masyarakat Australia yang
telah membantu anak-anak Aceh korban tsunami.
Selama
kunjungan di Canberra, anak-anak Aceh telah bertemu dengan
Sir Michael Jeffery, Gubernur Jenderal Australia bertempat
di Government House pada tanggal 11 September 2006,
Perdana Menteri John Howard dan Senator Fierrravanti
Wells di Parliament House pada tanggal 13 September 2006.
Sir
Michael Jeffery dalam sambutannya menyampaikan bahwa
dirinya dan publik Australia umumnya sangat sedih
mendengar bencana tsunami yang terjadi di Aceh pada tahun
2004, yang sebagian korbannya adalah anak-anak. Dalam
upaya membantu para korban dan proses rehabilitasi dan
rekonstruksi di Aceh, Pemerintah Australia selain
memberikan bantuan darurat juga memberikan bantuan dana
sebesar AUS$1 milyar. Dirinya juga memuji kerjasama yang
dilakukan oleh YOTS dan Muhammadiyah dalam membantu
anak-anak Aceh korban tsunami dengan mendirikan tempat
penampungan bagi mereka.
Dalam
pertemuan dengan PM John Howard, anak-anak Aceh juga
berdialog dan menyaksikan ruang kerja PM Howard. PM Howard
menjelaskan kunjungan anak-anak Aceh ke Australia ini
sangat penting artinya bagi kedua negara karena
memperlihatkan bagaimana interaksi dapat terjadi diantara
masyarakat yang mewakili dua negara dengan nilai dan agama
yang berbeda.
Senator
Partai Liberal, Fierravanti Wells dari wilayah pemilihan
New South Wales menyambut hangat anak-anak Aceh di
Parliament House. Meskipun pada saat tersebut terdapat
sitting di Parlemen, namun dirinya tetap menyempatkan
untuk menerima anak-anak Aceh. Dirinya merasa senang
karena anak-anak Aceh sekarang sudah bisa bergembira dan
bergairah dalam mengisi hari-harinya. Dalam kesempatan
tersebut, anak-anak Aceh juga menampilkan paduan suara
“Bunga Jeumpa” di hadapan Senator Wells.
Selain
pertemuan dengan para pejabat Australia, anak-anak Aceh
juga mengunjungi 3 sekolah/college yang memiliki
pengajaran bahasa Indonesia, yaitu Belconnen High School,
Calwell High School dan Daramalan College. Dalam setiap
kunjungan ke sekolah, para anak Aceh berdialog dengan para
pelajar Australia mengenai sistem belajar di masing-masing
sekolah dan menyaksikan berbagai fasilitas laboratiorium,
seni dan olahraga di sekolah-sekolah tersebut. Anak-anak
Aceh juga merasa gembira menyaksikan berbagai tempat
rekreasi di Canberra dengan mengunjugi Questacon Science
Museum, Cockington Green, Canberra Zoo, Old and New
Parliament House.
Di
akhir kunjungannya, anak-anak Aceh bersama artis Neno
Warisman melakukan pagelaran budaya di Balai Kartini, KBRI
Canberra dan mendapatkan sambutan yang sangat besar dari
para undangan yang terdiri dari para pejabat pemerintah,
sekolah-sekolah di Canberra, Australia – Indonesia
Association (AIA), Australia – Indonesia Family
Association (AIFA), masyarakat Australia lainnya serta
masyarakat Indonesia. Kunjungan anak-anak Aceh di Canberra
juga mendapat perhatian dan liputan dari berbagai media
cetak dan elektronik Australia. Keterangan Foto: PM John
Howard sedang berdialog dengan anak-anak Aceh disaksikan
oleh Duta Besar beserta Ibu Lastry Hamzah Thayeb bertempat
di Parliament House.
|