|
Saat
ini tengah merebak pemberitaan seputar potensi penyebaran penyakit
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) di berbagai
dunia.
Sehubungan
dengan hal tersebut, bersama ini disampaikan informasi mengenai
penyakit SARS sebagai berikut:
1. Penyakit
yang dimaksud belum diketahui penyebabnya dan disebut sebagai
Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).
2. Gejala
yang timbul adalah demam di atas 38 derajat Celcius, batuk kering,
nafas sesak, sukar bernafas. Dalam pemeriksaan foto paru menunjukkan
gejala radang paru (pneumonia). Kadang-kadang dijumpai juga
gejala sakit kepala, kaku pada otot-otot, nafsu makan hilang,
kesadaran terganggu, kemerahan di kulit dan diare.
3. Cara
penularan adalah melalui percikan ludah, batuk, bersin, atau
cairan tubuh dari penderita kepada orang lain. Penularan terjadi
pada kontak erat seperti anggota keluarga serumah atau orang
yang merawat penderita. Dewasa ini sebagian besar penularan
terjadi pada petugas rumah sakit yang merawat penderita. Masa
tunas (masa inkubasi) dilaporkan sekitar 3-6 hari.
4. Karena
penyebabnya belum diketahui, maka pengobatan ditujukan kepada
mengatasi keluhan dan gejala serta perawatan penunjang. Sedangkan
penggunaan antibiotika dilaporkan tidak efektif. Isolasi pasien
di rumah sakit dan upaya pencegahan penularan di rumah sakit
dapat mengurangi penyebaran penyakit ini.
5. Hingga
tanggal 18 Maret 2003, sebanyak 8 negara/wilayah telah melaporkan
kepada World Health Organisation (WHO) adanya
penderita SARS, yaitu: Jerman, Kanada, RRC, Singapura.
Hongkong, Taiwan, Thailand, Vietnam, Slovenia dan Inggris.
6. Sesuai
dengan rekomendasi WHO, Departemen Kesehatan RI tidak
menganjurkan pembatasan orang dalam perjalanan (travel restriction).
Tetapi mereka yang mengadakan perjalanan antar negara perlu
meningkatkan kewaspadaan dan agar segera berobat jika sakit
dalam perjalanan, maupun pada saat telah kembali ke rumah.
7. Departemen
Kesehatan RI telah mengambil langkah-langkah yang perlu untuk
mencegah penyebaran penyakit ini di Indonesia dengan meningkatkan
kewaspadaan melalui surveilans epidemiology yang intensif dan
penyiapan jajaran kesehatan, baik di pelabuhan laut dan bandar
udara maupun di daerah-daerah dalam mengatasi masalah ini
8. Informasi
perkembangan penyebaran penyakit ini lebih lanjut dapat diakses
melalui website WHO : http://www.who.int.
9. Demikian untuk
menjadi perhatian.
|