|
PENTINGNYA BERTETANGGA BAIK
DALAM ISLAM-KRISTEN WARNAI "OBROLAN" ANTARWARGA INDONESIA-AUSTRALIA
Brisbane - Anjuran
Islam dan Kristen kepada para penganutnya untuk senantiasa mengembangkan
hidup bertetangga yang baik mengemuka dalam acara dialog antarwarga
masyarakat Indonesia dan Australia yang diberi nama "Obrolan Sama
Tetangga" di Powerhouse, Brisbane, Minggu (12/08).
Pandangan kedua agama
besar yang mewakili mayoritas penduduk Indonesia dan Australia itu
tentang konsep bertetangga yang baik disampaikan Pakar Hukum Islam yang
kini Dosen Fakultas Hukum Universitas Wollongong, Nadirsyah Hosen, dalam
acara dialog yang menjadi rangkaian kegiatan Festival Nusantara 2007 itu.
Nadirsyah menjelaskan
konsep tentang hidup bertetangga yang baik menurut kitab suci dua agama
tersebut dalam acara yang juga menghadirkan Prof. James Haire (Universitas
Charles Stuart), Redaktur Internasional Harian Courier Mail Brisbane,
David Costello, serta Jurnalis serta Novelis Indonesia yang kini menetap
di Melbourne, Dewi Anggraeni, sebagai pembicara.
Dalam acara yang
dihadiri ratusan orang, Prof. James Haire berupaya meyakinkan para
hadirin bahwa tidak ada masalah antara penganut Islam dan Kristen di
Indonesia seperti dalam peristiwa Ambon 1999.
Sementara itu, David
Costello, redaktur yang sudah bekerja dengan "The Courier Mail" sejak
1985 dan pernah empat kali mengunjungi Indonesia, mengatakan bahwa
tidaklah benar media massa Australia memusuhi Indonesia ketika ia
menyinggung masalah dinamika hubungan kedua negara, termasuk isu Papua.
Dalam acara "Obrolan
Sama Tetangga" itu, para hadirin sempat mengkritisi kebijakan
Pemerintahan Perdana Menteri John Howard yang memangkas anggaran untuk
pendidikan dan pengajaran bahasa asing, termasuk Bahasa Indonesia di
sekolah-sekolah.
Selain itu, beberapa
peserta mengkritisi kebijakan pemerintah federal Australia tentang
"travel advisory" (saran perjalanan) bagi warga negaranya yang ingin
berkunjung ke Indonesia dan mereka menganggap kebijakan tersebut telah
menyulitkan para pelajar Australia untuk datang ke Indonesia.
Festival Nusantara 2007
yang diselenggarakan Brisbane Powerhouse dari 8 hingga 12 Agustus itu
menghadirkan para seniman, musisi, serta kelompok musik dan tari yang
dianggap mewakili perkembangan kreativitas berkesenian dan industri seni
Indonesia lintas genre.
Di antara mereka yang
tampil dalam festival itu adalah Butet Kartaredjasa dengan odenya "Matinya
Toekang Kritik", Kua Etnika pimpinan Djaduk Ferianto, kelompok tari "Nan
Jombang" dan Project Pop.
Project Pop, kelompok musik yang April lalu menghadirkan album
terbarunya bertajuk "Six-A-Six", tampil di depan publik Brisbane di
Powerhouse, Minggu malam. Di antara lagu terbaru grup musik yang diawaki
Yosi, Udjo, Oon, Odie, Gugum dan Tika ini adalah "Metal versus Dugem" (Antara,
13/08/07). |