|
SEBAGIAN POLISI BARU AUSTRALIA MAMPU BERBAHASA INDONESIA
Sebanyak 18 anggota baru Polisi Federal Australia (AFP) yang pada 20
Juli lalu disumpah Komisioner AFP, Mick Keelty, tidak hanya berkemampuan
tinggi dalam profesinya, tetapi juga menguasai sejumlah bahasa asing,
termasuk Bahasa Indonesia.
Para
lulusan baru pendidikan kepolisian Australia itu mulai ditugaskan di
kantor-kantor kepolisian yang ada di wilayah kota Canberra, seperti
Belconnen, Woden, dan Tuggeranong, ACT, ANTARA melaporkan dari Canberra,
Minggu (22/07).
Informasi
AFP menyebutkan dari empat diantara 18 polisi baru itu adalah polisi
wanita. Mereka berasal dari beragam kualifikasi pendidikan, termasuk
bidang teknologi informasi.
Selain
mampu berbahasa Indonesia, beberapa di antara mereka juga menguasai
bahasa asing lainnya, seperti Jepang, Rusia, Italia, Prancis, Polandia,
dan Pidgin.
Komisioner
Mick Keelty mengatakan latar belakang yang beragam serta hasil pelatihan
berkelas dunia yang didapat ke-18 anggota baru AFP ini akan membantu
mereka menghadapi tantangan tugas.
"Tugas-tugas umum kepolisian (yang mereka jalani) merupakan salah satu
tahapan kerja-kerja polisi yang sangat menantang dan sulit, dan saya
yakin para lulusan ini dapat bergabung dengan para sejawat mereka guna
melayani masyarakat Canberra," katanya.
Terkait dengan kondisi AFP saat ini, Ketua Eksekutif
Federasi Polisi Australia (PFA), Mark Burgess, seperti dikutip ABC News
18 Juni lalu mengatakan, jumlah anggota AFP yang tersumpah tidak lebih
dari 40 persen dari total jumlah staf AFP.
Anggota
AFP tersumpah itu adalah mereka yang mendapatkan pelatihan penuh dan
memiliki kekuasaan untuk menangkap dan menahan. PFA kini beranggotakan
50 ribu polisi se Australia.
AFP
tercatat sebagai mitra baik Polisi Republik Indonesia (Polri) dalam
menumpas berbagai kejahatan trans-nasional, khususnya terorisme,
perdagangan narkoba internasional, dan penyelundupan manusia. (Antara,
23/07/07).
|