::
News Bulletin Archive

::

Events in Pictures
::
Economic, Trade and 
Tourism Archive
::
Visa - Consular 
::
Education and Cultural
::
Special Issues
(Aceh-Papua)
::
Speeches - Interviews
::
 Indonesian Media
::
Letters to Editor 
::
Press Release Archive
::
About the Embassy
::
Country Profile
::
Student Corner
::
Useful Links
::
Archives  

::

Indonesian Cabinet
   
 

TSUNAMI & ACEH RECONSTRUCTION

KEPPRES NO. 38 TAHUN 2005

KRISTA EXHIBITIONS - JAKARTA INTERNATIONAL EXPO 2007

Orang Utan Komodo Burung Cendrawasih - http://www.sorong.go.id/english

National Agency For Export Development

National Agency For Export Development

Announcement:
TENDER

8 Darwin Avenue, Yarralumla, ACT 2600
Tel. + 612 - 62508600  Fax. + 612 - 62736017

NEWS BULLETIN
BULETIN BERITA
       
07 Agustus  2007    


UNESCO KUKUHKAN KERIS RI SEBAGAI WARISAN DUNIA

          Organisasi bidang pendidikan dan kebudayaan (UNESCO) Badan Perserikatan Bangsa (PBB) mengukuhkan keris Indonesia sebagai karya agung warisan kemanusiaan milik seluruh bangsa di dunia.

"Dunia telah mengakui keberadaan keris Indonesia, sekaligus mendapat penghargaan dunia sejak 25 Nopember 2005," kata Pemilik Museum Neka Ubud, Pande Wayan Suteja Neka di Ubud, Rabu (18/07).

Menjelang penyelenggaraan pameran sekaligus tambahan 218 bilah keris sebagai koleksi Museum Neka, ia mengatakan, negara tetangga seperti Singapura, Brunei Darussalam dan Filipina hingga kini belum berhasil mengukuhkan kerisnya untuk diakui dunia.

Keris Indonesia, termasuk Bali, diakui sebagai karya agung warisan dunia mendorong untuk menjadikan keris sebagai salah koleksi museum yang telah dirintisnya sejak 25 tahun silam.

"Sejak tahun 1970 saya telah memburu dan mengoleksi keris, namun baru ada keinginan untuk dijadikan koleksi museum bersama 413 koleksi lukisan dan patung," tutur Suteja Neka.

Tambahan 218 keris tersebut merupakan hasil seleksi secara ketat yang dilakukan pakar dan pejuang keris Indonesia, Ir. Haryono Haryoguritno dan Sukoyo Hadi Nagoro (Mpu dan Pakar keris).

Keris merupakan senjata tradisional yang sangat berperan dalam kehidupan manusia pada jaman dahulu hingga sekarang. Kebiasaan memanfaatkan keris sebagai senjata, benda berwasiat dan kelengkapan upacara keagamaan telah membudaya dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya masyarakan Hindu di Bali.

"Keris yang dijadikan koleksi museum karena unsur keindahan dan seni, bukan karena berwasiat," ujar Suteja Neka.

Ia merupakan pewaris membuat peralatan perang, khususnya keris bertuah, bahkan leluhurnya Pande Pan Nedeng adalah Mpu Keris dari Kerajaan Peliatan-Ubud semasa Raja Peliatan ke-3, Ida Dewa Agung Djelantik yang menduduki tahta pada abad 19 (1823-1845).

Pande Wayan Neka (1917-1980), ayah Suteja Neka dikenal sebagai seniman patung dengan karya-karya yang unik dan bermutu, antara lain patung garuda yang dibuat setinggi tiga meter untuk New York World Fair, Amerika (1964).

Lewat museum Neka yang dirintis 25 tahun silam diharapkan mampu melestarikan dan mengembangkan keris sebagai karya agung yang keberadaannya kini telah diakui dunia, harap suteja Neka (Antara, 19/07/07).

 

 
Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN)

Events in Pictures:
Kunjungan Kenegaraan Presiden RI ke Australia. >>>

Events in Pictures:

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN)
Joint Commission of the Australian-Indonesian Partnership for Reconstruction and Development, Canberra, Australia. >>>

Anda adalah pengunjung web site kami yang ke :

free hit counters

sejak 25 Januari  2006


U.U. No. 12 Tahun 2006
Tentang
Kewarganegaraan R.I.

Upacara Bendera HUT RI ke-61

Resepsi Diplomatik HUT RI ke-61

 

 
 

Kawasan Berikat Nusantara
Nusantara Bonded Zone
 

Video Stream *
(56Kbps, DSL)
or Download

* To view this Video Stream, you will require Windows Media® Player.
 
 
 
Account Balance:
"Indonesia Tsunami Relief Fund"

 

INDONESIAN EMBASSY - CANBERRA, AUSTRALIA