Assalammu’alaikum
warrahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita
semua,
Saya ingin mengawali
sambutan ini dengan memanjatkan puji syukur ke
hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya dengan
kuasa-Nya kita kembali dapat berkumpul bersama
pada hari ini untuk memperingati Hari Ibu yang
ke-77 Tahun 2005. Atas nama pimpinan Kedutaan
Besar RI Canberra beserta seluruh jajarannya,
izinkanlah saya menggunakan kesempatan ini untuk
mengucapkan “Selamat” kepada para
ibu/perempuan pada hari yang berbahagia ini.
Sebagaimana kita ketahui
bersama, Pemerintah telah menetapkan Hari Ibu
sebagai Hari Nasional untuk diperingati, bukan
saja di seluruh pelosok Indonesia melainkan juga
di luar negeri. Untuk itulah kita sekarang
berada di ruangan ini, yakni Balai Kartini,
untuk menghormati seorang ibu/perempuan
Indonesia yang telah memperjuangkan emansipasi
kaumnya.
Berbeda dengan
“Mother’s Day” yang kita kenal di Amerika
Serikat, peringatan Hari Ibu memiliki
makna yang lebih dalam. Karena itu hari ini
janganlah dipandang sebagai suatu peringatan
yang bersifat rutin belaka. Yang perlu dicamkan
di sini adalah bahwa Hari Ibu merupakan
penegasan dan pengakuan bahwa para ibu/perempuan
adalah sejajar dan setara dengan kaum laki-laki
dalam perjuangan bangsa mengisi kemerdekaan.
Telah diriwayatkan bahwa ibu/perempuan -
demikian pula isteri - merupakan tonggak
bangsa/keluarga. Maka perlu dihayati bahwa :
ISTERI BAIK, SELAMATLAH KELUARGA; IBU/PEREMPUAN
BAIK, MANTAPLAH BANGSA. Karena itu kita, sebagai
generasi penerus, hendaknya dapat mewarisi
nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang
terkandung dalam sejarah perjuangan kaum
ibu/perempuan tersebut sehingga kita akan
memiliki tekad yang lebih kuat untuk melanjutkan
perjuangan bangsa.
Hadirin yang saya
hormati,
Tema penyelenggaraan Hari
Ibu tahun ini adalah “Dengan
Semangat Hari Ibu ke-77, Kita Terus Berjuang
Meningkatkan Kualitas Moral Bangsa Guna
Pembangunan Berkelanjutan”. Tema ini
sangat tepat di saat-saat bangsa Indonesia
menghadapi berbagai persoalan dan tantangan yang
sangat besar dalam upaya menempatkan dirinya
sebagai bangsa yang berharkat dan bermartabat di
antara bangsa-bangsa lain di dunia.
Dalam kaitan ini, masalah
peningkatan kualitas sumber daya manusia
merupakan hal yang sangat penting dan telah
menjadi isu utama dalam Millenium Development
Goals (MDGs) yang
disepakati oleh 189 negara anggota PBB,
termasuk Indonesia, di New York tahun 2000.
Delapan sasaran yang hendak dicapai MDGs adalah
(1) penghapusan kemiskinan; (2) pendidikan dasar
untuk semua; (3) kesetaraan dan keadilan gender
serta pemberdayaan perempuan; (4) menurunkan
angka kematian bayi; (5) memperbaiki kesehatan
ibu; (6) mencegah HIV/AIDS, malaria dan penyakit
lainnya; (7) lingkungan berkelanjutan; dan (8)
membangun jaringan kemitraan global untuk
pembangunan hingga tahun 2015.
Berhasil tidaknya kita
mencapai sasaran-sasaran tersebut, salah satunya
akan sangat tergantung kepada pemahaman tentang
pentingnya peran ibu/perempuan dalam pembangunan
dan sampai sejauh mana komitmen kita dalam
memberdayakan mereka, karena ke delapan tujuan
pembangunan MDGs sangat terkait dengan
pembangunan dan kualitas sumber daya manusia,
termasuk kaum ibu/perempuan, yang sebagian besar
kondisinya masih memprihatinkan.
Sehubungan dengan hal
tersebut, peningkatan peran dan kemampuan kaum
ibu/ perempuan umumnya tidak lagi hanya bersifat
tradisional, seperti sebagai pengatur rumah
tangga ataupun pendidik utama anak-anak dalam
keluarga, akan tetapi juga harus dilihat secara
lebih luas dalam konteks pembangunan. Aspek
lainnya yang perlu menjadi perhatian ialah
peningkatan perlindungan terhadap kaum
ibu/perempuan karena meluasnya kecenderungan
praktek kekerasan yang mereka hadapi, baik dalam
pekerjaan maupun dalam rumah-tangga.
Karena itulah Pemerintah
Indonesia memberikan perhatian yang sangat besar
terhadap perlindungan kaum ibu/perempuan, antara
lain melalui UU Penghapusan Kekerasan Dalam
Rumah Tangga, UU Perlindungan Pekerja Indonesia
di Luar Negeri dan UU Pemberantasan Tindak
Pidana Perdagangan Perempuan dan Anak.
Hadirin yang saya
hormati,
Sebagai pimpinan KBRI yang
baru di Australia, saya sangat mengharapkan
dukungan dan bantuan para ibu/perempuan untuk
ikut ambil bagian dalam pelaksanaan misi KBRI
yaitu untuk mempertahankan hubungan kerjasama
yang baik di antara kedua Negara, bahkan
meningkatkannya sehingga lebih mantap dan lebih
harmonis di masa mendatang. Dukungan ibu-ibu
terhadap pekerjaan para suami maupun
kegiatan-kegiatan internasional lainnya yang
diikuti merupakan bentuk partisipasi aktif kaum
ibu/perempuan dalam upaya ikut mensukseskan misi
dan visi KBRI Canberra di masa yang akan datang.
Saudara-saudara sekalian,
khususnya para Ibu yang berbahagia,
Sekali lagi saya
menyampaikan selamat merayakan Hari Ibu. Semoga
apa yang menjadi tujuan peringatan ini dapat
kita wujudkan secara bersama dalam kesetaraan.
Secara khusus, (kepada para ibu) semoga para ibu
tetap menjadi ibu yang disegani, dikasihi,
disayangi, dicintai dan menjadi panutan bagi
anak-anak, keluarga dan masyarakat.
Terima kasih.
Wassalammu’alaikum
warrahmatullahi wabarakatuh.
Canberra, 22 Desember 2005
T.M. Hamzah Thayeb
Duta
Besar RI