|
KONSEP TERITORIAL TNI TARIK
PERHATIAN PERTEMUAN KASAD DI SYDNEY
Brisbane - Para
Kepala Staf Angkatan Darat (kasad) dari 24 negara yang bertemu di Sydney
pekan lalu tertarik dengan konsep teritorial TNI dalam upaya ikut
mencegah dan menangkal ancaman terorisme di Indonesia, kata Atase
Pertahanan di KBRI Canberra, Marsma TNI Kuswantoro.
Ketertarikan mereka
pada konsep teritorial TNI itu disampaikan Kasad Jenderal TNI Djoko
Santoso yang hadir dalam pertemuan tersebut dan sempat melemparkan
pandangan tentang bagaimana konsep itu menjadi mata dan telinga TNI
dalam ikut mengamankan wilayah dari ancaman terorisme, katanya.
Penjelasan itu
disampaikan Kuswantoro kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane,
Selasa (15/08), menanggapi laporan ABC News bahwa para kasad dari
berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk Kasad Jenderal TNI
Djoko Santoso, melakukan pertemuan "secara rahasia".
"Yang jelas itu
adalah konferensi. Setahu saya, mana ada konferensi yang 'secret' (rahasia).
Dalam pertemuan itu, Kasad (Jenderal TNI Djoko Santoso-red) melemparkan
pandangan tentang bagaimana konsep teritorial TNI di Indonesia, dan
mereka 'interested' (tertarik) sekali karena polisi saja tidak bisa
mengamankan (bahaya) terorisme," kata Athan tersebut.
"(Fungsi) teritorial
TNI ini menjadi mata dan telinga TNI karena bisa menjadi 'early
detection' dan 'early warning' (deteksi dini dan peringatan dini-red.),"
kata Kuswantoro. Sebelumnya, ABC News, Selasa pagi, melaporkan bahwa "sebuah
pertemuan rahasia yang diikuti para kepala staf angkatan darat dari
berbagai negara di dunia, termasuk Amerika Serikat, Jepang, dan
Indonesia, berlangsung di Sydney, pekan lalu".
Keamanan bagi
pertemuan apa pun akan "sangat luar biasa" mengingat Sydney merupakan
kota tempat berlangsungnya KTT Forum Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC)
pada bulan Septemver 2007 .
Kasad Australia,
Letjen Peter Leahy, seperti dikutip ABC, mengatakan, pihaknya menyadari
"banyak hal yang terus berlangsung di Sydney dan kami tidak ingin
merepotkan. Apa yang kami semua sepakati, saya fikir, adalah bahwa kami
perlu melihat metode pendidikan dan bagaimana kita menyiapkan setiap
warga kita agar siap menghadapi ketidakpastian dari beragam lingkungan
yang kompleks yang kita hadapi ke depan."
Para kasad yang
hadir dalam pertemuan Sydney itu mendiskusikan cara dimana
operasi-operasi militer menjadi semakin kompleks seiring dengan
meningkatnya tugas kontra terorisme dan penjagaan perdamaian, kata
Leahy.
Para kasad juga
mengkaji cara bagaimana mereka dapat bekerja sama untuk memastikan
angkatan darat sangat siap menghadapi "situasi-situasi baru" itu (Antara,
14/08/07). |