|
4.
KEHADIRAN "ANTARA" DI AUSTRALIA IKUT BANTU MAJUKAN
KEPENTINGAN RI
Canberra
- Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, T.M. Hamzah Thayeb, Senin
(26/03), menyambut baik pembukaan kembali Biro ANTARA di Canberra setelah
sempat vakum sejak 2003 karena kehadiran kantor berita nasional itu akan
membantu memajukan kepentingan Indonesia.
"Kita
memajukan kepentingan RI di tengah dunia yang berubah ... We are facing information warfare (kita menghadapi perang informasi-red.)
dan kita harus siap dengan argumentasi yang tepat, akurat, dan jitu
tentang apa yang sedang terjadi di Indonesia," katanya di Canberra.
Dalam
hal ini,semua elemen bangsa, termasuk wartawan ANTARA, perlu ikut dalam
upaya memajukan kepentingan RI di Australia karena tidak mudah mengubah
"mind-set" (cara pandang) sebagian orang di negara ini tentang
Indonesia, katanya dalam sambutannya pada acara pembukaan kembali Biro
ANTARA yang dihadiri para pejabat di linkungan KBRI Canberra.
Acara
ini dihadiri pula Wapempelred bidang Umum ANTARA, Akhmad Kusaeni, dan
pejabat Depkominfo, Basori Hadisaputro,SE, serta Rahmad Nasution, Kepala
Biro ANTARA di Canberra yang baru.
Menurut
diplomat senior ini, pendekatan yang melibatkan berbagai elemen bangsa
yang ada di Australia itu tidak hanya dilakukan kepada kalangan pejabat
pemerintah tetapi juga kalangan oposisi, elemen masyarakat dan pegiat
lembaga swadaya masyarakat negara setempat.
Sementara
itu, Wakil Pemimpin Pelaksana Redaksi (Wapempelred) Umum LKBN ANTARA,
Akhmad Kusaeni, dalam sambutannya mewakili Pemimpin Umum LKBN ANTARA, Asro
Kamal Rokan, mengatakan, pembukaan kembali Biro ANTARA di Canberra yang
memiliki wilayah liputan Australia, Vanuatu, dan Selandia Baru ini
merupakan bagian dari lima biro ANTARA di luar negeri yang dibuka tahun
ini. Empat biro ANTARA di luar negeri lainnya adalah Biro ANTARA Beijing,
Biro ANTARA New York, Biro ANTARA Tokyo, dan Biro ANTARA Kuala Lumpur,
katanya.
"Pembukaan
kembali biro-biro ANTARA di luar negeri ini tidak terlepas dari pesan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengharapkan ANTARA dapat menjadi
sebuah kantor berita kelas dunia," kata Akhmad Kusaeni.
Sebagai
kantor berita negara yang independen, ANTARA, katanya, akan tetap memegang
teguh prinsip-prinsip jurnalisme dan independensi sebagai "roh
jurnalistik" dalam pemberitaannya, namun kepentingan nasional NKRI
adalah kebijakan yang melekat dalam jati diri ANTARA.
Dalam
bagian lain sambutannya, ia menjelaskan tentang perkembangan seputar
status badan hukum LKBN ANTARA dan perkembangan layanan multimedia kantor
berita yang didirikan para pemuda pejuang, seperti Adam Malik, Manumpak
Sipahutar, dan Soemanang, 13 Desember 1937 itu.
ANTARA
yang tahun ini memasuki usianya yang ke-70 tahun itu melayani ratusan
media cetak dan elektronika di dalam negeri, serta merupakan anggota
jaringan kantor berita negara-negara Islam (IINA), organisasi kantor
berita negara-negara Asia Pasifik (OANA), dan negara-negara anggota
Gerakan Non-Blok (NANAP).
Akhmad
Kusaeni mengatakan, akhir tahun ini, ANTARA bahkan menjadi tuan rumah
pertemuan besar OANA yang dihadiri para wakil kantor berita dari
negara-negara anggota OANA. Menyusul penyelenggaraan rapat itu, ANTARA
menjadi presiden organisasi beranggotakan 39 kantor berita dari 33 negara
di kawasan Asia Pasifik itu (Antara, 26/03/07).
|