|
80 RIBU RUMAH KORBAN BENCANA TERBANGUN DI ACEH-NIAS
Banda
Aceh - Sedikitnya 80 ribu unit rumah masyarakat korban gempa dan
tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Nias (Sumatera
Utara) telah terbangun selama dua tahun terakhir dari total kebutuhan
sebanyak 131 ribu unit.
"Lebih dua tahun ini, Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR)
NAD-Nias dan lembaga donor telah membangun sekitar 80 ribu unit rumah di
Aceh dan Nias," kata Deputi Perumahan BRR NAD-Nias, Bambang Sudiatmo, di
Banda Aceh, Senin (23/07).
Di
sela-sela penyerahan rumah korban tsunami bantuan bank pembangunan Asia
(ADB) di Desa Lamdingin, ia menyebutkan, sisa sebanyak 40 ribu unit lagi
rumah penduduk yang hancur akibat bencana alam itu akan dilanjutkan
pembangunannya hingga akhir 2007.
"Dari total yang belum rampung itu, tercatat sebanyak 18 ribu
unit akan dikerjakan BRR NAD-Nias dan sekitar 32 ribu lagi ditangani
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM/NGO) serta pihak donor lainnya," tambah
dia.
Bambang
menjelaskan, BRR NAD-Nias akan melakukan finalisasi pembangunan rumah
bagi korban bencana alam di dua wilayah itu pada akhir 2007. "Jadi, kita
akan berupaya bantuan rumah itu bisa terealisasikan paling lamban pada
2008," ujar dia.
Dijelaskan, BRR NAD-Nias juga merencanakan akan mengadakan
khanduri pada akhir Desember 2007 atau bertepatan keberhasilan
pembangunan kembali rumah penduduk dan infrastruktur yang hancur saat
tsunami.
Sementara itu, Walikota Banda Aceh, Mawardy Nurdin menjelaskan
bahwa pembangunan kembali rumah penduduk di wilayah tsunami telah
mencapai 18 ribu unit dan kini sebagian besar diantaranya telah dihuni
penerima manfaat.
"Pembangunan kembali rumah korban tsunami sudah hampir final di
Banda Aceh. Kalaupun ada sekitar 500 unit lagi yang belum tertanggani.
Yang belum tertangani itu masyarakat korban berstatus sebagai penyewa
saat tsunami," kata dia.
Walikota menyebutkan total tumah yang hancur akibat tsunami
tercatat sebanyak 19 ribu unit dan 4.000 unit rusak. Sementara sekitar
62 ribu penduduk Kota Banda Aceh dinyatakan hilang dan meninggal dalam
bencana tsunami itu (Antara, 23/07/07).
|