::
News Bulletin 
Archive 
::
Events in Pictures
:::
Economic, Trade and 
Tourism Archive
::
Visa - Consular 
::
Education and Cultural
::
Special Issues
(Aceh-Papua)
::
Speeches - Interviews
::
 Indonesian Media
::
Letters to Editor 
::
Press Release
::
About the Embassy
::
Country Profile
::
Student Corner
::
Useful Links
::
Archives  
  Indonesian Cabinet
 

TSUNAMI & ACEH RECONSTRUCTION

KEPPRES NO. 38 TAHUN 2005

THE 9TH JAKARTA INTERNATIONAL HANDICRAFT TRADE FAIR 18-22 APRIL 2007
KRISTA EXHIBITIONS - JAKARTA INTERNATIONAL EXPO 2007

Orang Utan Komodo Burung Cendrawasih - http://www.sorong.go.id/english

National Agency For Export Development

National Agency For Export Development

 
 

 

8 Darwin Avenue, Yarralumla, ACT 2600
Tel. + 612 - 62508600  Fax. + 612 - 62736017

NEWS BULLETIN
BULETIN BERITA
     

11 April 2007 

21.        PENGAJARAN BAHASA INDONESIA, INVESTASI JANGKA PANJANG AUSTRALIA

Canberra- Penggalakan pengajaran Bahasa Indonesia di Australia akan menjadi investasi jangka panjang negara itu untuk menjaga stabilitas, memperkuat dan memperluas hubungan kedua negara karena tanpa menguasai bahasa sulit bagi warga negara itu untuk lebih mengenal karakteristik Indonesia, kata seorang linguis ANU.

"Sebenarnya, tidak ada pilihan banyak buat Australia untuk mengenal baik Indonesia kecuali melalui penguasaan bahasanya. Bagi peneliti Australia misalnya, bagaimana mungkin mereka bisa melakukan riset tentang Indonesia dengan baik jika tidak menguasai bahasanya," kata Ida Baharuddin Major kepada ANTARA di Canberra, Jumat (30/03).

Pakar dan pengajar Bahasa Indonesia Universitas Nasional Australia (ANU) itu mengemukakan pandangannya menjawab pertanyaan tentang peran bahasa dalam memperkuat hubungan Indonesia-Australia.

Indonesia merupakan negara di Asia Tenggara yang terbesar dan terdekat jaraknya dengan Australia. Kedua negara sudah ditakdirkan Tuhan hidup bertetangga sehingga keduanya tidak memiliki pilihan lain kecuali membangun hubungan yang baik kendati keduanya memiliki perbedaan sejarah, tingkat ekonomi, sosial dan budaya, katanya.

"Australia lebih dekat ke Asia daripada Eropa. Dan Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara dan terdekat dengan Australia. Sebenarnya Australia tidak ada urusan dengan Eropa, kecuali Inggris," katanya.

"Semua ini bisa dilihat dari fakta bahwa Australia bahkan berhubungan dengan negara-negara kecil di sekitarnya, seperti Fiji. Dengan negara kecil saja Australia punya hubungan, apalagi dengan Indonesia sebagai salah satu negara Asia yang besar, baik dilihat dari kepentingan perdagangan maupun pertahanan. Nah, bahasa memegang peranan penting di sini," kata Ida.

Menurut dia, minat warga negara Australia untuk mempelajari Bahasa Indonesia tetap ada namun sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisi Indonesia. Bahasa Indonesia juga tetap diajarkan di berbagai tingkat pendidikan di negara berpenduduk lebih dari 20 juta jiwa dengan Produk Nasional Bruto (GNP) mencapai 835 miliar dolar Australia (setara dengan 603 miliar dolar AS) itu, kata Ida.

Pengajar Bahasa Indonesia yang merampungkan pendidikan akademiknya di sejumlah universitas di Australia ini lebih lanjut mengatakan, ia kini mengajar 12 orang di ANU yang umumnya mereka adalah akademisi bergelar doktor.

"Jumlah mereka yang belajar Bahasa Indonesia di ANU naik turun. Tapi, jumlah antara 12 hingga 25 orang per kelas," kata Ida, putri Sumatera Barat yang bersuamikan orang Australia itu.

Di luar ANU, terdapat sedikitnya enam kursus Bahasa Indonesia yang diselenggarakan oleh perorangan baik orang Australia maupun orang Indonesia yang menikah dengan orang Australia, kata Ida yang telah mengajar bahasa Indonesia sejak 1980-an di berbagai kota di Australia itu.

Sementara itu, terkait dengan pentingnya penguasaan bahasa asing, Komite Keamanan dan Intelijen Parlemen Federal Australia dalam laporannya tentang rekrutmen dan pelatihan oleh badan intelijen Australia baru-baru menyimpulkan bahwa "keahlian berbahasa umumnya telah diabaikan selama bertahun-tahun di Australia".

Padahal, menurut laporan komite itu sebagaimana dikutip Majalah "About the House" (majalah terbitan DPR Australia edisi 29, Desember 2006:56), kebijakan bahasa nasional akan menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan Australia dan akan memberikan manfaat bagi dinas intelijen dan kepentingan negara itu secara keseluruhan.

Terpengaruh krismon

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra, R.Agus Sartono, yang dihubungi secara terpisah mengatakan, pengajaran Bahasa Indonesia di Australia seharusnya tidak menyurut hanya karena Indonesia mengalami krisis ekonomi beberapa tahun lalu.

"Kecenderungan pengajaran Bahasa Indonesia bagi siswa di sini menurun sejak kita mengalami krisis ekonomi. Namun, pandangan ini salah karena hasil riset Price Water House Cooper baru-baru ini justru menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia pada 2050 akan sangat maju dan lebih besar dari Jerman," katanya.

Jika penelitian ini benar adanya, para siswa Australia yang belajar Bahasa Indonesia sekarang inilah yang akan ikut "menikmati kue besar ekonomi Indonesia" tahun 2050 karena mereka saat itu berusia 40 tahun-an, kata Agus (Antara, 30/03/07).

 

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN)

Events in Pictures:
Kunjungan Kenegaraan Presiden RI ke Australia. >>>

Events in Pictures:

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN)
Joint Commission of the Australian-Indonesian Partnership for Reconstruction and Development, Canberra, Australia. >>>

Anda adalah pengunjung web site kami yang ke :

free hit counters

sejak 25 Januari  2006

About The Embassy

Upacara Bendera HUT RI ke-61

Resepsi Diplomatik HUT RI ke-61

 

 



INFO GEMPA
JOGYAKARTA
 

INFO I (PDF)
INFO II (PDF)

 
Account Balance:
"Indonesia Tsunami Relief Fund"

Kawasan Berikat Nusantara
Nusantara Bonded Zone

Video Stream *
(56Kbps, DSL)
or Download

* To view this Video Stream, you will require Windows Media® Player.
 
 

 

INDONESIAN EMBASSY - CANBERRA, AUSTRALIA