::
News Bulletin 
Archive 
::
Events in Pictures
:::
Economic, Trade and 
Tourism Archive
::
Visa - Consular 
::
Education and Cultural
::
Special Issues
(Aceh-Papua)
::
Speeches - Interviews
::
 Indonesian Media
::
Letters to Editor 
::
Press Release
::
About the Embassy
::
Country Profile
::
Student Corner
::
Useful Links
::
Archives  
  Indonesian Cabinet
 

TSUNAMI & ACEH RECONSTRUCTION

KEPPRES NO. 38 TAHUN 2005

THE 9TH JAKARTA INTERNATIONAL HANDICRAFT TRADE FAIR 18-22 APRIL 2007
KRISTA EXHIBITIONS - JAKARTA INTERNATIONAL EXPO 2007

Orang Utan Komodo Burung Cendrawasih - http://www.sorong.go.id/english

National Agency For Export Development

National Agency For Export Development

 
 

 

8 Darwin Avenue, Yarralumla, ACT 2600
Tel. + 612 - 62508600  Fax. + 612 - 62736017

NEWS BULLETIN
BULETIN BERITA
     

11 April 2007 

3.         HUKUMAN MATI HARUS TETAP DIPERTAHANKAN 

Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh menghimbau masyarakat untuk bersatu, menggalang dukungan, mempertahankan hukuman mati tetap ada. Hukuman mati terutama bisa dijatuhkan dalam perkara narkotika. 

Harapan itu disampaikan Jaksa Agung dalam jumpa pers di Sasana Pradhana di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (23/3), saat menyinggung pengujian pasal hukuman mati dalam Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika di Mahkamah Konstitusi (MK). 

"Soal judicial review hukuman mati oleh warga negara Australia, kejaksaan bersama Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) bekerja sama, bersatu untuk mengupayakan pelaksanaan hukuman mati di Indonesia," kata Abdul Rahman Saleh. 

Jaksa Agung mengatakan, meskipun ada hukuman mati, tetap banyak penyelundup narkotika dan obat-obatan terlarang ke Indonesia. Namun, Indonesia dinilai tidak konsekuen karena terkesan berlarut-larut dalam melaksanakan eksekusi hukuman itu. Bahkan, ada terpidana mati yang mengajukan grasi hingga tiga kali. Ini berbeda dengan di Singapura yang sangat ketat. 

Dalam sidang pengujian pasal hukuman mati dalam UU No 22/1997, Jaksa Agung, Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN) I Made Mangku Pastika, dan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin pernah hadir sebagai saksi. Saat itu Made Mangku Pastika menyatakan, sebanyak 41 orang tewas akibat narkotika dan obat-obatan terlarang di Indonesia setiap hari. 

Tolak grasi 

Dalam jumpa pers itu, Jaksa Agung juga mengumumkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menolak permintaan pengampunan (grasi) dari Ayub Bilibili, terpidana mati dalam kasus pembunuhan enam orang di Kalimantan Tengah. Ayub divonis mati karena menghabisi satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan empat anak dalam semalam. 

"Saya minta Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Abdul Hakim Ritonga) supaya tak terulang kasus Bahar bin Matar. Dia (Ayub) harus mempertanggungjawabkan perbuatan sadis itu," kata Jaksa Agung. 

Ritonga menyatakan, Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Permohonan Grasi Ayub itu diterima Kejagung pada 6 Maret 2007. Kejaksaan mencatat ada 97 terpidana mati di Indonesia yang belum dieksekusi. (Kompas, 26/03/2007)

 

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN)

Events in Pictures:
Kunjungan Kenegaraan Presiden RI ke Australia. >>>

Events in Pictures:

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN)
Joint Commission of the Australian-Indonesian Partnership for Reconstruction and Development, Canberra, Australia. >>>

Anda adalah pengunjung web site kami yang ke :

free hit counters

sejak 25 Januari  2006

About The Embassy

Upacara Bendera HUT RI ke-61

Resepsi Diplomatik HUT RI ke-61

 

 



INFO GEMPA
JOGYAKARTA
 

INFO I (PDF)
INFO II (PDF)

 
Account Balance:
"Indonesia Tsunami Relief Fund"

Kawasan Berikat Nusantara
Nusantara Bonded Zone

Video Stream *
(56Kbps, DSL)
or Download

* To view this Video Stream, you will require Windows Media® Player.
 
 

 

INDONESIAN EMBASSY - CANBERRA, AUSTRALIA