|
PRESIDEN AJAK SELAMATKAN BUMI, MINTA PRAMUKA TUNJUKKAN JATI DIRI BANGSA
YANG TERHORMAT
Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono mengajak masyarakat dunia untuk memiliki
tanggung jawab, komitmen, dan aksi bersama untuk menyelamatkan bumi dari
ancaman pemanasan global dan perubahan iklim.
Komitmen
dan tanggung jawab bersama tersebut harus diikuti dengan aksi nyata
seluruh umat manusia sejagat. Ajakan Presiden Yudhoyono itu disampaikan
saat memberikan amanat untuk melepas kontingen Gerakan Pramuka Indonesia
ke Jambore Dunia XXI di Inggris di halaman Istana, Jakarta, Minggu
(22/7) siang.
"Saya
senang dan mendukung penuh jika kontingen Jambore Pramuka Dunia kita
mengangkat tema pemanasan global dan perubahan iklim untuk bersama-sama
mengajak masyarakat sedunia memiliki tanggung jawab, komitmen, serta
aksi bersama untuk menyelamatkan bumi kita dari global warming dan
perubahan iklim," ujar Presiden Yudhoyono.
Presiden
meminta kontingen Gerakan Pramuka Indonesia menyampaikan bahwa umat
manusia sedunia sendirilah yang bisa menyelamatkan bumi yang dihuninya.
"Tema
jambore ’One World, One Promise’ harus dilanjutkan dengan satu dunia
satu komitmen serta satu dunia dan satu tindakan. Bagaimana semua bangsa
di dunia ini menyelamatkan Buminya? Melakukan aksi nyata di seluruh
jagat untuk menyelamatkan kehidupan dan Bumi kita," katanya.
Sore
harinya, saat menerima peserta lokakarya dan pertemuan gerakan
lingkungan hidup Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Istana Negara,
Presiden Yudhoyono meminta seluruh komponen bangsa menghentikan
penebangan hutan dan pencurian kayu secara ilegal agar kerusakan
lingkungan hidup manusia di bumi tidak terus berlanjut.
"Demi kita
semua, demi anak cucu kita dan generasi kita di masa depan. Dalam kaitan
itulah, saya berikan apresiasi kepada keluarga NU atas tekadnya untuk
gerakan nyata dan gerakan ibadah untuk membantu Pemerintah, membantu
masyarakat, untuk mengatasi lingkungan hidup yang bisa memberikan
pengaruh," tutur Presiden Yudhoyono.
Jambore Pramuka Dunia
Sementara
itu, di hadapan 350 anggota kontingen Gerakan Pramuka Indonesia,
Presiden mengingatkan mereka yang akan mengikuti Jambore Dunia XXI di
Hylands Park, Essex, Inggris, 27 Juli hingga 8 Agustus, dapat
menunjukkan jati diri sebagai bangsa yang terhormat, memiliki sejarah,
peradaban, dan kebudayaan yang tinggi.
Yudhoyono
yakin kontingen Indonesia di tengah-tengah pergaulan dunia tidak akan
kalah sikap profesionalismenya dengan kontingen Pramuka lainnya.
Presiden
Yudhoyono yang mengenakan seragam Pramuka itu didampingi Ketua Kwartir
Nasional Gerakan Pramuka, Azrul Azwar dan sejumlah menteri lainnya serta
kakak-kakak yang ikut mendampingi ke Inggris.
Presiden meminta anggota kontingen Pramuka Indonesia jangan terpengaruh
pada gaya dan kepribadian bangsa lain mengingat masing-masing bangsa
memiliki ciri khas sendiri-sendiri. "Tunjukkan bahwa bangsa kita
terhormat. Bangsa yang memiliki sejarah, peradaban, dan kebudayaan
tinggi.
Tunjukkan
profesionalitas seorang Pramuka, cara berpakaian, sikap, disiplin,
kreativitas, kerja sama, serta kepemimpinan," ujarnya.
Menurut
Presiden, kontingen Gerakan Pramuka Indonesia juga harus menjaga dan
menjunjung tinggi kehormatan bangsa agar bendera Merah Putih dan
panji-panji Pramuka Indonesia yang berkibar dapat dihormati dan
dibanggakan siapa pun.
Sebagai
bagian dari masyarakat dunia, Presiden Yudhoyono meminta kontingen
Gerakan Pramuka Indonesia menyampaikan bahwa bangsa Indonesia adalah
bangsa yang cinta damai dan tidak mengabaikan persoalan global
masyarakat dunia. (Kompas, 23/07/07).
|