KEDUTAAN BESAR REPUBLIK INDONESIA
EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273 6017


 

SAMBUTAN DUTA BESAR RI UNTUK AUSTRALIA

PADA PERINGATAN HARI IBU KE-77 TAHUN 2005

TANGGAL 22 DESEMBER 2005
___________________________________________

Assalammu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera bagi kita semua,

Saya ingin mengawali sambutan ini dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya dengan kuasa-Nya kita kembali dapat berkumpul bersama pada hari ini untuk memperingati Hari Ibu yang ke-77 Tahun 2005. Atas nama pimpinan Kedutaan Besar RI Canberra beserta seluruh jajarannya, izinkanlah saya menggunakan kesempatan ini untuk mengucapkan “Selamat” kepada para ibu/perempuan pada hari yang berbahagia ini.

Sebagaimana kita ketahui bersama, Pemerintah telah menetapkan Hari Ibu sebagai Hari Nasional untuk diperingati, bukan saja di seluruh pelosok Indonesia melainkan juga di luar negeri. Untuk itulah kita sekarang berada di ruangan ini, yakni Balai Kartini, untuk menghormati seorang ibu/perempuan Indonesia yang telah memperjuangkan emansipasi kaumnya.

Berbeda dengan “Mother’s Day” yang kita kenal di Amerika Serikat, peringatan Hari Ibu  memiliki makna yang lebih dalam. Karena itu hari ini janganlah dipandang sebagai suatu peringatan yang bersifat rutin belaka. Yang perlu dicamkan di sini adalah bahwa Hari Ibu merupakan penegasan dan pengakuan bahwa para ibu/perempuan adalah sejajar dan setara dengan kaum laki-laki dalam perjuangan bangsa mengisi kemerdekaan. Telah diriwayatkan bahwa ibu/perempuan - demikian pula isteri - merupakan tonggak bangsa/keluarga. Maka perlu dihayati bahwa : ISTERI BAIK, SELAMATLAH KELUARGA; IBU/PEREMPUAN BAIK, MANTAPLAH BANGSA. Karena itu kita, sebagai generasi penerus, hendaknya dapat mewarisi nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah perjuangan kaum ibu/perempuan tersebut sehingga kita akan memiliki tekad yang lebih kuat untuk melanjutkan perjuangan bangsa.

Hadirin yang saya hormati, 

Tema penyelenggaraan Hari Ibu tahun ini adalah “Dengan Semangat Hari Ibu ke-77, Kita Terus Berjuang Meningkatkan Kualitas Moral Bangsa Guna Pembangunan Berkelanjutan”. Tema ini sangat tepat di saat-saat bangsa Indonesia menghadapi berbagai persoalan dan tantangan yang sangat besar dalam upaya menempatkan dirinya sebagai bangsa yang berharkat dan bermartabat di antara bangsa-bangsa lain di dunia. 

Dalam kaitan ini, masalah peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan hal yang sangat penting dan telah menjadi isu utama dalam Millenium Development Goals (MDGs) yang  disepakati oleh 189 negara anggota PBB, termasuk Indonesia, di New York tahun 2000. Delapan sasaran yang hendak dicapai MDGs adalah (1) penghapusan kemiskinan; (2) pendidikan dasar untuk semua; (3) kesetaraan dan keadilan gender serta pemberdayaan perempuan; (4) menurunkan angka kematian bayi; (5) memperbaiki kesehatan ibu; (6) mencegah HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya; (7) lingkungan berkelanjutan; dan (8) membangun jaringan kemitraan global untuk pembangunan hingga tahun 2015.

Berhasil tidaknya kita mencapai sasaran-sasaran tersebut, salah satunya akan sangat tergantung kepada pemahaman tentang pentingnya peran ibu/perempuan dalam pembangunan dan sampai sejauh mana komitmen kita dalam memberdayakan mereka, karena ke delapan tujuan pembangunan MDGs sangat terkait dengan pembangunan dan kualitas sumber daya manusia, termasuk kaum ibu/perempuan, yang sebagian besar kondisinya masih memprihatinkan. 

Sehubungan dengan hal tersebut, peningkatan peran dan kemampuan kaum ibu/ perempuan umumnya tidak lagi hanya bersifat tradisional, seperti sebagai pengatur rumah tangga ataupun pendidik utama anak-anak dalam keluarga, akan tetapi juga harus dilihat secara lebih luas dalam konteks pembangunan. Aspek lainnya yang perlu menjadi perhatian ialah peningkatan perlindungan terhadap kaum ibu/perempuan karena meluasnya kecenderungan praktek kekerasan yang mereka hadapi, baik dalam pekerjaan maupun dalam rumah-tangga.

Karena itulah Pemerintah Indonesia memberikan perhatian yang sangat besar terhadap perlindungan kaum ibu/perempuan, antara lain melalui UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, UU Perlindungan Pekerja Indonesia di Luar Negeri dan UU Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Perempuan dan Anak. 

Hadirin yang saya hormati, 

Sebagai pimpinan KBRI yang baru di Australia, saya sangat mengharapkan dukungan dan bantuan para ibu/perempuan untuk ikut ambil bagian dalam pelaksanaan misi KBRI yaitu untuk mempertahankan hubungan kerjasama yang baik di antara kedua Negara, bahkan meningkatkannya sehingga lebih mantap dan lebih harmonis di masa mendatang. Dukungan ibu-ibu terhadap pekerjaan para suami maupun kegiatan-kegiatan internasional lainnya yang diikuti merupakan bentuk partisipasi aktif kaum ibu/perempuan dalam upaya ikut mensukseskan misi dan visi KBRI Canberra di masa yang akan datang.

Saudara-saudara sekalian, khususnya para Ibu yang berbahagia, 

Sekali lagi saya menyampaikan selamat merayakan Hari Ibu. Semoga apa yang menjadi tujuan peringatan ini dapat kita wujudkan secara bersama dalam kesetaraan. Secara khusus, (kepada para ibu) semoga para ibu tetap menjadi ibu yang disegani, dikasihi, disayangi, dicintai dan menjadi panutan bagi anak-anak, keluarga dan masyarakat.

Terima kasih. 

Wassalammu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. 

 

                                                                                    Canberra, 22 Desember 2005

                                                                                            T.M. Hamzah Thayeb

                                                                                                Duta Besar RI 

 

 


EMBASSY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
8 Darwin Avenue, Yarralumla, Canberra, A.C.T. 2600
AUSTRALIA
Tel. +612 6250 8600, Fax. +612 6273
6017

Kembali