|
SAMBUTAN MERIAH MASYARAKAT AUSTRALIA PADA ACARA
INDONESIA ‘ULTIMATE IN DIVERSITY” NITE
1.
Dalam rangka National
Multicultural Festival yang diselenggarakan
oleh Pemerintahan Australian
Capital Territory (ACT) di Canberra tanggal 5
– 18 Februari 2007, KBRI Canberra bersama
segenap masyarakat Indonesia di Australia telah
mengadakan pagelaran kesenian Indonesian Night dengan tema “Ultimate
in Diversity”
pada tanggal 11 Februari 2007 bertempat di
Theo Notaras Multicultural Centre, Civic Square
Canberra.
2.
Acara kesenian yang dimaksudkan untuk meningkatkan citra dan
memperkenalkan keragaman budaya Indonesia kepada
masyarakat Australia, khususnya di Canberra,
sekaligus guna memperkenalkan produk dan potensi
pariwisata Indonesia, telah berjalan sukses dan
mendapatkan sambutan yang sangat baik dari
masyarakat Australia dan Korps Diplomatik yang
menjadi mayoritas dari penonton. Hal ini terlihat
dari besarnya kehadiran penonton yang melebihi
kapasitas kursi yang disediakan dan mereka merasa
terkesan atas pagelaran ini.
3.
Acara dibuka oleh Duta Besar RI di Canberra, TM Hamzah Thayeb
dan dihadiri sekitar 300 pengunjung yang terdiri
dari kalangan Korps Diplomatik, Pejabat Pemerintah
Australia, masyarakat Australia dan masyarakat
Indonesia. Dalam sambutannya, Dubes RI menyatakan
bahwa pagelaran kesenian tersebut dipersembahkan
untuk masyarakat Canberra. Dubes RI juga
mengharapkan kiranya pagelaran kesenian Indonesia
yang menampilkan keanekaragam budaya tanah air ini
dapat memperkaya khasanah kehidupan multikultural
masyarakat ACT dan Australia sebagai aset nasional.
4.
Acara Indonesian Night diawali
dengan cocktail
reception yang menyajikan kue khas Indonesia
dan diiringi dengan musik gamelan persembahan dari
Australia
– Indonesia Association’s gamelan group.
Dalam acara cocktail
ini, para tamu dapat menyaksikan pula pameran
dan informasi produk-produk Indonesia, seperti sample
sepatu olahraga, T-shirt,
sabun mandi, minuman teh kotak, kain batik, wine
rice khas
Bali (Brem),
serta brosur pariwisata. Untuk mendukung pameran
ini, Dinas Perdagangan, Perindustrian dan
Investasi DIY Jogyakarta memberikan sumbangan booklet
yang berisi profil berbagai perusahaan di
Yogyakarta dan produk yang dihasilkannya. Selain
itu, para tamu diperkenalkan mencicipi minuman wine
rice khas Bali (Brem) yang kami peroleh dari
sumbangan produsen Brem Bali dengan Merek Dagang
“Dewi Sri”.
5.
Pada pagelaran kesenian yang berlangsung selama hampir tiga
jam ini menampilkan berbagai tarian dari Bali,
Betawi, Sumatera dan Kalimantan yang dibawakan
oleh Sanggar
Isti dan komunitas Bali di Sydney. Acara juga
dimeriahkan dengan penampilan Angklung oleh Dharma
Wanita Persatuan KBRI Canberra yang
mempersembahkan lagu “Panon Hideung” dan
“Waltzing Matilda”, dan kelompok musik
Indonesia asal Sydney, GARIS, yang beraliran
campuran etnik dan jazz kontemporer. Sebagai
bagian dari promosi produk Batik Indonesia,
ditampilkan pula peragaan busana Batik yang
dibawakan bersama oleh staf KBRI Canberra, Dharma
Wanita Persatuan dan Perhimpunan Pelajar Indonesia
– Australia (PPIA).
6.
Dalam pentas terbuka sehari sebelumnya yaitu tanggal 10
Februari 2007, KBRI Canberra juga menampilkan dua
tarian Rantak (Aceh) dan Badinding (Sumbar) yang
dibawakan oleh anak-anak seusia SD dan SMP dan
berlangsung selama 20 menit. Kedua tarian yang
gerakannya dinamis dan energik ini mendapat
sambutan yang meriah dari penonton.

Canberra,
11
February 2007
Media
inquiries: Indonesian Embassy Information Affairs,
+612 6250 8642
|