TSUNAMI & ACEH RECONSTRUCTION

KEPPRES NO. 38 TAHUN 2005

TARIF ATAS JENIS PNBP BERLAKU MULAI 12 MEI 2008



KRISTA EXHIBITIONS - JAKARTA INTERNATIONAL EXPO 2007


U.U. No. 12 Tahun 2006
Tentang
Kewarganegaraan R.I.

8 Darwin Avenue, Yarralumla, ACT 2600
Tel. + 612 - 62508600  Fax. + 612 - 62736017

NEWS BULLETIN
BULETIN BERITA
       
01 July  2008   
MENDAG DAN KANSAI YAMAMOTO DORONG INTERNASIONALISASI BATIK

    Tokyo - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengadakan pertemuan dengan perancang busana internasional asal Jepang, Kansai Yamamoto, guna membicarakan upaya promosi batik dan kain khas Indonesia lainnya menjadi salah satu ciri atau ikon internasional dalam dunia fashion global.

    Hal itu dikemukakan Mari Pangestu kepada Antara di Tokyo, usai melakukan pertemuan dengan perancang busana terkenal Jepang tersebut. Pembicaraan juga melibatkan tokoh dunia hiburan  kondang, Tantowi Yahya,  agar bisa menciptakan pola pertunjukan dan kegiatan lainnya sesuai selera pasar internasional. "Kami membicarakan bagaimana batik dan kain-kain Indonesia lainnya bisa berbicara di tingkat dunia. Upaya menginternasionalisasi batik ini untuk menunjukkan potensi ekonomi kreatif Indonesia," kata Mari.

    Mari Pangestu bersama Tantowi Yahya diundang secara khusus oleh Kansai Yamamoto untuk menyaksikan berbagai koleksi busana yang dipamerkan di Museum Edo Tokyo, pada Minggu (29/6) lalu.

    Yamamoto juga menyatakan pujiannya yang tinggi terhadap batik dan kain-kain Indonesia, sehingga  sangat memungkinkan untuk menjadikan batik sebagai pakaian dunia. "Indonesia memiliki berbagai bahan pakaian yang unik dan tidak terdapat di Jepang, sehingga kelangkaan ini bisa menjadi modal utama memperkenalkan batik di forum dunia,' kata Yamamoto yang mengenakan batik hasil disainnya sendiri.

    Perancang busana nyentrik itu terkenal karena telah membawa tradisi dan busana Jepang  kepada tingkat kontemporer dan desain international sejak 1970. Hasil rancangannya banyak diminati selebiriti dunia seperti John Lennon dan David Bowie.  Menteri dan Yamamoto juga membicarakan persiapan acara "super show" di Bali bulan Desember mendatang, berupa peragaan busana yang diwarnai atraksi kolosal yang unik ciri khas Yamamoto.

Ekonomi Kreatif

    Menteri Perdagangan lebih jauh menjelaskan mengenai keterkaitan internasionalisasi batik dengan kebijakan ekonomi kreatif yang dapat mendorong ekspor dan perdagangan Indonesia. 'Upaya ini juga terkait dengan perjanjian Economic Partnership Agreement (EPA) yang berlakunya efektif 1 Juli , sebagai wujud membangun kreatifitas ekonomi Indonesia yang kini amat diperlukan," katanya.

    Seperti telah diketahui, cetak biru ekonomi kreatif diluncurkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  Juni 2008.  Ekonomi kreatif terdiri  atas 14 sektor termasuk fesyen, desain dan kerajinan. Sektor lainnya adalah arsitektur, film, video dan fotographi, musik, seni  pertunjukan, dan barang-barang antik.

    "Sekarang tantangannya utama adalah bagaimana mengunakan dasar warisan budaya dan kreatifitas bangsa  untuk bisa dikembangkan menjadi nilai ekonomi baru, termasuk  membuatnya trend kontemporer, fungsional dan mempunyai pasar, tapi tetap  berciri Indonesia," ujarnya. (Antara, 30/6/08)

-00-

 
 

Anda adalah pengunjung web site kami yang ke :


free hit counters
sejak 25Januari 2006
visitors since January 25th, 2006




Events in Pictures:
Kunjungan Kenegaraan Presiden RI ke Australia. >>>

Events in Pictures:

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN)
Joint Commission of the Australian-Indonesian Partnership for Reconstruction and Development, Canberra, Australia. >>>

Upacara Bendera HUT ke-62  R.I.

Resepsi Diplomatik HUT ke-62 R.I.



 

 

 


Kawasan Berikat Nusantara
Nusantara Bonded Zone
 

Video Stream *
(56Kbps, DSL)
or Download

* To view this Video Stream, you will require Windows Media® Player.
 
 
Orang Utan Komodo Burung Cendrawasih - http://www.sorong.go.id/english

National Agency For Export Development

National Agency For Export Development
 
Account Balance:
"Indonesia Tsunami Relief Fund"

 

INDONESIAN EMBASSY - CANBERRA, AUSTRALIA