::
News Bulletin Archive

::

Events in Pictures
::
Economic, Trade and 
Tourism Archive
::
Visa - Consular 
::
Education and Cultural
::
Special Issues
(Aceh-Papua)
::
Speeches - Interviews
::
 Indonesian Media
::
Letters to Editor 
::
Press Release Archive
::
About the Embassy
::
Country Profile
::
Student Corner
::
Useful Links
::
Archives  

::

Indonesian Cabinet
   
 

TSUNAMI & ACEH RECONSTRUCTION

KEPPRES NO. 38 TAHUN 2005

KRISTA EXHIBITIONS - JAKARTA INTERNATIONAL EXPO 2007

Orang Utan Komodo Burung Cendrawasih - http://www.sorong.go.id/english

National Agency For Export Development

National Agency For Export Development

Announcement:
TENDER

8 Darwin Avenue, Yarralumla, ACT 2600
Tel. + 612 - 62508600  Fax. + 612 - 62736017

NEWS BULLETIN
BULETIN BERITA
       

31 Agustus  2007    

SEMANGAT "BHINNEKA TUNGGAL IKA" JADI MODAL MENUJU INDONESIA BERADAB

            Canberra - Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, TM Hamzah Thayeb, mengatakan keragamanan suku dan adat instiadat harus menjadi modal dasar menuju bangsa Indonesia yang beradab, adil dan makmur sehingga sangat penting bagi seluruh rakyat terus menghayati semangat "Bhinneka Tunggal Ika" dan menerapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

            "Pengalaman sejarah menunjukkan bahwa pertentangan antar suku, rasa, golongan dan agama hanya akan menimbulkan malapetaka dan membawa bangsa ke jurang kehancuran," katanya dalam sambutan pada upacara peringatan HUT ke-62 Kemerdekaan RI di Canberra, Jumat pagi (17/08).

            Dubes Thayeb lebih lanjut mengatakan, dikuasainya kepulauan Nusantara oleh penjajah selama 350 tahun dengan beragam penderitaan dan kesengsaraan yang diakibatnya itu juga dimungkinkan bukan karena rakyat dan penduduk Indonesia tidak melakukan pelawanan, melainkan karena "tidak adanya kesatuan dan persatuan di antara mereka."

            Namun, keberhasilan para pejuang dan pendiri bangsa yang panjang memproklamirkan kemerdekaan 62 tahun lalu tidak boleh disikapi sebagai akhir dari perjuangan karena "continuum" sejarah Indonesia akan terus berlanjut dengan segala dinamikanya, katanya. Di awal kemerdekaan, bangsa Indonesia juga mengalami banyak tantangan yang tidak ringan akibat keinginan penjajah untuk kembali menguasai Nusantara namun seluruh rakyat Indonesia secara bersatu-padu mendukung langkah-langkah para wakil Indoneia di berbagai fora internasional.

            "Dari gambaran sederhana ini, jelas bahwa kesatuan dan persatuan di antara kita dapat menjadi dan harus menjadi suatu kekuatan yang dahsyat sehingga memungkinkan kita sebagai bangsa menghadapi berbagai tantangan dengan penuh keyakinan dan kemantapan," katanya.

            Dalam bagian lain sambutannya, Dubes Thayeb sempat menyinggung tentang perkembangan hubungan bilateral RI-Australia yang dinilainya berada dalam "kondisi yang baik dan semakin kuat."

            "Saling pengertian akan tumbuh jika terjadi interaksi di antara kita. Dan dalam beberapa bulan terakhir ini, telah terlaksana beberapa kegiatan saling kunjung dan pertukaran antara pejabat pemerintah, anggota parlemen, akademisi, wartawan, dosen, guru dan lain sebagainya sehingga telah semakin mendekatkan kedua bangsa dan negara kita," katanya.

            Bahkan, Perdana Menteri John Howard telah berkunjung ke Bali untuk bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam upaya kedua pemimpin memperkuat hubungan kedua bangsa kendati Pemerintah Australia sendiri memberlakukan "travel advisory" (saran perjalanan) kepada warga negaranya yang ingin berkunjung ke Indonesia.

            Upaya meningkatkan hubungan kedua bangsa juga mencapai kemajuan yang ditandai dengan ditandatanganinya Perjanjian Lombok pada 13 November 2006.

            Dalam persetujuan itu, kedua negara sepakat melakukan kerja sama di bidang pertahanan, penegakan hukum, kontra terorisme, intelijen, keamanan laut dan keselamatan udara yang dilandasi prinsip-prinsip kesetaraan, saling menguntungkan, saling menghormati dan mendukung kedaulatan, integritas wilayah, kesatuan nasional dan kemerdekaan politik masing-masing, katanya.

            Upacara bendera yang berlangsung di halaman tengah KBRI Canberra itu dihadiri sekitar 150 orang. Para diplomat dan staf KBRI Canberra, anggota masyarakat Indonesia di Canberra, empat siswa SMA dan 30-an mahasiswa Australia dari Akademi Angkatan Bersenjata Australia (ADFA) yang sedang belajar Bahasa Indonesia berbaur dalam barisan yang rapi.

            Dalam upacara bendera itu, Sekretaris I/Juru Bicara KBRI Canberra, Dino R. Kusnadi, menerima Satya  Lencana Karya Satya 10 tahun dari Presiden RI.

            Setelah itu, pada Jumat sore, diselenggarakan resepsi diplomatik di rumah kediaman Dubes Thayeb, dan pada Sabtu siang hingga sore (18/8), digelar acara temu masyarakat Indonesia di tempat yang sama dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya Indonesia (Antara, 17/08/07).

 
Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN)

Events in Pictures:
Kunjungan Kenegaraan Presiden RI ke Australia. >>>

Events in Pictures:

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN)
Joint Commission of the Australian-Indonesian Partnership for Reconstruction and Development, Canberra, Australia. >>>

Anda adalah pengunjung web site kami yang ke :

free hit counters

sejak 25 Januari  2006


U.U. No. 12 Tahun 2006
Tentang
Kewarganegaraan R.I.

Upacara Bendera HUT RI ke-61

Resepsi Diplomatik HUT RI ke-61

 

 
 

Kawasan Berikat Nusantara
Nusantara Bonded Zone
 

Video Stream *
(56Kbps, DSL)
or Download

* To view this Video Stream, you will require Windows Media® Player.
 
 
 
Account Balance:
"Indonesia Tsunami Relief Fund"

 

INDONESIAN EMBASSY - CANBERRA, AUSTRALIA