|
19.
POLRI JAJAKI KERJASAMA PERTUKARAN PERWIRA DENGAN AUSTRALIA
Canberra
- Wakapolri Komjen Pol Makbul Padmanagara mengatakan, pihaknya menjajaki
kerja sama dengan Polisi Federal Australia (AFP) dalam pertukaran perwira
polisi untuk mengikuti Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) di masing-masing
negara.
"Hingga
kini kerja sama ini belum ada. Kita ingin hal ini terwujud supaya ada
perwira Polri kita yang dapat mengikuti Sespim AFP. Demikian sebaliknya.
Ada juga perwira AFP yang dapat mengikuti Sespim Polri," katanya
kepada ANTARA yang ditemui di kediaman Duta Besar RI untuk Australia dan
Vanuatu, TM Hamzah Thayeb di Canberra, Selasa malam (27/03).
Ia
mengatakan, untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia Polri dan
membangun komunikasi yang erat antarperwira muda dari banyak negara,
program kerja sama Sespim dengan AFP ini penting kendati Polri telah
mengirim banyak perwira mudanya yang berprestasinya ke luar negeri,
termasuk Australia, untuk mempelajari penanganan kejahatan dunia maya (cyber
crimes), pelanggaran hak cipta, dan kejahatan ekonomi.
Menurut
Makbul, berbagai bentuk kejahatan yang semakin canggih tidak selalu dapat
ditangani sendiri melainkan bersama-sama dengan aparat kepolisian negara
lain. Karena itu, pertukaran informasi intelijen dan hubungan yang baik
antarkepolisian negara sudah menjadi keharusan. "Kita bersama AFP
sudah melakukan kerja sama itu dengan baik," katanya.
Komjen
Pol Makbul Padmanagara berada di Canberra sejak Selasa hingga Kamis atas
undangan AFP. Dalam kunjungan empat harinya di Australia itu, Makbul
antara lain mengunjungi Majura, Canberra, untuk melihat dari dekat latihan
bagi personil AFP yang masuk Kelompok Penugasan Internasional misi Pasukan
Perdamaian PBB di pusat Pendidikan AFP.
Sementara
itu, Perwira Biro Pusat Nasional Interpol Jakarta, Brigjen Pol Iskandar
Hasan, yang mendampingi Wakapolri dalam kunjungannya di Australia itu
mengatakan, kunjungan ke Pusat Pelatihan Personil AFP di Majura itu
merupakan bagian dari agenda penting peningkatan hubungan dan kerja sama
Polri-AFP.
Iskandar
mengatakan, Wakapolri juga akan mengunjungi institut Manajemen kepolisian
Australia (Australian Institute of
Police Management) di Sydney, Jumat (30/3), dan membicarakan upaya
peningkatan kerja sama dalam pengungkapan kasus-kasus kejahatan ekonomi,
kejahatan dunia maya, pelanggaran hak cipta, dan kejahatan trans nasional.
"Selama
ini hubungan AFP dan Polri sudah baik. Kita saling membantu dalam
mengungkap kasus-kasus kejahatan lintas negara," katanya.
Seperti
diberitakan media massa Indonesia dan Australia, kerja sama Polri dan AFP
mencapai prestasi gemilang ketika Polri berhasil mengungkap kasus Bom Bali
2002 dan menangkap para pelaku kejahatan kemanusiaan itu.
Dalam
kasus penyelundupan obat-obat terlarang (Narkoba) dan penyelundupan
manusia (people smuggling),
kepolisian kedua negara juga melakukan kerja sama yang erat dan membuahkan
berbagai keberhasilan.
Di
antara keberhasilan kerja sama kepolisian kedua negara itu adalah
kesuksesan Polri menangkap sembilan warga negara Australia yang
menyelundupkan obat-obatan terlarang dari Denpasar, Bali, ke Australia
tahun 2005, serta penahanan 81 warga Sri Lanka oleh otoritas Australia
tahun ini dimana dua warga negara Indonesia diduga terlibat dalam
menyelundupkan mereka dengan perahu ke Australia (Antara, 28/03/07).
|