|
"SAIL INDONESIA" YANG DIIKUTI 127
KAPAL DARI 19 NEGARA KENALKAN BELITUNG PADA DUNIA
Canberra - Bupati Belitung, Darmansyah Husein, mengatakan, kedatangan
para nakhoda dan awak dari 127 kapal layar yang mengikuti "Sail
Indonesia" 2007 merupakan peluang langka yang tak akan disia-siakan
Pemda dan rakyat Belitung Provinsi Bangka Belitung untuk memperkenalkan
beragam potensi yang dimiliki kabupaten ini.
"Saya lihat rally kapal layar (dalam Sail Indonesia) ini lain.
Mereka datang untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat di daerah
yang mereka kunjungi. Belitung masih daerah baru sehingga kedatangan
mereka merupakan suatu promosi buat kami," katanya kepada ANTARA
Canberra Minggu (22/07).
Darmansyah berada di Darwin, ibukota Northern Territory (NT),
untuk menyaksikan pelepasan (flag off) 127 kapal layar peserta Sail
Indonesia 2007. Konsul RI di Darwin, Harbangan Napitupulu, melakukan
"flag off" ratusan kapal layar tersebut Sabtu (21/7) sekitar Pukul 11.00
waktu setempat.
Bupati Belitung mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan Festival
Rakyat "Buangjong" secara lebih baik untuk menyambut kedatangan ratusan
nakhoda dan awak kapal layar peserta Sail Indonesia 2007 ini.
"Untuk Sail Indonesia 2008, kita bahkan sudah bersiap diri.
Kabarnya sudah ada 58 pendaftar (peserta) baru. Karena itu, pemerintah
kita perlu terus menangani Sail Indonesia ini dengan baik."
"Untuk tahun ini, kita sudah mempersiapkan Festival Buangjong.
Ini festival tahunan namun tahun ini pertama kali festival ini
disaksikan lebih banyak turis asing," katanya.
Menurut Darmansyah, Kabupaten Belitung tidak hanya memiliki
Pantai Tanjung Kelayang dan Tanjung Tinggi dengan panorama yang indah
sepanjang 15 kilometer garis pantainya, namun daerah ini juga memiliki
potensi perekonomian rakyat yang besar berupa kerajinan tangan
anyam-anyaman dan kain khas Belitung.
"Kami sudah menyiapkan buku saku dengan informasi yang lengkap
tentang beragam potensi Belitung," katanya.
Selain memberikan peluang kepada masyarakat dan pemerintah daerah
yang dikunjungi ratusan kapal peserta, ajang tahunan Sail Indonesia ini
juga merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk menegaskan kepada dunia
akan "amannya perairan Nusantara" ini, katanya.
"Kita perlu terus menciptakan citra tentang amannya Indonesia.
Khusus bagi Belitung, kami bisa mengenalkan Belitung dengan alamnya yang
asli kepada dunia," katanya.
Sebanyak 127 kapal layar yang berasal dari 19 negara seperti
Australia, Amerika Serikat, Jerman, Kanada, Inggris, Belgia, Selandia
Baru, dan Belanda itu meninggalkan Darwin menuju Kupang dan 13 titik
lain sebelum mengakhiri pelayaran selama tiga bulan ini di Pulau
Langkawi, Malaysia.
Setelah Kupang, ratusan kapal layar itu akan menyinggahi Alor,
Lembata, Maumere, Ende, Labuan Bajo, Makassar, Bali, Karimunjawa, Sungai
Kumai, Belitung, Batam (Indonesia), Singapura, dan Pulau Langkawi
(Malaysia).
Sail Indonesia diselenggarakan Yayasan Cinta Bahari Indonesia (YCBI)
dengan mendapat dukungan Pemerintah RI melalui Departemen Kebudayaan dan
Pariwisata (Antara, 23/07/07).
|