|
SEORANG MAHASISWA INDONESIA DI AUSTRALIA RAIH PATEN INTERNASIONAL
Mahasiswa
Indonesia di Universitas Queensland, Arief Indrasumunar, mendapatkan
paten internasional atas keberhasilan penelitiannya melakukan
kloning tiga gen yang berperan dalam pembentukan "root nodule" pada
tanaman kedelai.
"Saya
sebagai inventor (penemu) saja, dan hasil penelitian saya itu
dipatenkan UniQuest (perusahaan subsidiari Universitas Queensland)
secara internasional pada Desember 2006," katanya kepada ANTARA yang
menghubunginya dari Canberra, Minggu (13/5).
Peneliti
Balai Besar Penelitian Bioteknologi Pertanian Bogor yang sedang
merampungkan pendidikan doktoralnya di Sekolah Biologi Terpadu UQ
dengan beasiswa Pemerintah Australia (Australian Development
Scholarship/ADS) itu mengatakan, "root nodule" adalah organ yang
terbentuk pada akar kacang-kacangan sebagai hasil simbiosisnya
dengan bakteri "Rhizoblum".
"Di dalam
'root nodule' inilah terjadi fiksasi nitrogen sehingga tanaman
kacang-kacangan tidak lagi memerlukan tambahan pupuk nitrogen untuk
pertumbuhannya," kata Arief yang merampungkan pendidikan strata
satunya di UGM Yogyakarta itu.
Penelitian ketiga gen ini, katanya, sudah dipatenkan UniQuest secara
internasional di negara-negara penghasil utama kedelai di dunia,
seperti Australia, Amerika Serikat, Kanada, Brazil, China, India,
Indonesia, Italia, Spanyol, Rumania, Argentina, Rusia, Thailand,
Vietnam, Jepang, dan Malaysia.
Menanggapi kesuksesan mahasiswa Indonesia ini, Atase Pendidikan dan
Kebudayaan KBRI Canberra, Dr. R. Agus Sartono,MBA mengatakan,
keberhasilan Arief Indrasumunar ini sangat penting dan membanggakan.
"Sebagai
bentuk penghargaan dan kebanggaan, saya akan undang beliau untuk
menghadiri upacara Kemerdekaan RI nanti di Canberra," kata Agus yang
sedang mendampingi rombongan Universitas Hasanuddin (Unhas)
berkunjung di Brisbane.
Sementara
itu, dalam penjelasan Arief sebelummya dalam penerbitan Perhimpunan
Mahasiwa Indonesia di Australia (UQISA News), Arief mengatakan,
pemanfaatan simbiosis antara tanaman dengan bakteri Rhizoblum
merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan produksi pertanian
sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
"Prospek
pemanfaatan paten ini juga sangat baik karena penggunaan penemuan
ini dapat meningkatkan kemampuan pembentukan 'root nodule' dan
fiksasi nitrogen secara nyata baik di tanah yang subur maupun tandus,"
kata kandidat doktor kelahiran Pacitan, 17 Januari 1964 yang
menekuni riset tentang genetiks molekuler tanaman itu. (Antara,
14/05/07).
--- |