::
News Bulletin Archive

::

Events in Pictures
::
Economic, Trade and 
Tourism Archive
::
Visa - Consular 
::
Education and Cultural
::
Special Issues
(Aceh-Papua)
::
Speeches - Interviews
::
 Indonesian Media
::
Letters to Editor 
::
Press Release Archive
::
About the Embassy
::
Country Profile
::
Student Corner
::
Useful Links
::
Archives  

::

Indonesian Cabinet
   
 

TSUNAMI & ACEH RECONSTRUCTION

KEPPRES NO. 38 TAHUN 2005

KRISTA EXHIBITIONS - JAKARTA INTERNATIONAL EXPO 2007

Orang Utan Komodo Burung Cendrawasih - http://www.sorong.go.id/english

National Agency For Export Development

National Agency For Export Development

Announcement:
TENDER

8 Darwin Avenue, Yarralumla, ACT 2600
Tel. + 612 - 62508600  Fax. + 612 - 62736017

NEWS BULLETIN
BULETIN BERITA
       

31 Agustus  2007    

DAERAH TERTINGGAL DIARAHKAN KE KEMANDIRIAN EKONOMI

            Kupang - Pengembangan daerah tertinggal harus diarahkan kepada kemandirian ekonomi atau kemampuan untuk membiayai kebutuhan rumah tangganya.

            "Karena itu daerah dituntut untuk mampu meningkatkan pendapatannya dengan sumber pendapatan yang potensial untuk digali, yaitu meningkatkan masuknya arus investasi," kata Direktur Kewilayahan II Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), DR Suprayoga Hadi, di Kupang, Selasa (13/08).

            Hadi mewakili Kepala Bappenas dalam pencanangan Program Percepatan Pem-bangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK) tahun 2007, yang diselenggarakan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), 13-14 Agustus 2007.

            Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) P2DTK tahun 2007 untuk 10 provinsi di 51 kabupaten pada 186 kecamatan, termasuk NTT, sebesar Rp260,59 miliar, yang telah diserahkan Menko Kesra, Aburizal Bakrie, secara simbolis.

            Ia mengatakan, masalah yang dihadapi daerah tertinggal sangat kompleks yakni minimnya infrastruktur, keterbatasan SDM dan pelayanan pemerintahan baik pusat maupun daerah yang kurang efektif.

            Selain itu, adanya keterbatasan anggaran pembangunan yang dialokasikan baik APBN maupun APBD. Potensi sumber daya melimpah namun pengelolaannya masih minim karena daerah konservasi.

            "Karena itu diperlukan reorientasi yang jelas melalui penataan kembali manajemen pembangunan daerah tertinggal. Salah satu solusi penataan manajemen yakni mengarahkan pengembangan daerah tertinggal agar semakin mampu membiayai kebutuhan rumah tangganya," ujar Hadi.

            Solusi lainnya, tambahnya, berupa pemihakan (big push) bagi percepatan pembangunan daerah tertinggal karena daya dorong yang tinggi bisa diartikan modal dan infrastruktur.

            Aksesibilitas modal dan keberpihakannya kepada daerah yang tertinggal merupakan langkah strategik. Pengembangan infrasruktur ekonomi yang menghubungkan daerah tertinggal dengan pusat-pusat bisnis, pasar dan jejaring internasional, perlu menjadi prioritas bagi pemerintah pusat dan daerah.

            Solusinya lainnya yakni strategi pembangunan ekonomi lokal perlu menekankan dimensi spasial/wilayah, pendekatan kluster bagi pengembangan bisnis di daerah dengan meningkatkan kerjasama antardaerah. Implikasinya, bagi daerah harus mengorganisir sektor berbasis kluster.

            "Disinilah letak pentingnya menyusun perencanaan jangka panjang yang mampu mengarahkan bagi rencana jangka menengah dan rencana aksi tahunan agar lebih sistematik," ujar Hadi.

            Ia mengatakan, P2DTK sebagai salah satu bagian dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) merupakan instrumen program stimulan yang berfungsi untuk mengefektifkan koordinasi pembangunan sosial ekonomi masyarakat di daerah tertinggal dan khusus, melalui pendekatan pemberdayaan, kewaspadaan masyarakat dan revitalisasi peran pemda.

"Instrumen tersebut berupa peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam merespons masalah/potensi, pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi lokal, perluasan akses terhadap pelayanan sarana prasarana dan penguatan kelembagaan Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan)," ujarnya (Antara, 14/08/07)

 
Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN)

Events in Pictures:
Kunjungan Kenegaraan Presiden RI ke Australia. >>>

Events in Pictures:

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN)
Joint Commission of the Australian-Indonesian Partnership for Reconstruction and Development, Canberra, Australia. >>>

Anda adalah pengunjung web site kami yang ke :

free hit counters

sejak 25 Januari  2006


U.U. No. 12 Tahun 2006
Tentang
Kewarganegaraan R.I.

Upacara Bendera HUT RI ke-61

Resepsi Diplomatik HUT RI ke-61

 

 
 

Kawasan Berikat Nusantara
Nusantara Bonded Zone
 

Video Stream *
(56Kbps, DSL)
or Download

* To view this Video Stream, you will require Windows Media® Player.
 
 
 
Account Balance:
"Indonesia Tsunami Relief Fund"

 

INDONESIAN EMBASSY - CANBERRA, AUSTRALIA