TSUNAMI & ACEH RECONSTRUCTION

KEPPRES NO. 38 TAHUN 2005

TARIF ATAS JENIS PNBP BERLAKU MULAI 12 MEI 2008



KRISTA EXHIBITIONS - JAKARTA INTERNATIONAL EXPO 2007


U.U. No. 12 Tahun 2006
Tentang
Kewarganegaraan R.I.

8 Darwin Avenue, Yarralumla, ACT 2600
Tel. + 612 - 62508600  Fax. + 612 - 62736017

NEWS BULLETIN
BULETIN BERITA
       
01 July  2008   
TAK PERLU ADA DIKOTOMI ISLAM DAN NASIONALIS

    Jakarta -  Dikotomi Islami dan nasionalis sebaiknya dihilangkan meskipun secara alamiah masyarakat Indonesia terdiri atas unsur yang berlatar belakang berbeda dan dengan menghilangkan dikotomi tersebut, maka pembedaan bahkan pertentangan antar unsur dapat terhindarkan. Demikian diungkapkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ginandjar Kartasasmita pada Simposium Refleksi 100 Tahun Kebangkitan Nasional yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Persatuan Ummat Islam di Gedung Nusantara V Komplek Parlemen, Jakarta, Sabtu (14/6) seperti disampaikan dalam keterangan pers DPD.

    Ginanjar mengemukakan, dikotomi seperti itu perlu dihilangkan karena sulit membedakan antara nasioanlis Islam dengan agamais nasionalis."Bagaimana membedakan nasinalis Islami dan agamis nasionalis? Kan susah," katanya. Dia mengatakan, pembedaan yang melahirkan pertentangan antar unsur di masyarakat seperti kelompok abangan dan santri, di samping Islamis dan nasionalis. Dikotomi itu sengaja dibuat pihak-pihak asing.  "Yang membuat bukan orang Indonesia, penulis-penulis asing," katanya. "Kadang-kadang kita malah ikut-ikutan. Alangkah bodoh kita mengikuti genderang mereka. Cobalah kita membangun dengan dada tegak dan muka melihat ke depan. Jangan cuma tunduk dengan ungkapan orang lain," katanya pula.

    Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid mengingatkan agar tidak terjadi lagi adu domba, terutama antara kelompok keislaman dan keindonesiaan. Keislaman dan keindonesiaan ibarat dua sisi mata uang yang saling menguatkan dan saling mengisi. "Itu dia bagian yang dalam dirinya sekaligus menghadirkan peradaban yang berkeunggulan," katanya.

    Dalam konteks keislaman, Indonesia yang dicita-citakan umat Islam, antara lain, memiliki toleransi beragama dan menjaga kerukunan antar-umat beragama untuk memajukan kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan. Nurwahid mengingatkan jangan sampai stigma dan fitnah yang ditujukan untuk Umat Islam menjadikan mereka seperti warga kelas dua.      Menurut dia, umat Islam bersama umat beragama lain adalah pemilih sah negeri ini.  Karena itu, layak bila umat Islam berada di garda terdepan untuk memajukan negeri ini dan memajukan umat di negeri ini. (Antara, 16/6/08)

-00-

 
 

Anda adalah pengunjung web site kami yang ke :


free hit counters
sejak 25Januari 2006
visitors since January 25th, 2006




Events in Pictures:
Kunjungan Kenegaraan Presiden RI ke Australia. >>>

Events in Pictures:

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN)
Joint Commission of the Australian-Indonesian Partnership for Reconstruction and Development, Canberra, Australia. >>>

Upacara Bendera HUT ke-62  R.I.

Resepsi Diplomatik HUT ke-62 R.I.



 

 

 


Kawasan Berikat Nusantara
Nusantara Bonded Zone
 

Video Stream *
(56Kbps, DSL)
or Download

* To view this Video Stream, you will require Windows Media® Player.
 
 
Orang Utan Komodo Burung Cendrawasih - http://www.sorong.go.id/english

National Agency For Export Development

National Agency For Export Development
 
Account Balance:
"Indonesia Tsunami Relief Fund"

 

INDONESIAN EMBASSY - CANBERRA, AUSTRALIA