|
DIALOG STRATEGIS PERTAHANAN INDONESIA-AUSTRALIA DI CANBERRA BERLANGSUNG
KONSTRUKTIF
Canberra - Dialog Strategis Pertahanan Indonesia-Australia (IADSD)
kelima yang membahas berbagai isu penting bidang pertahanan kedua negara,
termasuk keamanan perbatasan maritim dan terorisme, berlangsung dua hari
di Hotel Crown Canberra mulai Senin (23/07).
Informasi yang dihimpun ANTARA menyebutkan, dialog di antara kedua
anggota delegasi berlangsung dalam suasana yang konstruktif.
Dalam dialog tersebut, delegasi Indonesia beranggotakan 11 orang
yang berasal dari unsur Dephan, Mabes TNI dan BAIS. Delegasi RI ini
dipimpin oleh Dirjen Strategi Pertahanan Mayjen Dadi Susanto, sedangkan
delegasi tuan rumah dipimpin Stephanie Foster dari Divisi Kebijakan
Internasional Departemen Pertahanan Australia.
Divisi ini bertugas menyediakan saran kebijakan tentang implikasi
perkembangan internasional bagi beragam kepentingan keamanan, petunjuk
kebijakan bagi operasi dan kegiatan pertahanan Angkatan Bersenjata,
mengelola hubungan dan program kerja sama pertahanan, serta
mengembangkan rencana keterlibatan pertahanan internasional Australia.
Senin malam, seluruh anggota delegasi RI yang menghadiri IADSD V
ini menghadiri jamuan makan malam di wisma Duta Besar RI untuk Australia
dan Vanuatu, TM Hamzah Thayeb.
Indonesia dan Australia mengawali kerja sama pertahanannya sejak
1968 dengan program pemetaan di Indonesia. Selanjutnya, pada dekade
1980-an, kerja sama tersebut diwadahi dalam suatu lembaga yang disebut
"Indonesia-Australia Defence Cooperation Program" (DCP).
DCP ini memiliki kegiatan rutin setiap tahun berupa pertemuan yang
dilaksanakan secara bergiliran di Australia dan Indonesia. Beberapa
kerja sama yang telah dilakukan selama ini adalah Latihan
Kartika-Kangaro (TNI-AD), Latihan Albatros (TNI AU) dan Latihan Kakadu,
latihan Cassoary, Passex dan Latihan Cakrawala baru, serta pengadaan
kapal patroli dan pesawat Nomad (TNI AL).
Kendati kerja sama militer kedua negara sempat terganggu akibat
krisis Timor Timur tahun 1999 dengan dihentikannya seluruh kegiatan DCP
kecuali program pendidikan, kedua pihak berupaya kembali memperbaiki
kerja sama bilateralnya yang ditandai dengan penyelenggaraan pertemuan
informal pejabat Dephan RI dan Dephan Australia tahun 2001.
Selanjutnya kerja sama pertahanan kedua negara kembali membaik,
seperti dapat dilihat dari kegiatan-kegiatan bersama yang
diselenggarakan Dephan, angkatan bersenjata dan satuan angkatan
bersenjata kedua negara.
Selain dialog strategis pertahanan, beberapa kegiatan bersama
lainnya adalah penelitian dan analisis bidang intelijen, seminar
keamanan maritim, manajemen konsekuensi dan kontra-terorisme, dan
seminar tentang pasukan penjaga perdamaian (Antara, 24/07/07).
|