|
AUSTRALIA
AKAN BANTU ACEH RP 440 MILIAR
Jakarta -
Pemerintah Australia akan menyediakan hingga A$50 juta atau sekitar
Rp440 miliar untuk membantu Propinsi Aceh membangun masa depan yang
makmur dan damai setelah dampak ganda tsunami dan 30 tahun pertentangan
sipil telah menjadikan daerah ini sebagai salah satu propinsi termiskin
di Indonesia. Keterangan pers Kedubes Australia di Jakarta, Minggu
(15/6) menyebutkan, bantuan ini sebagai bagian dari kemitraan
pembangunan lima tahun Australia yang baru dengan Indonesia.
Dana
bantuan itu akan digunakan untuk memperbaiki kualitas pendidikan
anak-anak, membantu pemerintah menyediakan pelayanan yang lebih baik,
membantu masyarakat, termasuk wanita untuk berpartisipasi dalam proses
pengambilan keputusan dan demokrasi. Selain itu untuk pembangunan
kembali kemampuan bertahan hidup dan mendukung pembangunan ekonomi.
Bantuan
ini menandai masa perpindahan dari usaha rehabilitasi Australia yang
sangat sukses di Aceh kepada komitmen berkelanjutan bagi pembangunan
propinsi dalam jangka panjang. Sejak musibah tsunami tahun 2004,
Australia telah membangun kembali fasilitas-fasilitas kesehatan dan
pendidikan dan balai-balai desa di tengah masyarakat, mendukung
rekonstruksi perumahan melalui pemetaan tanah dan memperkuat proses
demokrasi dan pelayanan pemerintah.
PM
Australia Kevin Rudd, dalam kunjungan ke Aceh, pekan lalu, juga telah
meresmikan Sekolah Dasar (SD) Ulee Lheue, satu dari lebih 2.000 sekolah
dasar yang sedang dibangun di seluruh Indonesia untuk meningkatkan
kesempatan bagi anak-anak, termasuk anak perempuan dan menyediakan
kualitas pendidikan yang lebih baik. Pemerintah Australia akan membantu
pembangunan sekolah melalui programnya yang berhasil dengan pendanaan
untuk Aceh sebesar A$8,5 juta atau sekitar Rp75 miliar selama tiga tahun.
Komitmen
jangka panjang Australia yang substansial untuk Aceh adalah bagian
penting dari pembangunan kemitraan dengan Indonesia yang terfokus pada
100 juta orang seluruh Indonesia yang hidup dalam kemiskinan dengan
pendapatan kurang US$2 atau Rp18 ribu/hari. (Antara, 16/6/08)
-00- |